Mohon tunggu...
Elang Maulana
Elang Maulana Mohon Tunggu... Dengan kata hidup lebih bermakna

Hanya manusia biasa yang mencoba untuk bermanfaat, bagi diri dan orang lain..

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Saat Gibran Maksa Nyalon, Awal Keretakan PDIP Solo?

13 Desember 2019   16:03 Diperbarui: 13 Desember 2019   16:00 1139 26 13 Mohon Tunggu...
Saat Gibran Maksa Nyalon, Awal Keretakan PDIP Solo?
Merdeka.com

GIBRAN Rakabuming Raka, akhirnya resmi menjadi  Bakal Calon (Balon) Walikota Solo, periode 2020-2025. Kepastian putera sulung Presiden Joko Widodo tersebut ditandai dengan berhasilnya mendaftarkan diri melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah, Kamis, (12/12/2019).

Dilansir dari Liputan6.com, Gibran mendatangi kantor DPP PDI Perjuangan Jawa Tengah diantar keluarga dan relawan. Gibran yang tiba dikantor partai berlambang banteng moncong putih tingkat Provinsi Jawa Tengah sekitar pukul 12.00 WIB, langsung menyerahkan persyaratan. Selang beberapa lama kemudian, Gibran sudah mengembalikan berkas yang sudah diisinya.

Paska menerima pengembalian berkas, Baginda, Ketua tim pendaftatan DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah langsung melakukan pengecekan berkas. Tak lama kemudian, tepatnya pukul 12.24 WIB, Gibran didampingi ketua tim pendaftaran, langsung jumpa pers. Dalam kesempatan itu, dinyatakan bahwa berkas yang diserahkan lengkap, sehingga dinyatakan lolos sebagai Bakal Calon Wali Kota Solo.

"Setelah melalui verifikasi tim di DPD, semua berkas telah dipenuhi. Artinya Mas Gibran sah sebagai bakal calon Wali Kota," ungkap Baginda yang disambut riuh pendukung Gibran yang hadir di Aula Panti Marhaen.

Sejatinya, pengusaha beberapa jenis kuliner ini mendaftarkan diri di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Solo. Mengingat, niat Gibran adalah menjadi orang nomor satu di kota yang terkenal dengan penghasil batiknya ini.

Namun, pintu masuk Gibran melalui DPC PDI Perjuangan Kota Solo tidak mendapatkan rekomendasi. Pasalnya, mereka telah memiliki pasangan calon yang dianggapnya lebih mampu dan berkontribusi besar terhadap kebesaran partai yang diketuai Megawati Soekarno Putri. Sebaliknya, Gibran adalah anak baru yang menjadi kader partai banteng moncong putihnya pun baru beberapa bulan.

Adapun pasangan yang mendapat restu dan rekomendasi dari DPC Kota Solo itu adalah Achmad Purnomo sebagai Balon walikota dan Teguh Prakoso sebagai wakilnya. Hal ini atas dasar persetujuan atau kesepakatan para kader PDI Perjuangan Kota Silo dari setingkat ranting hingga pengurus anak cabang (PAC).

Meski begitu, perlu diingat bahwa apa yang direkomendasikan DPC PDI Perjuangan Kota Solo ini baru sebatas keinginan. Hasil finalnya tetap menjadi kewenangan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Dengan kata lain, pasangan Achmad Purnomo - Teguh Prakoso tidak akan bisa ikut kontestasi Pemilihan Wali Kota Solo dari jalur partai PDI jika tidak direstui DPP.

Sama halnya dengan Gibran. Meski sudah dinyatakan Balon Pilwakot Solo oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, tak menjadi jaminan bagi Gibran lolos langsung mengikuti Pilwakot Solo yang akan dilaksanakan serentak dengan daerah lainnya pada 2020 mendatang.

Dengan adanya dua faksi dalam hal pencalonan. Menurut hemat penulis, berpotensi memantik keretakan dalam tubuh PDI Perjuangan Jawa Tengah. Terlebih, jika yang mendapatkan rekomendasi kelak adalah Gibran Rakabuming Raka.  

Betapapun, jika Gibran yang direkomendasi, diakui atau tidak, PDI Perjuangan telah melakukan kesalahan. Lantaran, sebagaimana diatur oleh internal partai yang tertuang dalam Peraturan Partai Nomor 24 Tahun 2017 tentang penjaringan calon wali kota dan wakil wali kota. DPC yang perolehan suaranya minimal 25% bisa melakukan penjaringan calon secara tertutup. Kebetulan, perolehan suara DPC PDI Perjuangan Solo jauh melebihi batas minimal tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN