Mohon tunggu...
Endro S Efendi
Endro S Efendi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis, Trainer Teknologi Pikiran

Intens mendalami hipnoterapi berbasis teknologi pikiran untuk membantu kualitas hidup manusia pada aspek mental, emosi, dan spiritual. Sehari-hari, aktif sebagai penulis dan hipnoterapis klinis, juga sebagai pembicara publik. Aktif menulis artikel di blog pribadi www.endrosefendi.com Juga aktif membuat konten video di https://www.youtube.com/user/endroeffendi

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Bantu Pedagang, Muallaf Ini Borong Dagangan

18 Juli 2021   23:48 Diperbarui: 19 Juli 2021   00:43 67 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Di tengah kondisi yang sulit, selalu saja ada pahlawan yang muncul di permukaan. Tengok saja di beranda berita, munculnya youtuber yang bagi-bagi uang. Ada juga pengusaha jalan tol yang memborong dagangan pedagang di Jakarta. Masih banyak lagi aksi serupa, yang tujuannya sama, untuk membantu warga yang terkena dampak dari pengaturan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang sedang diberlakukan.

Di sebuah kabupaten nun jauh di utara Kalimantan Timur, juga ada aksi serupa. Seorang pria yang sebelumnya dikenal sebagai muallaf, melakukan aksi memborong dagangan warga di sepanjang Jalan Pangeran Antasari Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Bagi yang belum pernah tahu daerah Berau, mungkin pernah mendengar tentang tempat wisata Pulau Derawan. Nah, pulau itu adanya di kabupaten ini.

Pria tersebut adalah H Agus Tantomo. Sebelumnya, dia adalah wakil bupati Berau, mendampingi bupati Muharram. Namun, sang bupati meninggal dunia karena Covid 19, sehingga Agus Tantomo pun menggantikan jabatan sebagai bupati Berau di sisa periode.

"Memborong dagangan ini pakai dana pribadi, untuk membantu pedagang," sebut Agus. Dikatakan, selama PPKM, omzet para pedagang tentu merosot drastis. Sebab konsumen tidak bisa makan ditempat. Selain itu, jam buka pedagang juga dipersingkat. Praktis, hal itu membuat penjualan menurun tajam.

Karena itulah, Agus Tantomo sengaja memborong dagangan, dan semua makanan yang dibeli, kemudian disumbangkan ke rumah sakit tempat warga menjalani isolasi mandiri, termasuk untuk tenaga kesehatan.

Semoga saja, banyak lagi warga dengan kemampuan lebihnya, juga memiliki kepedulian yang sama. Sehingga, masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, bisa terbantu. Semoga. (*)  


Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan