Mohon tunggu...
Emma Malika
Emma Malika Mohon Tunggu... Guru - Blogger

Menulis dengan apa adanya dan berusaha menjalani hidup dengan baik agar kembali dengan Husnul khatimah aamiinn

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Pesawat, Metafora Perjalanan Hidup

23 Januari 2024   12:26 Diperbarui: 23 Januari 2024   12:30 62
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Di langit, sebuah pesawat terbang dengan gembira,

Simbol harapan dan awal yang baru,

Tapi milikku, itu tertinggal,

Kisah kehilangan dan mimpi yang belum terselesaikan.

Mesinnya menderu dengan suara yang memekakkan telinga

Saat ia naik lebih tinggi ke hamparan langit biru

Tapi hatiku tenggelam seiring berlalunya waktu

Ketika saya menyadari perjalanan saya telah berakhir.

Sayapnya, yang dulu menjulang tinggi, kini terkulai rendah

Seolah berduka atas nasibnya sendiri

Jendela-jendela yang tadinya berkilau kini redup

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun