Mohon tunggu...
Lilik Fatimah Azzahra
Lilik Fatimah Azzahra Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

Seorang ibu yang suka membaca dan menulis

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

Seberapa Penting "Riset" dalam Sebuah Karya Fiksi?

29 September 2020   17:18 Diperbarui: 29 September 2020   17:25 539
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Mau menulis fiksi, Beib? Jangan lupa lakukan riset dulu, yaa!"

"Hah?! Riset?"

"Iya, riset!"

"Yang benar saja! Fiksi kan hanya cerita rekaan. Masa harus pakai riset segala?"

Duh, Beib. Begini. Memang betul fiksi adalah cerita rekaan. Tapi bukan berarti di dalam satu karya fiksi tidak boleh atau tidak ada sama sekali unsur faktanya. Sebab bagaimanapun juga fiksi yang kuat adalah fiksi yang didukung oleh riset yang mendalam.

Riset? Pasti pikiran kita digiring lari ke sini yaa Beib; Penelitian, buku tebal, arsip sejarah, serangkaian wawancara---atau pekerjaan rumit yang dilakukan para ilmuwan yang sama sekali tidak kita pahami.

Pikiran di atas bisa benar tapi bisa juga tidak!

Jadi?

Begini, Beib. Mari kita bandingkan sejenak, antara menulis fiksi non riset dan menulis fiksi dengan melakukan serangkaian riset.

Kita mulai dari menulis karya fiksi non riset, yaa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun