Mohon tunggu...
Eko Sutrisno Hp
Eko Sutrisno Hp Mohon Tunggu...

Blogger Goweser Jogja, owner Mie Sehati (http://miesehati.com).|.\r\n Anggota komunitas TDA, |.\r\n Blog pribadi http://eeshape.com Blogger Goweser!Runner.|.\r\nhttp://eeshape.com/ |\r\n eko.eshape@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi Artikel Utama

Tren Mudik 2016, Bersepeda

28 Juli 2015   07:05 Diperbarui: 11 Agustus 2015   20:45 0 11 10 Mohon Tunggu...

Banyaknya pemudik dengan berbagai moda telah membuat para pesepeda mengambil alternatif angkutan yang bebas macet dan tetap nyaman di perjalanan. Mereka berombongan mulai membahas sarana mudik yang ramah lingkungan dan tidak terlalu terganggu dengan kemacetan jalan dan kesimpulan mereka adalah mudik dengan menggunakan angkutan sepeda. Tahun 2015 sudah ada beberapa pemudik yang memakai sepeda sebagai angkutan meninggalkan Jakarta dan mungkin inilah yang akan menjadi tren mudik tahun depan. Tren mudik 2016 bersepeda!

Awalnya aku menerima berita mudik Jakarta Jogja dengan sepeda di inbox, isinya tentang rombongan pesepeda Jakarta yang akan memasuki Kota Jogja pada sore hari, jam kedatangan belum diketahui tapi diperkirakan saat berita itu dikirim, para pesepeda itu sedang memasuki wilayah Magelang. Aku pun segera melakukan kontak dengan beberapa pesepeda Jogja yang biasa melakukan touring atau yang hari ini ngabubuRIDE untuk membahas acara penyambutan para pesepeda Jakarta ini.

Yang kutahu ada tiga pesepeda cewek yang sengaja membelah kemacetan Jakarta Jogja dengan sepeda mereka, lengkap dengan "bag" di sisi belakang sepeda. Jadi ketika ditanya tentang detil pesepeda Jakarta itu, aku tidak bisa menjelaskan dengan gamblang. Aku hanya bisa berbagi gambar mereka selama di beberapa pemberhentian.

Gambar ini kuterima di kotak masuk dan rupanya gambar ini memang sudah tersebar ke mana-mana. Yang kutahu salah satu pesepeda itu adalah pesepeda yang pernah melalap rute Amsterdam-Paris sejauh 600 km. Jarak itu setara dengan Jakarta-Jogja, jadi mungkin bagi mereka bersepeda sejauh 600 km adalah hal biasa, buat mereka bersepeda di kala puasa adalah suatu hal yang biasa-biasa saja.

Namun para srikandi pesepeda ini sebenarnya mempunyai keunikan rute dibanding rute Amsterdam-Paris. Perbedaan kualitas jalan pasti sangat berpengaruh bagi para pesepeda ini dan yang paling berat adalah suasana puasa di sepanjang jalan. Bila mereka berangkat hari Sabtu dan hari Rabu ini akan masuk Kota Jogja, berarti mereka menempuh perjalanan sejauh 120 km per hari. Bila kecepatan sepeda mereka sekitar 15 km/jam, maka perlu waktu 8 jam per hari di atas sepeda belum termasuk waktu istirahat

Kawanku, Fanny Gunawan, pernah bersepeda menempuh rute Jakarta-Semarang dalam sehari semalam, tapi tentu bukan jadi ukuran untuk semua orang. Fanny adalah pembalap profesional, sedang rombongan srikandi sepeda ini adalah rombongan pengguna sepeda aktif, pasti kecepatan mereka akan banyak berbeda. Jenis sepeda mereka juga sangat berbeda. Dengan sepeda balap (Road Bike), maka kecepatan bisa digenjot sampai 40-50 km/jam, tapi dengan sepeda jenis touring kecepatan pasti tidak bisa secepat sepeda balap.

Perjalanan Jakarta-Jogja belum pernah kulakukan, tapi melihat kemampuan para srikandi ini, beberapa temanku mulai berpikir untuk bersepeda dari Jakarta ke Jogja pada saat liburan. Rencana paling dekat mungkin Jakarta-Jogja pada musim liburan akhir tahun. Suasana akan makin kondusif demikian juga kondisi fisik yang sedang tidak berpuasa.

Dari Strava juga biasanya ada tantangan menjelang pergantian tahun. Para pesepeda ditantang untuk menempuh perjalanan bersepeda sejauh 500 km selama liburan natal, mulai tanggal 24 Desember sampai tanggal 31 Desember. Pengalamanku sangat banyak pesepeda yang mampu menempuh rute 500 km bersepeda selama 8 hari tersebut, sehingga kalau dilewatkan jalur Jakarta-Jogja pasti akan terlewati juga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x