Mohon tunggu...
Laili Nailissaadah
Laili Nailissaadah Mohon Tunggu... -

Mahasiswi Ilmu Komunikasi, Fak. Ilmu Sosial dan Humaniora, UIN Sunan Kalijaga 2014

Selanjutnya

Tutup

Foodie

SMS Si Pemanja Lidah

29 September 2014   05:48 Diperbarui: 17 Juni 2015   23:08 105
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
14119189971731062641

Pekalongan adalah sebuah kota kecil yang terletak di utara pulau Jawa. Kota yang terkenal dengan batiknya ini juga memiliki kuliner khas yang tak kalah sedap jika dibandingkan dengan kuliner daerah lain. Orang Pekalongan menyebutnya dengan Sego Megono Sambel atau bisa disingkat dengan SMS.


Sego Megono Sambel bisa menjadi salah satu alternatif makanan bagi anda para pecinta makanan tradisional. Selain harganya yang terjangkau untuk semua kalangan, rasanya pun tak kalah sedap dengan makanan-makanan tradisional lainnya. Bumbunya yang khas membuat para konsumen tak bosan untuk menikmatinya.


Sego Megono juga menjadi buruan para wisatawan domestik maupun mancanegara selain mereka memburu batik tentunya. Ciri khas dari Sego Megono ini adalah lesehan. Warung lesehan biasa buka pada sore sampai malam hari. Anda bisa menemukan lesehan ini di setiap sudut kota Pekalongan.


Asal mula megono adalah ketika Pangeran Diponegoro menyerukan untuk bergerilya melawan Belanda, Raden Tejokusumo memutuskan untuk pergi dari istana Mataram demi mendukung Pangeran Diponegoro. Beliau merasa prihatin melihat prajurit Pangeran Diponegoro yang sering kekurangan makanan. Dari hasil percobaan, akhirnya beliau menemukan lauk yang praktis dan mudah dimasak dimana saja dengan bahan dasar nangka muda.


Nangka muda dicacah dan dikukus bersama bumbu dan parutan kelapa. Setelah dikukus lalu semua bahan tersebut dicampur jadi satu. Jadilah megono. Lauk megono ini lalu dimasukan kedalam nasi yang sudah diliwet kemudian dibungkus daun pisang. Bungkusan Sego Megono ini dinamakan Ponggol yang bisa bertahan sampai 48 jam. Megono kemudian menjadi makanan favorit para prajurit Pangeran Diponegoro karena sangat mudah dibawa kemanapun ketika bergerilya. BPH Tejokusumo memberi nama Sego Lelono pada makanan ini . Dalam bahasa Indonesia Sego Lelono berarti nasi yang mudah dibawa berkelana.


Pada tahun 1830, Pangeran Diponegoro dan pendukung utamanya seperti Kyai Mojo, Panglima Sentot Prawirodirjo ditangkap dan dibuang ke Menado. Prajurit Pangeran Diponegoro kemudian bercerai berai. Salah satu keturunan Prajurit Diponegoro yang bernama Suro Negoro meninggalkan wilayah Jogja dan berdiam di wilayah Batang. Putra Suro Negoro yang bernama Singo Leksono menjadi prajurit PETA dibawah pemerintahan penjajah Jepang dan bertugas di Pekalongan.


Pada saat Clash pertama dimana kota Pekalongan ikut terlibat, Singo Leksono memimpin gerilya di wilayah selatan Pekalongan tepatnya di daerah Karang Anyar sampai Peninggaran. Diyakini Singo Leksono inilah yang memperkenalkan resep megono kepada masyarakat untuk makanan prajurit PETA yang bergerilya. Lauk ini sangat populer di kalangan prajurit PETA dan milisi gerilya Pekalongan, yang kemudian menjadi makanan favorit seluruh masyarakat Pekalongan karena dianggap memiliki nilai heroik. Di Pekalongan, nama Sego Lelono menjadi Sego Leksono dan pada perkembangannya kemudian menjadi Sego Megono.


Bahan-bahan Sego Megono terdiri dari nasi, nangka muda, kelapa setengah tua, bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, terasi, kencur, lengkuas, garam, cabe merah, daun sereh, bunga kecombrang, daun melinjo, daun salam, daun jeruk, gula pasir.


Adapun cara membuatnya adalah sebagai berikut :
1. Haluskan bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, terasi, kencur, garam, dan gula pasir.
2. Tata semua bahan berturut-turut cacahan nangka muda, kelapa parut, bumbu dan bahan-bahan lain di atasnya di dalam panci. Kukus 30-45 menit.
3. Angkat kemudian campur semua bahan-bahan tersebut. Jika anda pecinta pete, anda juga bisa menambahkan pete pada megono.
4. Siapkan nasi hangat kemudian letakkan megono diatas nasi.
5. Sego Megono siap dihidangkan


Akan terasa lebih nikmat jika Sego Megono dimakan bersama gorengan hangat, rasanya hmm maknyus. Kita bisa menambahkan menu lain seperti telor goreng, sate telor, bihun, ikan asin, oseng-oseng, sambel goreng kentang, dan lauk lain sebagai pelengkapnya.


Jadi, jika anda berkunjung ke Kota Pekalongan silahkan untuk menyempatkan diri mampir ke Lesehan Sego Megono Sambel dan mencicipinya. Dijamin anda tidak akan menyesal. Selamat Mencoba.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun