Mohon tunggu...
Emilia AnnabethChen
Emilia AnnabethChen Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa pelajar sma

saya suka belajar dan mencoba hal yang baru

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Benarkah Etnis Tionghoa Menjadi Korban Utama pada Kerusuhan Mei 1998 di Indonesia?

11 Oktober 2022   09:38 Diperbarui: 11 Oktober 2022   09:42 872
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Kerusuhan Mei 1998 pada tanggal 13-15 merupakan salah satu sejarah peristiwa yang sangat teramat kelam untuk para rakyat Indonesia, namun walau sudah 24 tahun peristiwa ini terjadi,  orang Indonesia yang hidup pada peristiwa tersebut tidak akan pernah melupakan kerusuhan besar-besaran yang memilukan ini. Terdapat banyak orang kaum pribumi yang menjadi korban dari kerusuhan ini, bahkan bukan hanya dari kaum pribumi.

Namun Tercatat kurang lebih 150 orang yang berasal dari etnis tionghoa yang telah menjadi korban saat kerusuhan ini, dan bahkan masih terdapat  banyak orang yang belum melaporkan kasus pelecehan dan diketahui keberadaannya  saat kerusuhan Mei 1998. Ada juga orang asli indonesia yang terkena dampaknya namun tidak sebanyak orang etnis tionghoa yang dibunuh yang akibatnya memicu kepada kerugian fisik, psikis, maupun materi.

Awal mula kejadian ini terjadi pada tanggal 12 Mei  yang pemicunya adalah mahasiswa universitas trisakti melakukan aksi protes mengenai penolakan kepemimpinan Presiden Soeharto di gedung kampus- gedung MPR dan DPR. lalu tak lama kemudian, polisi datang dengan membawa gas air mata, 4 orang mahasiswa kampus Universitas Trisakti mati tertembak dan 681 orang tercatat luka-luka saat mencoba untuk melarikan diri karena mendengar suara tembakan. Situasi di Universitas trisakti sangatlah menegangkan dan membuat kerusuhan yang pertamanya hanya terjadi di daerah jakarta yang kemudian menyebar ke daerah lainnya. Presiden Soeharto juga mengalihkan jabatannya saat 21 Mei 1998  kepada Presiden BJ Habibie karena krisis finansial asia saat itu lagi marak-maraknya masa korupsi dan mahasiswa juga menolak perpanjangan masa kepemimpinan Presiden Soeharto. 

Hubungan orang Indonesia dengan orang tionghoa sempat membaik namun,  pada masa sistem orde baru sikap diskriminatif karena keluarnya instruksi presiden mengenai keagamaan dan adat istiadat orang tionghoa hanya diperbolehkan dilakukan didalam ruangan tertutup. Orang etnis tionghoa dikambinghitamkan dan dijadikan salah satu penyebab krisis nasional yang disebabkan oleh pemerintah karena menimbulkan dampak kerugian yang parah untuk Negara Indonesia dalam bidang finansial. 

Kerusuhan rasial ini semangkin membesar dan berlanjut sehingga merugikan masyarakat Indonesia. Dampak dari kejadian ini adalah pemerkosaan, mereka melecehkan perempuan etnis tionghoa yang mereka lihat baik di dalam bangunan maupun di jalan raya  tanpa memandang bulu(pilih kasih) kemudian, mereka diperkosa didepan keluarganya dengan sangat sadis yang menyebabkan kerusakan alat vital tubuh mereka, penghancuran rumah dan toko  dan ditulis "milik pribumi", pembakaran kendaraan, toko, bangunan, serta rumah yang membuat sebanyak 488 orang tewas karena kejadian ini akibatnya, bandara Soekarno Hatta di kota Jakarta sangat kacau karena banyak orang yang mau mengaburkan diri dari semua kekacauan ini. 

Sebanyak 4.000 gedung juga habis terbakar dan target dari kerusuhan rasial ini adalah etnis tionghoa namun, yang dikenakan dampak paling serius bukanlah laki-laki melainkan kaum perempuan dikarenakan tubuh perempuan  menjadi target penyerangan kerusuhan yang dimanfaatkan untuk menjatuhkan ras perempuan yaitu ras etnis tionghoa. Kekerasan seksual ini juga dilakukan melalui caci makian, orang asli indonesia mencaci maki etnis tionghoa dengan kata-kata yang kasar dan merendahkan. 

Sampai saat ini, masih belum diketahui peristiwa apa yang mendorong kejadian kerusuhan ini namun pernah terjadi kecemburuan ekonomi yang disebabkan karena pada masa orde baru perekonomian baik skala nasional maupun skala lokal yang dipimpin oleh pengusaha etnis tionghoa.

daftar pustaka:

Andryanto, S. Dian. "Kerusuhan Mei 1998, Sejarah Kelam Pelanggaran HAM Di Indonesia." Tempo, 14 May 2021, nasional.tempo.co/read/1462239/kerusuhan-mei-1998-sejarah-kelam-pelanggaran-ham-di-indonesia#:~:text=Kerusuhan%20Mei%201998%20merupakan%20peristiwa. Accessed 11 Oct. 2022.

frishka, et al. Kerusuhan Mei 1998 Fakta, Data & Analisa : Mengungkap Kerusuhan Mei 1998 Sebagai Kejahatan Terhadap Kemanusiaan. 2007.

Lestari, Sri. "Perkosaan Mei 1998 "Tak Pernah Terungkap, Tak Pernah Dituntaskan."" BBC News Indonesia, 20 May 2018, www.bbc.com/indonesia/dunia-44134808.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun