Mohon tunggu...
Eny DArief
Eny DArief Mohon Tunggu... Lainnya - An ordinary woman

Halloo, apa kabar?

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Pengabdi Mantan Lebih Seram dari Pengabdi Setan

9 Agustus 2022   12:41 Diperbarui: 9 Agustus 2022   13:08 271 11 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Hai Sudah nonton film 'Pengabdi Setan 2 Communion' yang lagi tayang di bioskop-bioskop di Indonesia? Konon lebih serem dari Pengabdi  Setan 2017. Tapi tahukan Anda bahwa Pengabdi Mantan lebih serem dan nakutin?

Para Pengabdi Mantan ini biasanya para jomblowers yang susah move on, dan masih terjebak dengan hubungan yang harusnya sudah berlalu. Biasanya yang baru putus hubungan.

Sebelum lanjut, mau tanya, kalian kalau diputusin atau mutusin sebuah hubungan pasti ada alasan kan? Dan alasan itu harusnya yang sangat menyakitkan dan tidak dapat ditoleransi sehingga sampai pada keputusan Bubar Jalan. Lha ini gemana ya para jomblower Pengabdi Mantan, kok gak kelar-kelar, seperti nyaman dengan hubungan tanpa status.

Ini bukti bahwa Pengabdi Mantan lebih serem dari Pengabdi Setan

Masih sering jalan bareng, entah hanya makan-makan, bahkan sampai clubbing bareng yang biasanya bawa teman-teman lain sefrekwensi  (meskipun teman-teman lain itu hanya pemeran pembantu tambahan). Kita yang melihat atau bahkan teman-teman sefrekwensi-nya mungkin mengira mereka masih pacaran kalau tidak diberi tahu cerita yang sebenarnya.

Masing-masing masih manggil sebutan Ayay-bunday. Yayy, kayak agebe Citayeum!

Hapus photo mantan di Medsos, tapi didunia nyata masih sering jalan bareng. Kalau kepergok teman, lalu ditanya : 

"Ehh, kalian. Kirain sudah putus, kok hilang photo-photo Lakik  yey di Instagram"

Si Pengabdi Mantan sendiri tidak yakin, sebenarnya kita balikan atau nggak sih, karena terjebak dengan kondisi dimana antara keinginan tidak sejalan dengan kenyataan, tapi maksa.

Ada kandidat yang lebih baik yang harusnya mendekat, tapi jadi menjauh karena ragu dengan status si wanita. Dia seperti tidak membutuhkan orang lain selain mantannya, bahkan menutup hati untuk orang lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan