Mohon tunggu...
Erni Sarif
Erni Sarif Mohon Tunggu... Guru Matematika

Menulis dari Hati akan menghasilkan karya yang Luar Biasa

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Ku Genggam Erat Tali Persahabatan

22 Oktober 2019   19:04 Diperbarui: 22 Oktober 2019   19:16 0 4 0 Mohon Tunggu...

    Dulu ku masih ingat tentang tawa, tangis dan kegembiraaan di dalam ruang kelas ku dulu. Suara itu selalu berdengung di dalam pikiran dan inagatan ku, yaitu suara -suara perbincangan yang di bicarakan oleh teman -temanku tentang kemana mereka semua meneruskan sekolah. Waktu itu aku masih duduk di kelas 9 SMP, namun tekat ku telah bulat untuk masuk sekolah SMA.
     Ku ingat- ingat kembali kenaangan di waktu pertama kali ku masuk sekolah SMP, waktu itu aku masih lugu dan malu-malu berbicara, dan menyapa pun engan ku ucapkan. Ku masih ingat ketika aku kehilangan salah satu anting ku dan aku binggung, aku takut kalo
     Ku pulang akan di marahi ibuku karena kehilangan anting. Namun tanpa ku sadari teman-temanku membantu untuk menemukannya disitulah awal petermuan dan terjalinnya tali persahabatan dengan mereka.
      Kami disitu terus mencari disetiap sela tempat itu, akhirnya kerja keras kami tak sia-sia, Rina menemukan anting ku, ia berkata "Heii aku menemukan anting nya "Kata rina dengan suara lantang. "Iya itu anting ku. Terima kasih ya telah menemukan anting ku ini. "Kata feby begitulah orang memanggilnya. "Akhirnya ketemu juga anting milikmu. Makanya kamu harus lebih berhati -hati lagi agar barangmu tidak hilang lagi. "Kata rini menasehati feby.
      Hari itu terus berlalu persahabatn kami pun semangkin erat. Namun dari persahabatn kami ada saja orang yang iri dengan kekompakan dan keakrpan kami yaitu Dista salah seorang murid dari kelas ku, iya iri dan selalu mecoba membuat kami menjadi salah paham hingga suata saat rini kehilangan barang paling berharganya yaitu jam tangan hadiah dari Alm ibunya.
      Saat itu rini begitu  sedih, disitulah Dista bersiasat untuk menghacurkan persahabatn mereka. Dista menuduh rini mengambil jam tangannya, memang pada waktu itu jam tangan berada di tas rina dalam keadaan rusak. Padahal yang meruska dan menghacurkan jam itu, juga yang menaruhnya kedalam tas adalah dista itu sendiri. Agar persahabatn mereka hancur"kemana jam ku, tadi ku taruh di sini. "Kata rini dengan cemas dan sedih.
       "Itu tadi ku melihat rina mengambil jam tangan mu dan menghacurkannya menggunakan batu. "Kata dista menuduh rina dengan merasa tak bersalah.
      Tidak ku tidak mengambilnya. Kamu jangan asal menuduh tanpa ada bukti.  "Kata rina menengaskan bahwa bukan dia pelakunya."Kalo kamu tidak percaya dengan perkataan ku coba periksa tasnya, soalny tadi ku melihat rina memasukan ke dalam tasnya, "Kata dista semangkin menyudutkan rina.
       Setelah di periksa memang benar ada jam rusak di dalam tasnya, jam itu adalah milik rini. Ketika itu pun rini merasa kecewa dan mulai mejauhi rina. Pada waktu itu aku tidak bisa berbuat apa-apa karena bukti telah tertuju kepada rina. Hari-hari terus mereka lewati seperti seorang saling bermusuhan. Esoknya tanpa di sengaja ku medengar pembicraan dista dengan teman-temanya.
    "Akhirnya ku berhasil mengahcurkan persahabatan mereka, padahal tahu tidak kalian?  aku yang menghacurkan dan menaru jam itu di tas rina. "kata dista sambil tertawa.  Disitu pun ku langsung menyelah pembicraan mereka
     "Oh ternyata kamu pelakunya. Sekarang kamu ikut aku, kamu harus mejelaskan dan minta maaf kepada mereka berdua. "Kata feby dengan lantangnya.
       "Apaan sih aku gak salah" kata dista menyelah tak mau di salahkan. "Nyata-nyata kamu salah masih aja gak mau di salahkan. "Kata feby lansung dengan cepat menarik tangannya dan membawa nya ke rini untuk diminta pertanggung jawaban. Disitu pun rini benar-benar merasa bersalah karena telah menuduh rina telah mencuri jamnya.
    Setelah kejadian itu pun rini meminta maaf kepada rina telah menuduhnya ia berkata. "Rina maafkan aku telah menuduhmu melakukan itu. "Kata rini merasa bersalah.
   "Iya aku maafkan. Setelah ini kita tidak boleh salah paham lagi ya? Kata rina sambil tersenyum
"Kalian semua aku minta maaf ya, aku hilaf kata dista. "Iya kami maafkan, asal jangan kau ulangi lagi"kata rini memaafkan dista.
          Dari kejadian itu kami semua tidak lagi salah paham dan makin mempererat persahabatan kami hingga sampai saat ini juga. Kami tidak akan percaya setiap tuduhan yang mengarah kepada salah satu teman kami tanpa ada bukti yang memang benar-benar jelas.

Selasa 22-10-2019
Bye:Rada Safitri

KONTEN MENARIK LAINNYA
x