Mohon tunggu...
M. ERIK IBRAHIM
M. ERIK IBRAHIM Mohon Tunggu... Freelancer - πŸ‡πŸ¦’πŸŒ±Berakit Rakit Ke hulu, Berenang renang ketepian, aku bersungguh sungguh untuk kamu, TAPI, kamu malah demikian🌴🌿
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

πŸ‡πŸ¦’ Terbentur----TeRBENTUR----TerbENTUR----TERBENTUKπŸ‡πŸ¦’

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen: Sebiji Kurma untuk Mengganjal Perut

2 Desember 2022   10:10 Diperbarui: 3 Desember 2022   18:29 147
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi gambar by www.kanalaceh.com. Jumat, 02/12/2022. Sebuah ladang pohon kurma digurun pasir

telah nampak seseorang bersandar dibawah pohon, lemah letih lagi kepayahan. disampingnya ada bayi yang harus ia sapih sampai berumur dua tahun.

" ada apa gerangan, mengapa ia disana ? ..."

teriak suara isak tangis bayi menjerit kadang melengking hingga tak kuasa menahan linangan air mata ini. bagaimana tidak, nampak dari kejauhan itu adalah seorang wanita dengan tinggi semampai yang sedang terkulai lemah, mencari air tidak kunjung bertemu.

kemana lagi ia harus mencari....

"Β sabar ya , Nak....Ibumu akan carikan makanan untukmu.....bertahanlah...". Ujar ibu penuh kasih sayang...

tidak ingin membuang waktu lagi meskipun dirinya sendiri sudah letih harus melanjutkan perjalanan hingga mata air ditemukan. mencari cari tidak kunjung bertemu....

Namun, sampailah ia disebuah rumah dengan lentera seadanya...

" permisi, permisi...permisi..." sembari mengetuk pintu perlahan...

sekian detik, menit hingga satu jam berlalu, namun tiada sesiapaun yang menyahut. Ia tidak pantang menyerah. keyakinan selalu tertancap pada dirinya bahwa ia bisa melewati dengan baik.

mencoba pintu kedua dengan kucuran keringat membasahi, rasa campur aduk, risau menghadang...

" permisi.....permisi...permisi..." mengetuk pintu kembali perlahan lahan: harap harap ada seseorang yang bisa menolongnya agar ia bisa bertahan. mentari semakin condong keatas hingga tepat diatas ubun ubun wanita itu. Dari kejauhan...

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun