Mohon tunggu...
Ety Handayaningsih
Ety Handayaningsih Mohon Tunggu... Fulltime Blogger

Ibu Dua Orang Putri | Blogger | http://etyabdoel.com

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Upaya Peningkatan Kualitas SDM Hulu Migas

16 Mei 2015   01:40 Diperbarui: 17 Juni 2015   06:59 323 2 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Upaya Peningkatan Kualitas SDM Hulu Migas
14279656271776170974

[caption id="attachment_358726" align="aligncenter" width="422" caption="sumber : humas skk migas"][/caption]

Saya tidak pernah membayangkan jika dalam kegiatan industri hulu migas memerlukan peran porter eksplorasi seperti Pak Sugito. Saya hanya tahu jika dalam kegiatan hulu migas pasti banyak tenaga ahli yang bekerja seperti ahli geologi, ahli geofisika, teknisi mesin, operator mesin dan jajaran manajemennya. Ternyata, kegiatan hulu migas dilakukan melalui serangkaian proses panjang yang memerlukan peran tenaga kerja di semua level.

Jika melihat apa yang dilakukan Pak Sugito dan teman-temannya dalam video tadi. Masuk keluar hutan, mencari ladang minyak mengingatkan saya pada perjuangan para laskar minyak pada jaman awal kemerdekaan dahulu. Kala itu minyak tanah dan bahan bakar lainsulit diperoleh. Laskar minyak yang terdiri dari para veteran dan karyawan yang pernah bekerja di perminyakkan bekerja keras memperbaiki kilang-kilang minyak. Hal yang tidak mudah dilakukan namun para laskar minyak terus berjuang agar kebutuhan akan minyak dan bahan bakar lain tercukupi. Layaklah jika kemudian laskar minyak disebut sebagai pahlawan hulu migas.

Apa yang dilakukan oleh Pak Sugito dan kawan-kawannya pun sama. Mereka bekerja keras menghasilkan migas untuk kepentingan orang banyak. Seperti diketahui sektor hulu migas adalah penyumbang devisa nomer dua setelah pajak. Setidaknya 350 trilyun disumbang sektor hulu migas bagi pendapatan Negara. Bahkan sekarang sektor hulu migas memegang peranan penting dalam menumbuhkan perekonomian nasional.

Mengenal Industri Hulu Migas

Kegiatan hulu migas terdiri dari dua tahap yaitu tahap eksplorasi dan tahap produksi.  Proses eksplorasi dimulai dengan kegiatan survey geologi, geofisika, survey seismik dan survey gravitasi. Dari rangkaian kegiatan tersebut nanti bisa diketahui apakah disuatu tempat terdapat kandungan migas yang layak untuk diproduksi. Jika ditemukan ladang minyak maka kegiatan berlanjut ke tahap produksi. Proses panjang juga terjadi pada tahap ini. Memproduksi migas dilakukan melalui kegiatan pemboran, mengangkat minyak kepermukaan dan mengolahnya di kilang-kilang.

Industri hulu migas memiliki sifat yang khas yaitu




  1. Padat modal, industri hulu migas memerlukan investasi amat besar.
  2. Padat teknologi, kegiatan ekslporasi dan produksi memerlukan teknologi canggih.
  3. Padat resiko, resiko kembalinya modal yang membutuhkan waktu yang panjang dan resiko dalam proses eksplorasi maupun produksi.
  4. Padat keuntungan, industri hulu migas menjanjikan keuntungan yang amat besar.


[caption id="attachment_358739" align="aligncenter" width="259" caption="sumber: skk migas"]

14279704502144130877
14279704502144130877
[/caption]

Mengingat keempat sifat tersebut, Indonesia sekarang menerapkan production sharing contract (psc) dalam mengelola industri hulu migas. SKK Migas sebagai wakil dari Negara memberikan kuasa untuk melakukan kegiatan hulu migas kepada para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) seperti PT. Pertamina EP, PT. Cevron Indonesia dan lainnya.

PSC dipilih karena dipandang sebagai pola yang sesuai untuk Indonesia. Alasannya Negara memiliki kontrol atas kepemilikan sumber daya migas dan manajemen operasionalnya, Negara juga bisa memperoleh manfaat sebesar-besarnya dari kegiatan hulu migas karena modal dan teknologi ditanggung investor. Selain itu, Negara terbebas dari resiko kegagalan eksplorasi karena dalam kondisi seperti ini tidak ada penggantian biaya dalam skema recovery.

Industri hulu migas sekarang ini dijalankan dengan sistem manajemen yang disebut dengan suplay chain management (SCM). SCM meliputi seluruh kegiatan dari mulai pengadaan barang, eksplorasi, produksi, warehousing/inventory dan distribusi hingga pengguna akhir. Intinya kegiatan SCM tidak hanya sebagai center of administration tapi juga center of benefit.

SDM yang menjalankan SCM diharapkan akan mampu menjalankan operasional manajemen secara efisien sekaligus mampu mencapai target produksi migas dan pendapatan migas nasional. Hal ini mengingat sekitar dua pertiga pembiayaan dibelanjakan pada proses SCM.

SDM Dalam Sektor Hulu Migas

Menurut data SKK Migas, hingga tahun 2012 setidaknya ada 25.000 tenaga kerja nasional bekerja di sektor hulu migas. Jika diprosentase maka jumlah tersebut telah mencapai 96% dari total tenaga kerja sektor hulu migas. Sebuah angka yang menggembirakan karena artinya sektor hulu migas tidak didominasi oleh tenaga kerja asing .

Jumlah yang besar tentu harus dibarengi dengan kualitas tenaga kerja yang baik. Mengapa? Karena sifat industri hulu migas yang padat modal, padat teknologi dan penuh resiko memang mutlak membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi tinggi dan spesifik. Apalagi, menjelang pasar bebas ASEAN, dimana kompetisi tenaga kerja tak bisa dielakkan. Tenaga kerja hulu migas nasional hendaknya mampu berkompetisi agar jumlah yang besar tak sekadar memenuhi aturan semata namun memang secara faktual kemampuan mereka memang memenuhi kualifikasi sebagai pekerja sektor migas.

Jika dicermati, tantangan sektor migas semakin kompleks, diantaranya :




  1. Cadangan migas secara alamiah mulai menipis, dibutuhkan penemuan cadangan migas baru.
  2. Sifat industri hulu migas yang padat teknologi tentu menuntut para pekerja mampu menguasai teknologi terkini. Apalagi penemuan ladang minyak baru bergeser dari daratan menuju lepas pantai (off shore) tentu membutuhkan teknologi tingkat tinggi.
  3. Tuntutan agar suplay chain management bisa dilaksanakan secara lebih efisien sehingga terjadi penghematan meskipun sebenarnya sektor migas adalah industri padat modal.


Sementara itu tantangan di bidang SDM hulu migas tak kalah kompleks. Beberapa isu menyangkut kompetensi dan gaji menjadi hal yang harus segera dicari solusinya mengingat industri hulu migas memerlukan SDM yang berkualitas tinggi.


  1. Masih jarang lembaga pendidikan yang memiliki jurusan teknik perminyakan dengan kualitas tinggi. Menurut mantan Kepala SKK Migas saat ini baru ITB saja yang mencetak lulusan teknik perminyakan dengan kualitas tinggi.
  2. Ketersediaan lulusan dengan kualitas yang tinggi terbatas. Sedikitnya lembaga pendidikan yang memiliki jurusan teknik perminyakan dengan standar tinggi otomatis berdampak pada ketersediaan lulusan yang berkualitas.
  3. Berprofesi sebagai tenaga perminyakkan belum menjadi favorit. Meskipun gajinya tergolong tinggi di Indonesia, nyatanya tenaga perminyakan belum menjadi pilihan banyak generasi muda.
  4. Banyak tenaga perminyakan berkualitas tinggi bekerja pada di luar negeri. Lulusan tenaga perminyakan dengan kualitas tinggi banyak diburu oleh perusahaan migas di luar negeri. Sehingga setiap tahun Indonesia kekurangan 100 orang tenaga pengeboran.
  5. Gaji yang masih jauh dibawah standar gaji perusahaan asing. Gaji yang tinggi menjadi alasan lulusan tenaga perminyakan bekerja di luar negeri.

Melihat fakta tersebut upaya penigkatan SDM hulu migas tak hanya menjadi tanggungjawab SKK Migas namun menjadi tanggung jawab stakeholder lainnya seperti KKKS, pemerintah dan institusi pendidikan. Upaya-upaya yang bisa dilakukan antara lain:




  1. Edukasi kepada masyarakat luas tentang industri hulu migas dan kebutuhan tenaga kerja. Diharapkan masyarakat akan memperoleh gambaran mengenai profesi yang dibutuhkan industri hulu migas, tanggungjawabnya serta masa depannya. Hal ini bisa menarik minat generasi muda guna menekuni profesi di bidang pertambangan dan perminyakan.
  2. Pemerintah mendorong agar jurusan teknik pertambangan dan perminyakan bisa dibuka di banyak perguruan tinggi. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin pasokan tenaga kerja hulu migas.
  3. Program link and macth antara industri hulu migas dengan institusi pendidikan. Diharapkan intsitusi pendidikan mampu mencetak lulusan dengan kompetensi tinggi dan spesifik sesuai dengan kebutuhan industri hulu migas.
  4. Pengembangan kompetensi para pekerja nasional agar mampu melakukan alih teknologi dan mampu bersaing di era global, seperti melalui job training.
  5. Menaikkan standar gaji agar para lulusan dengan kualitas tinggi tidak memilih bekerja di luar negeri.
  6. Iklim berkerja yang kompetitif, menempatkan seseorang sesuai kapasitasnya (right man on the right place).


Jika membaca blueprint dan roadmap pengelolaan SDM yang dibuat oleh SKK Migas nampak bahwa sudah ada antisipasi terhadap tantangan yang dihadapi oleh SDM nasional. Blueprint dan roadmap pengelolaan SDM hulu migas diharapkan mampu menyediakan SDM secara berkesinambungan dan meningkatkan kualitas SDM pekerja nasional dengan kompetensi yang unggul dan spesifik. Yang perlu ditekankan adalah pada tahap implementasi harus konsisten. Sebagus apapun blueprint dan roadmap yang telah dirancang tidak akan mampu meningkatkan kualitas SDM jika implementasinya lemah.

SDM industri hulu migas dengan kualitas tinggi diharapkan mampu menjalankan SCM dengan profesional. Sehingga target produksi migas nasional dan pendapatan Negara tercapai. Selain itu kepiawaian dalam mengelola SCM diharapkan mampu menggerakan ekonomi dalam negeri.

Selain peningkatan kualitas SDM hulu migas dibutuhkan juga peningkatan peran industri dalam negeri dalam menyokong tercapainya produksi migas dan pendapatan nasional serta menciptakan multiplier effect bagi perekonomian nasional. Dibutuhkan sinergi diantara stakeholder industri hulu migas untuk mencapai tujuan tersebut. Agar tercipta sinergi antara SKK Migas, pelaku industri dalam negeri, KKKS, dan pemerintah maka setiap tahun diselenggarakan SCM Summit. Tahun 2015 SCM Summit diselenggarakan di Jakarta dengan membahas isu harmonisasi regulasi, sinergi demand and supplay, konsep keberpihakan dalam persaingan usaha, iklim investasi dan insentif pendorong tumbuh kembang industri dalam negeri.




[caption id="attachment_359153" align="aligncenter" width="412" caption="sumber :scm summit"]

1428190700558369557
1428190700558369557
[/caption]

Sumber:

SKK Migas

Tempo

Borneo Magazine

http://gamil-opinion.blogspot.com/2011/02/tantangan-fungsi-supply-chain.html

http://chirpstory.com/li/182911

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x