Mohon tunggu...
Elang Maulana
Elang Maulana Mohon Tunggu... Petani - Petani
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Hanya manusia biasa yang mencoba untuk bermanfaat, bagi diri dan orang lain..

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Menakar Gaya Komunikasi Terawan, Fakta atau ABS?

9 Maret 2020   11:40 Diperbarui: 9 Maret 2020   11:44 1208
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Tapi, tidak menutup kemungkinan apa yang diucapkannya itu semata-mata untuk membuat pimpinannya senang alias Asal Bapak Senang (ABS). Padahal fakta sebenarnya, Indonesia sama sekali tidak negatif virus corona dan WNI-nya sama sekali tidak kebal.

Tapi, apapun dalihnya gaya komunikasi yang dibangun Terawan tak urung berbuah kontroversi. Terlebih, pernyataannya tersebut akhirnya sama sekali tidak terbukti.

Presiden Gusar Dengan Gaya Komunikasi Terawan

Bicara tentang gaya komunikasi Terawan yang cenderung kontroversi, rupanya juga terendus oleh Presiden Jokowi.

Dilansir TEMPO.CO, salah seorang pejabat yang mengetahui isi rapat internal di Istana mengatakan, Presiden Jokowi menyindir gaya komunikasi Terawan tentang wabah virus corona.

Dalam rapat yang digelar sehari setelah pengumuman adanya kasus positif terjangkit Corona, Jokowi merasa gusar dengan gaya komunikasi Terawan.

Salah satu pemicunya, Terawan adalah orang pertama yang membeberkan lokasi tinggal dua pasien Corona, yang membuat rumah mereka diberi garis polisi.

Masih dilansir TEMPO.CO, pernyataan Terawan ini dinilai memancing kegaduhan. Dalam rapat internal di Istana sejumlah indikator di media sosial disorot yang hasilnya sentimen masyarakat justru negatif alias menjadi panik dalam menanggapi ucapan Terawan.

Bahkan, sebelumnya, Jokowi dikabarkan juga sudah gusar dengan cara Kementerian Kesehatan menjawab keraguan tentang kehadiran virus Corona.

Dua pejabat di Kementerian Kesehatan dan Istana mengatakan Presiden sempat mempertanyakan informasi terbaru terkait dengan corona di Indonesia dan protokol penanganannya. Kegusaran Presiden ini membuat Istana sampai merancang sendiri sejumlah protokol untuk menghadapi Covid-19.

Ternyata atas kegusaran gaya komunikasi Terawan pula, akhirnya Jokowi meminta ada juru bicara khusus dalam menangani virus corona.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun