Mohon tunggu...
drg.  Ester Surbakti
drg. Ester Surbakti Mohon Tunggu... Dokter - Bekerja di Poli Gigi Rumah Sakit dan juga Berpraktik Mandiri

Artikel postingan saya akan membahas seputar kesehatan gigi dan mulut

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Gigi Susu Harus Dirawat!

1 Juli 2022   20:18 Diperbarui: 8 Juli 2022   20:35 3394
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber foto: kidzdental.Co.id 

Orang tua tidak mengetahui bahwa tindakan mencabut gigi yang terlalu cepat, membiarkan gigi susu nyeri dan bengkak berulang dapat mempengaruhi pertumbuhan gigi permanen yang akan menggantikan gigi susu tersebut. 

Ilustrasi gambar dari dentalcentr.com.ua
Ilustrasi gambar dari dentalcentr.com.ua

Pada gambar terlihat bahwa jarak akar gigi susu sangat dekat dengan mahkota gigi permanen sehingga bila gigi susu terinfeksi dan bengkak berulang, maka akan mempengaruhi kalsifikasi pada mahkota gigi permanen yang terkena infeksi dari akar gigi susu sehingga gigi permanen yang tumbuh di kemudian hari juga mudah terkena karies/gigi berlubang. 

Selain itu, gigi susu juga memiliki banyak fungsi yang lain seperti:

  1. Menjaga ruang untuk pertumbuhan gigi permanen. Bila gigi susu dicabut sebelum waktunya, maka dapat menyebabkan hilangnya ruang untuk gigi permanen yang menggantikannya. Hal ini dapat menyebabkan kasus gigi berjejal di kemudian hari. 
  2. Sebagai stimulasi untuk pertumbuhan rahang pada anak. Tekanan yang merata yang diberikan melalui gigitan pada gigi susu ke rahang merupakan stimulasi alami pada pertumbuhan rahang anak. Jika anak sering mengunyah di satu sisi, maka dapat menyebabkan asimetris pada rahang dan wajah yang dapat mempengaruhi estetika pada anak di kemudian hari. 
  3. Mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan anak yang baik. Banyak survei yang menunjukkan bahwa kasus stunting sering dijumpai pada anak dengan gigi susu yang berlubang. Gigi susu yang nyeri dapat membuat anak malas makan yang kemudian dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya. 

Beberapa kasus pada gigi susu yang mempengaruhi gigi permanen:

  1. Karies yang sudah mencapai dentin/pulpitis irreversible
  2. Dentoalveolar Abses Akut/Kronis
  3. Ulkus Dekubitus

MERAWAT GIGI SUSU

Selayaknya gigi permanen, gigi susu juga harus dirawat untuk mencegah timbulnya penyakit pada gigi susu. Cara yang dapat diterapkan antara lain:

  1.  Sikat gigi dua kali sehari yaitu pagi sesudah sarapan dan malam sebelum tidur. Kebiasaan menyikat gigi dapat diajarkan/ diperkenalkan kepada anak sejak gigi susu mulai tumbuh. 
  2. Rutin membawa anak ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali agar anak mulai terbiasa untuk berkunjung ke dokter gigi dan dokter gigi dapat memeriksa gigi anak sedini mungkin untuk mendeteksi dan mencegah penyakit yang mungkin muncul. 

PILIHAN PERAWATAN PADA GIGI SUSU YANG RUSAK

Sumber foto: kidzdental.Co.id 
Sumber foto: kidzdental.Co.id 

Gigi susu yang rusak tidak boleh dibiarkan begitu saja dengan alasan "toh nanti ada penggantinya", karena gigi susu yang menimbulkan nyeri akan mengganggu kualitas hidup anak layaknya seperti pada orang dewasa. 

Pilihan perawatan pada gigi susu yang rusak akan direkomendasikan oleh dokter gigi anda sesuai dengan kasus yang dihadapi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun