Rachmat Hidajat
Rachmat Hidajat

Rachmat Hidajat adalah pemerhati ekonomi Indonesia khususnya yang berkaitan ekonomi Islam motto "Teguh dalam keyakinan kukuh dalam kebersamaan"

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Analisis Perekonomian Umat Islam vs Barat

12 Agustus 2017   07:37 Diperbarui: 29 Agustus 2017   00:29 117 0 0

Perbandingan ekonomi Islam dengan ekonomi non-Islam memang kita tidak bisa langsung hadapkan antara manusia vs manusianya, sebab Islam bukanlah apa yang umat muslim lakukan. Islam adalah apa yang seharusnya umat muslim lakukan. Namun perbandingan ini juga kita perlukan untuk mengukur seberapa jauh umat Islam dengan Islam-nya itu sendiri.

Perekonomian Barat

Dalam abad ini, kita melihat bahwa perekonomian umat Islam jauh tertinggal dibandingkan perekonomian barat, misalnya jika kita pilih wakil dari perekonomian barat adalah negara-negara Skandinavia. Bukankah negara-negara barat itu kafir ? namun jika kita hendak mengukur kesuksesan sebuah negara dengan Human Development Index (HDI) tahun 2014, kita harus mengakui kenyataan bahwa seluruh Negara Skandinavia berada pada peringkat yang tinggi (termasuk ke dalam 40 besar), dimana masing-masing menempati peringkat 1 (Norwegia), 10 (Denmark), 12 (Swedia) dan 24 (Finlandia), sedangkan hanya 3 negara mayoritas Islam yang menempati peringkat tinggi: 30 (Brunei), 34 (Saudi Arabia), dan 40 (Uni Emirat Arab). Sementara sebagian besar negara muslim terpuruk di bagian menengah atau bawah.

Keterpurukan ekonomi umat Islam saat ini disebabkan beberapa faktor yaitu: ukuran yang digunakan oleh HDI memang memisahkan antara dunia dan akhirat. Jika ukurannya diubah menjadi: manakah diantara Negara-negara di dunia yang mayoritas penduduknya akan sukses di akhirat kelak ? maka jawabannya akan sangat berbeda.

Ideologi Islam yang agresif dan ekspansif dalam menyebarkan agama adalah sifat luhur dan maju dari agama ini. Justru umat Islam dari zaman ke zaman sangat ingin non-muslim masuk Islam agar semua orang di dunia selamat di akhirat. Itulah mengapa penaklukan muslim terhadap dunia sekitarnya selalu dinamakan pembebasan yaitu pembebasan dari penghambaan manusia kepada makhluk kepada penghambaan manusia kepada Allah SWT.

Penyebab Kemunduran Ekonomi

Kemunduran ekonomi umat Islam pertama disebabkan berlakunya tadawwul yaitu bahwa kemenangan duniawi memang dipergilirkan di antara manusia. jika dilihat pada lima sampai dengan sepuluh abad yang lalu, Skandinavia adalah tanah yang sangat terbelakang dengan ilmu pengetahuan mandek, takhayul yang merajalela dan perekonomian yang bertumpu pada feodalisme pertanian. Sedangkan negeri-negeri muslim di Baghdad, Damaskus, Kordoba, dan Istanbul adalah negeri yang sangat maju baik dalam bidang pertanian yang memiliki irigasi dengan baik, perdagangan yang maju dan mendunia, industri yang menyediakan berbagai barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat global, tingkat literasi, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat tinggi serta adab yang baik. Namun kemajuan di Baghdad dan kota peradaban lainnya dalam Islam sekurang-kurangnya masih diisi oleh keimanan kepada Islam.   

kemunduran ke dua disebabkan karena umat muslim lupa, lari, menghindar dari sumber kekuatan sejatinya yaitu al-Qur'an dan as-Sunnah sendiri serta karena pemahaman umat Islam terhadap Islam yang lemah. Padahal Islam agama yang menyuruh umatnya untuk membaca, bekerja keras, berinovasi namun umat Islam malah malas membaca dan tidak bekerja keras dan jumud dengan keadaan. Umat Islam malah mengambil barat sebagai acuan, baik dan buruknya ditelan mentah-mentah, dianggap bahwa semuanya adalah sumber kemajuan. Apa yang datang dari barat dan itu baik, pasti akan juga ditemukan dalam Islam, karena semuanya adalah ciptaan Allah SWT. As-sunnah sudah menggariskan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi semuanya.  

Pemahaman yang lemah umat Islam dapat dibuktikan dengan sederhana dengan melihat disekitar kita berapa banyak umat muslim yang mampu memahami bacaan shalatnya dengan baik, berapa banyak muslim yang belum mampu memahami intisari dari tauhid ? sebab jika orang-orang muslim itu shalatnya benar, maka ia akan tercegah dari perbuatan keji dan mungkar. Jika ia benar memahami makna tauhid, tidak akan manusia muslim yang korupsi.

Terakhir yang membuat kemunduran ekonomi umat Islam degan ekonomi barat karena umat muslim belum mampu memaksimalkan kekuatan dan peluang yang dimilikinya serta masih belum dapat mengatasi kelemahan dalam bidang ilmu science dan teknologi serta kepemimpinan dan ancaman yang datang dari pihak luar. 


Penulis: Rachmat Hidajat, Mahasiswa Magister Studi Islam, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta