Mohon tunggu...
Reca Ence AR
Reca Ence AR Mohon Tunggu... wiraswasta -

1964 Lahir di Sukabumi, Jawa Barat. Salam kompasiana ...salam bahagia dan tetap bersahaja\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

[Kampretjebul3] Festival Jenang Solo 2015

26 Februari 2015   21:20 Diperbarui: 17 Juni 2015   10:28 195
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption id="attachment_399599" align="aligncenter" width="672" caption="FESTIVAL JENANG SOLO 2015"][/caption]

Pada tanggal 15-17 Februari lalu, kota  Solo dihebohkan oleh perhelatan yang cukup spektakuler, yaitu Festival Jenang Solo , sekitar 51  Kelurahan ikut berpartisipasi mengikuti Festival dan tidak kurang dari 32.000  takir( semacam mangkuk tradisional yang terbuat dari daun pisang) jenang dibagikan secara cuma-Cuma kepada masyarakat dans ekaligus mendapatkan penghargaan dari  MURI dan dibuka langsung oleh Menteri Perindustrian Bpk. SalehHusin. Yang diselenggarakan di pusat Kota Solo yaitu di daerah Ngarsopuro  Jl. Diponegoro persis di depan Mangkunegaran. Masyarakat benar-benar diberikan suguhan event yang luarbiasa, dari hiburan seni  berbagai daerah di Indonesia sampai menikmati Jenang secara gratis

[caption id="attachment_399601" align="aligncenter" width="672" caption="Logo, Lokasi dan persiapan pembukaan "]

14249319751004544263
14249319751004544263
[/caption]

[caption id="attachment_399600" align="aligncenter" width="672" caption="Red Batik Solo (pimpinan Heru Mataya) mengawali pembukaan dengan pawai sepanjang jl. Slamet Riyadi menuju Ngarsopuro"]

1424931800392482832
1424931800392482832
[/caption]

[caption id="attachment_399602" align="aligncenter" width="550" caption="Walikota Solo F.X Hadi Rudyatmo dan Menteri Perindustrian Saleh Husni memberikan sambutan sekaligus membuka dimulainya Festival Jenang Solo 2015"]

14249320731135495458
14249320731135495458
[/caption]

Antusias memasyarakat sekitar begitu besar sekali terhadap perhelatan ini, dapat dilihat dari banyaknya masyarakat berduyun-duyun, berdesak memenuhi lokasi acara menyaksikan rutinitas tahunan ini.

[caption id="attachment_399604" align="aligncenter" width="531" caption="Antusiasme masyarakat begitu terasa, melimpah ruah, memadati sepanjang Jl Diponegoro tempat acara berlangsung"]

14249323061527267264
14249323061527267264
[/caption]

Festival Jenang Solo kali ini adalah yang ke 4, pertama kali diadakan pada tahun 2012  yang merupakan manifestasi budaya dari Pemerintahan Kota Surakarta yang dilaksanakan bertepatan dengan peringatan hari jadi Kota Sala ke 270 tahun.

Jenang merupakan salah satu budaya yang sarat dengan filosofi. Orang jawa membuat jenang untuk memperingati atau menandai sebuah peristiwa sebagai simbolisasi permohonan dan do’a kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atas dasar itulah Pemerintahan Kota Surakarta memberikan apresiasi dan menyambut positif kepada Yayasan Jenang Solo yang telah melestarikan budaya ini.

Sikap hidup di Jawa sangat identik dengan berbagai ritual ‘selamatan’ yaitu sebuah aktivitas budaya yang bertujuan untuk memohon berkah kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus sebagai sarana harmonisasi semua unsure kehidupan itu sendiri. Bagi masyararakat jawa khususnya di Surakarta dan sekitarnya semua ritual ‘selamatan’ itu, tak lepas dari keberadaan Jenang (bubur), tidak hanya sebagai makanan pelengkap saja, melainkan juga symbol do’a, harapan, persatuan dan semangat masyarakat Jawa itu sendiri.

Beberapacontoh :

·Jenang Procotan yaitu jenang yang dibuat untuk mendoakan ibu yang hamil agar diberikan kelancaran dalam melahirkan.

·Jenang Sepasaran yaitu jenang yang dibuat saat pemberian nama kepada bayi yang baru lahir

·Jenang sungsum yaitu jenang yang dibuat dalam acara selamatan setelah selesai acara pernikahan, agar pengantin dan seluruh panitia yang terlibat diberikan kesehatan, berkah dan kekuatan.

·Dan banyak lagi yang lainnya

Ritual tersebut telah berlangsung secara turun temurun selama ratusan tahun lamanya dan aktivitas ini masih bisa kita temui hingga sekarang  dimasyarakat Jawa khususnya di wilayah Surakarta. (tentunya untuk mereka yang mempercayai dan meyakininya)

[caption id="attachment_399607" align="aligncenter" width="672" caption="Beberapa jenis aneka Jenang"]

14249325311788864082
14249325311788864082
[/caption]

[caption id="attachment_399609" align="aligncenter" width="672" caption="Berbagai jenis aneka Jenang"]

14249326282023887109
14249326282023887109
[/caption]

Tema yang diangkat dalam Festival Jenang kali iniadalah “Kreasi Jenang Bahari”, tema ini selaras dengan keberadaan laut sebagai salah satu kekayaan alam Indonesia dan tidak bias disangkal lagi dengan kandungan Omega 3 dan kandungan koleserol, ikan laut diharapkan menjadi bahan makanan pertama dan utama yang dipilih untuk dikonsumsi bagi masyarakat kota Solo pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

[caption id="attachment_399610" align="aligncenter" width="658" caption="salah satu peserta Lomba Masak Kreasi Jenang Bahari"]

1424932770961374031
1424932770961374031
[/caption]

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun