Mohon tunggu...
Edy Supriatna Syafei
Edy Supriatna Syafei Mohon Tunggu... Jurnalis - Penulis

Tukang Tulis

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Bolehkah Singkawang Jadi Kota Wisata Halal?

19 Oktober 2017   19:56 Diperbarui: 7 November 2017   20:22 1562
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Masjid lainnya di Singkawang. Kehidupan toleransi di kota ini berlangsung baik. Foto | Wikipedia.

Saya pernah baca akademisi mendifinisikan tentang wisata halal. Adalah M. Battour dan M. Nazari Ismail yang mendefinisikan wisata halal sebagai semua objek atau tindakan yang diperbolehkan menurut ajaran Islam untuk digunakan atau dilibati oleh orang Muslim dalam industri pariwisata.

Dari pendapat akademisi itu makin jelas hukum Islam (syariah) sebagai dasar dalam penyediaan produk dan jasa wisata bagi konsumen (dalam hal ini adalah Muslim), seperti hotel halal, resort halal, restoran halal dan perjalanan halal. Bukan pada etnisnya.

Indonesia pernah ikut World Halal Tourism Award 2016 di Abu Dhabi setelah sebelumnya Lombok terpilih sebagai destinasi wisata halal dunia. Menggembirakan, memang. Disusul Aceh dan Sumatera Barat menyatakan diri sebagai destinasi wisata halal dunia. Semua itu dapat teralisir berkat dukungan warga dan pemerintah setempat.

Di sisi lain, harus disadari bahwa hingga kini masih ada pendapat bahwa masyarakat Indonesia yang muslim sudah merasa 'halal'. Jika hal ini tidak disadari, akan jadi batu ganjalan bagi pengembangan wisata halal ke depan.

Sebab, halal yang dimaksud bukanlah terletak pada si 'tuan rumah', tetapi untuk wisatawan, khususnya wisatawan yang berasal dari sejumlah negara Islam.

Coba perhatikan kebersihan rumah ibadahnya. Jika air untuk wudhu di masjid saja tidak ada, atau tak mengalur, berarti itu tidak memenuhi syarat sebagai wisata halal.

Masjid lainnya di Singkawang. Kehidupan toleransi di kota ini berlangsung baik. Foto | Wikipedia.
Masjid lainnya di Singkawang. Kehidupan toleransi di kota ini berlangsung baik. Foto | Wikipedia.
Pada diskusi HalalituBaik di Tjikinii - lihat tulisan - Diskusi Sertifikasi Halal, Citizen Media Ikut Sebarkan Pemahaman Produk Halal - disebutkan paling tidak ada beberapa syarat yang harus terpenuhi untuk wisata halal.

Yaitu: soal tempat dan makanan halal, fasilitas ibadah (shalat), kamar mandi dengan dukungan fasilitas tempat air untuk wudhu, termasuk pelayanan saat bulan puasa (Ramadhan) seperti berbuka puasa dan sahur, menempelkan label non-halal (jika ada makanan yang tidak halal) dan fasilias untuk rekreasi yang bersifat pribadi (privat) tidak bercampur baur secara bebas.

Dibandingkan dengan negara non-muslim, Indonesia harus mengakui jauh tertinggal dalam membangun halal tourism. Kendati bukan negara mayoritas muslim, Tiongkok, Jepang, dan Thailand sudah siap dalam mengakomodir kebutuhan wisatawan muslim. Perkiraan meningkatnya angka wisatawan muslim memicu negara-negara tersebut mempercepat kesiapan mereka.

Thailand sebagai salah satu negara non-muslim telah mengembangkan halal tourism. Negara gajah putih ini telah memiliki hotel, restoran, spa, dan berbagai objek wisata ramah muslim. Kesiapan Thailand dalam mengakomodir kebutuhan wisatawan muslim mendongrak jumlah wisatawan muslim di Thailand. Pada tahun 2015, lebih dari lima juta wisatawan muslim mengunjungi Thailand.

"Kita dapat belajar dari negara-negara non-muslim yang telah mengembangkan halal tourism. Peluang bisnis ini potensial, terlebih Indonesia adalah negara muslim terbesar," ungkap Tazbir Abdullah, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kementerian Pariwisata dalam MarkPlus Center for Public Services di Jakarta, Kamis (20/4/2017) seperti di kutip dalam laman Kementerian Pariwisata.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun