Mohon tunggu...
Erna Eka Zuliati
Erna Eka Zuliati Mohon Tunggu... Always smiling ☺

Suci luhur kang ginayuh Rumpil gawene, Abot sanggane Nanging luhur pungkasane

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Seikat Bunga untuk Bu Guru

17 Juni 2019   10:31 Diperbarui: 17 Juni 2019   10:34 0 2 0 Mohon Tunggu...
Seikat Bunga untuk Bu Guru
dokpri

Semilir udara pagi dingin menyeka
Sementara kroni burung-burung gereja
Berduyun menyibak awan yang tak berwarna
Geremispun berhambur mesra membasuh pagi Hari ini tanpa mentari
Hanya awan yang bermain kian kemari Kadang terhempas terbawa hembus sang bayu 

Sesaat saja sinar surya tiba meninggi menyapa dunia
Mengalungkan indah pelangi di cakrawala
Bocah kecil berlari membawa seikat bunga, bersama sahabatnya berbaris senyum wajah-wajah ceria meski tertunda

Ibu.. Aku bawakan bunga untukmu
Meski bukan bunga asli,  tapi cinta kami abadi...
Kusertakan nama kami disetiap ujung daunya,  agar ibu tak pernah lupa

Terimakasih ibu... Dengan tanganmu kurasakan kasihmu
Dengan lisanmu, menjauh ulah brutalku
Dengan sabarmu mengantarkan kami di gerbang prestasiku

Ibu aku bawa seikat bunga untukmu
Meski tak terukur pengabdianmu
Setidaknya aku muridmu yang selalu menempatkanmu dalam hatiku

Celoteh itu perlahan hilang...
Senyap meninggalkan Pintu gerbang
Meninggalkan sapa yang setiap Saat berdendang
Kemarin mereka meninggalkan seikat kembang
Kami yang terus menggadang-gadang mereka selalu menang menghadapi dunia yang kian menantang.
Berjalanlah terus wahai pejuang masa depan
Kembang yang engkau tinggalkan
Kelak akan mengharumkan 

Erna Ekaz
Malang,  17 Juni 2019