Mohon tunggu...
Elias Sumardi Dabur
Elias Sumardi Dabur Mohon Tunggu... Sekilas ESD

Putra Nusantara kelahiran Manggarai, Flores. Memperoleh pendidikan Bahasa Perancis dari UGM, dan Ilmu Hukum dari Univ. Suryadharma, Jakarta. Punya minat besar dlm menulis perihal politik, kisah inspiratif, pengembangan kepemimpinan, dan spiritual. Mulai 2017 ini lbh fokus menulis seputar hukum. Lama berkecimpung dlm organisasi kemahasiswaan intra dan ekstra kampus (Sekjen PP PMKRI 2005-2006). Saat ini bekerja sbg Tenaga Ahli salah satu Anggota DPR dan Komisaris PT. Griya Apsari Persada (www.griyaapsaripersada.com). Selain itu, merintis usaha penulisan/penerbitan buku-buku: pengembangan diri, Kisah inspiratif/motivasional dan hubungan ketuhanan. Buku pertama yang diterbitkan atas nama sendiri; BE A LEADER. Investasikan Kepemimpinan Anda! Seiring perjalanan hidup, saya memberi nama atau julukan baru bagi diri saya; " SANG PEMBELA" untuk menunjukan diri sebagai pejuang keadilan dan kebebasan. Keterlibatan saya dalam gerakan politik, minat saya dalam mendorong, memotivasi semata-mata expresi kelimpahan cinta. Karena Saya tumbuh dan besar sebagai pribadi yang kelimpahan cinta.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Habibie Demokrat Sejati

12 September 2019   11:57 Diperbarui: 12 September 2019   11:57 0 1 1 Mohon Tunggu...

Menyebut nama Prof. Dr. BJ. Habibie banyak sekali atribut yang diberikan kepadanya. Apalagi, beliau telah melayani bangsa dan negara Indonesia untuk kurun waktu yang sangat panjang, baik saat masih menjabat sebagai menteri, wakil presiden, presiden dan kembali menjadi warga sipil biasa tapi tetap berkontribusi besar bagi bangsa Indonesia.

Kepulangan beliau ke Sang Pencipta pada 11 September 2019 tentunya meninggalkan duka dan kehilangan bagi keluarga, kerabat dan sahabat dekat serta seluruh warga bangsa. Banyak kenangan, kesan dan pelajaran penting tentang kehidupan, kepemimpinan, demokrasi, dan sebagainya yang dilakukannya selama masa hidupnya yang panjang itu, sehingga pantas untuk dikenang

Mengenang beliau, Saya hanya ingin mengangkat pelajaran-pelajaran demokrasi yang ditunjukan Habibie dalam kebijakan dan sikap hidupnya. Kita semua tahu, masa kepemimpinan Presiden ke-3 RI itu paling singkat dalam sejarah Indonesia, tapi sungguh transformatif. Ia yang memimpin pada era krisis ekonomi dan politik luar biasa berhasil meletakkan dan menunjukkan arah jalan demokrasi dan kebebasan politik bagi Indonesia yang melebihi capaian politik dari presiden sebelum dan sesudahnya dalam kondisi negeri ini penuh dengan kekacauan politik.

Pelajaran-pelajaran demokrasi yang secara nyata dilakukan dan ditunjukkan Habibie baik dalam kebijakan maupun sikap hidup, antara lain ialah: Pertama, Pemilihan Umum. Pada masa kepemimpinannya, Pemilu yang yang benar-benar bebas mulai dijalankan. Itulah jalan awal demokrasi di Indonesia dalam memilih pemimpin-pemimpin publik; Kedua, Habibie paham betul bahwa dalam negara demokrasi tidak boleh ada yang disebut sebagai tahanan politik. Maka, ia mengeluarkan keputusan untuk membebaskan para tahanan politik;

Ketiga, kebebasan pers dalam negara demokrasi itu salah satu pilar penting demokrasi. Negara tidak boleh melakukan kontrol atas pemberitaan di media-media massa. Sebagai perwujudan prinsip ini, ia nyatakan dengan penghapusan SIUP; keempat, Sejalan dengan prinsip konstitusi kita bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, ia wujudkan dengan pemberian opsi referendum bagi Timor Leste;

Kelima, sepanjang kita ikuti perkembangan politik di negeri ini, boleh dikatakan Habibielah satu-satunya presiden Indonesia yang selesai menjabat sebagai presiden tidak lagi ikut campur atau membangun pengaruh dan dinasti politik bagi diri dan keluarganya. Ia benar-benar menempatkan dirinya sebagai negarawan. Dalam hal ini, ia bisa dikatakan setara dengan prinsip kepemimpinan mantan presiden dan pejuang Afrika Selatan, Nelson Mandela bahwa "berhenti juga adalah kepemimpinan."

 Pelajaran-pelajaran ini hanyalah sebagian kecil contoh yang menunjukkan bahwa Habibie sungguh seorang demokrat sejati. Ia tidak hanya piawai menyebut demokrasi, tapi ia buktikan dalam sikap dan kebijakan. Selamat jalan demokrat sejati.