Mohon tunggu...
Eko Nurwahyudin
Eko Nurwahyudin Mohon Tunggu... Lainnya - Pembelajar hidup

Lahir di Negeri Cincin Api. Seorang kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Ashram Bangsa dan Alumni Program Studi Hukum Tata Negara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Motto : Terus Mlaku Tansah Lelaku.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Menjelajah Laut

16 Mei 2021   14:39 Diperbarui: 16 Mei 2021   15:03 143
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Menjelajah Laut

Suatu pagi, Sultan Aaron memanggil kembali si pria cerdas Abu Nawas ke istana. Ia berkata, "Hari ini saya ada tugas buatmu, Abu Nawas," ujar Sang Sultan.

"Apa yang harus saya lakukan, Baginda?" tanya Abu Nawas tak sabar.

"Tahukah kau bahwa kita punya sebuah teluk yang luas, yang tak jauh?" tanya Sultan Aaron.

"Ya, Baginda," jawab Abu Nawas.

"Bagus! Sayang sekali tak ada seorang pun yang pernah berenang menyebrangi teluk itu. Aku penasaran, apakah mungkin bagi seseorang untuk berenang menyebrangi teluk? Berapa hari ia akan sampai di sisi lainnya teluk? Abu, aku perlu kau untuk menjawab rasa penasaranku. Aku ingin kau menerima tugas kehormatan ini".

Abu Nawas sangat terkejut. "Baginda, Saya bukanlah perenang yang baik," ujarnya.

"Saya tahu kau bukan perenang yang baik, tapi semua orang tahu kaulah orang paling cerdik senegara ini. Kau musti bisa melakukannya," jawab Sang Sultan.

"Ya, saya akan melakukannya, Baginda," gerutu Abu Nawas setelah ia pamit undur diri.

Lalu, ia berjalan-jalan ke pantai. Ia melihat teluk yang begitu luas. Kemudian, ia duduk di bawah pohon palem. Ia tengah memikirkan ide untuk memecahkan masalah tugasnya yang mustahil. Detik itu juga, ia melihat banyak pakaian anak-anak. Mereka menumpuknya di atas batu besar disebelahnya.

"Dimana anak-anak itu? Mereka mustinya sedang berenang di pantai," seorang pria bertanya pada dirinya. Lalu, tiba-tiba ia berseru, "Saya dapat ide!"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun