Puisi

"Always There, Child"

5 Oktober 2018   03:29 Diperbarui: 5 Oktober 2018   04:09 330 1 0

Pandang mataku anakku

aku menelan isak sebab raga tak mampu membantu

aku menunduk kuyu bukan hujan membasahiku

yang adil tak memberi keadilan

yang religius tak nampakkan belas kasih.

Pandang aku anakku...

langit yang terang akan mendung ketika hujan akan mucul

mentari yang terang akan berganti bulan yang redup ketika malam tiba

begitupun hidup yang akan kita gelut.

Tak usah memberi airmata bagi yang papah

duka yang mengalir akan menggores daging sedikit demi sedikit

lalu merapuh membakar jiwa kita

andai itu menjadi naunganmu

ibu mana yang terus kuat menatapmu

sebisaku menghalaunya

maka dengarlah....