Mohon tunggu...
Edy Supriatna Syafei
Edy Supriatna Syafei Mohon Tunggu... Jurnalis - Penulis

Tukang Tulis

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Gunakan "Bahasa Bunga" Untuk Mengayomi Rakyat

13 Oktober 2017   19:46 Diperbarui: 14 Oktober 2017   20:01 1126
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Berpose di kumpulan karangan bunga mengasikan. Foto | Dokumen Pribadi.

Lagi-lagi mengapa harus bunga?

Kalijodo pun mengirim ucapan kepada Ahok-Djarot. Foto | Dokumen Pribadi.
Kalijodo pun mengirim ucapan kepada Ahok-Djarot. Foto | Dokumen Pribadi.
Usakti, tempat Ahok belajar, mengirim karangan bunga. Foto | Dokumen Pribadi.
Usakti, tempat Ahok belajar, mengirim karangan bunga. Foto | Dokumen Pribadi.
Sampai-sampai bisnis karangan bunga kini menjadi laris. Pedagang karangan bunga di Rawabelong, Jakarta, makin kerepotan melayani permintaan. Ini lahan bisnis menggembirakan. Utamanya tatkala menghadapi musim pelantikan pejabat, gubernur, menteri, hingga pesta perkawinan. Semua itu telah menambah tingginya pesanan bunga papan dewasa ini.

Setahun terakhir di Jakarta, bisnis karangan bunga meningkat tajam. Sayang, tidak ada gambaran statistiknya. Tapi, secara fisik dapat dilihat animo warga mengungkapkan perasaan dengan bunga meningkat.

Saat Pilkada lalu, pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, kalah dari pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Apa yang terjadi, warga banyak memesan karangan bunga papan untuk pasangan Ahok. Melimpah pesanannya dan pedagang mengaku gembira.

Balaikota dan Lapangan Monas dipenuhi karangan bunga dengan aneka ragam ucapan.

Kini, hal serupa terjadi lagi. Namun tak sedahsyat tempo lalu. Ucapan bagi pasangan yang lengser - pasangan Ahok-Djarot - tetap mengalir dengan kata-katanya dibingkai bunga.

Mata Rakyat Jakarta menyampaikan terima kasih. Foto | Dokumen Pribadi.
Mata Rakyat Jakarta menyampaikan terima kasih. Foto | Dokumen Pribadi.
Berfoto dengan latar gambar Ahok-Djarot. Foto | Dokumen Pribadi.
Berfoto dengan latar gambar Ahok-Djarot. Foto | Dokumen Pribadi.
Tidak ada yang tahu persis kapan bunga digunakan sebagai alat mengungkapkan perasaan seseorang, kepada sesama, kepada Sang Khalik Tuhan Yang Maha Esa hingga pemanfaatan bunga tujuh rupa sebagai kelengkapan mandi seseorang untuk sukses meraih cita-citanya. Itu bagi yang meyakini petuah spiritual para tetua.

Juga tidak diketahui Habil dan Qabil - dua putera Nabi Adam - ketika menyerahkan kurban, apakah juga menyertakan bunga? Tidak ada cerita itu dalam Alquran.

Di permukaan bumi, sudah menjadi Sunnatullah, Tuhan sudah menganugrahkan manusia dengan bunga berbagai warna, corak dan bentuk yang beragam. Kesemuanya menampilkan keindahan dan siapa pun akan menyukainya. Hanya, maaf, bagi orang kurang waras sajalah tidak peduli akan keindahan bunga.

Bagi kita, bunga (Anggrek, Camelia, Gardenia, Candytuft, Celosia, Clover, Coreopsis, Cosmos, Dahlia, Ros, Daisi, Matahari dan berbagai jenis lainnya) yang berhamparan di Bumi Nusantara ini dapat dimaknai sebagai wujud dari Bhinneka Tunggal Ika.

Jelang pelantikan Anies dan Sandiaga, yang dijadwalkan Senin (16/10/2017), karangan bunga berhamparan di Balaikota dan Lapangan Banteng. Beragam ucapan selamat, dituliskan oleh si pengirimnya. Termasuk ucapan selamat jalan bagi gubernur yang sudah mantan pun - Joko Widodo,  Ahok dan Djarot - masih dikirimi bunga.

Bangga prestasi yang dicapai Ahok-Djarot. Foto | Dokumen Pribadi.
Bangga prestasi yang dicapai Ahok-Djarot. Foto | Dokumen Pribadi.
Ungkapan rasa cinta warga terhadap seorang gubernur. Foto | Dokumen Pribadi.
Ungkapan rasa cinta warga terhadap seorang gubernur. Foto | Dokumen Pribadi.
Memang, menyampaikan kata dan perasaan hati terasa lebih mengenai sasaran jika dikemas dengan bunga. Apalagi memberi bunga bagi sang pacar, hati bakal berbunga-bunga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun