Mohon tunggu...
Eduardus Fromotius Lebe
Eduardus Fromotius Lebe Mohon Tunggu... Dosen - Penulis dan Konsultan Skripsi

Menulis itu mengadministrasikan pikiran secara sistematis, logis, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Generasi Milenial dalam Restrukturisasi Pertanian

5 November 2021   11:04 Diperbarui: 5 November 2021   16:24 1389
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Petani Milenial Desa Mengeruda (Sumber: Dokumentasi pribadi Fotografer: Alle Meo)

Salah satu alternatif pengendalian serangga hama tanaman, penggunaan pestisida nabati dinilai aman digunakan. Proses pembuatannya pun tidak sulit. Petisida ini dibuat dengan menggunakan bahan baku yang mudah ditemui. Beberapa contoh pestisida alternatif sebagai pengganti pestisida berbahan kimia dapat di baca di sini 

Menggunakan pestisida nabati untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Pestisida nabati yang digunakan oleh petani tidak memiliki dampak buruk bagi lingkungan sekitar seperti tanah, air dan udara. Jika demikian adanya maka prinsip keberlanjutan dalam pertanian akan tetap diwujudkan.

2. Memanfaatkan kemajuan teknologi pada sektor pertanian

Pemanfaatan kemajuan teknologi pada sektor pertanian merupakan ciri petani milenial. Cara kerja petani milenial lebih efektif dan efisien bila dibandingkan dengan petani konvensional. Mengurangi waktu kerja serta beban kerja adalah pola pikir yang harus dimiliki oleh petani milenial.

Penggunaan teknologi untuk meningkatkan hasil produksi sangatlah dianjurkan. Teknologi seperti traktor, mesin rontok padi, alat-alat penyemprotan, mesin rintis adalah sederetan alat yang wajib dimiliki oleh petani milenial. Bukan hanya sekadar dimiliki melainkan juga bisa menggunakan (mengoperasikan) secara baik dan benar.

Pengolahan Lahan Sawah dengan Teknologi Traktor (sumber: Dokumentasi pribadi Fotografer: Yeri Bele)
Pengolahan Lahan Sawah dengan Teknologi Traktor (sumber: Dokumentasi pribadi Fotografer: Yeri Bele)

Teknologi tepat guna untuk efektif kerja para petani harus mampu dimanfaatkan secara baik. Kalau mau jujur, masih banyak petani yang menggunakan peralatan tradisional dalam mengelola lahan seperti sawah dan ladang. Dari segi waktu sangat tidak efektif. Selain itu, penggunaan peralatan tradisional dalam pertanian akan membutuhkan tenaga yang ekstra. 

Cara Konvensional Memanen Padi (sumber: Dokumentasi pribadi Fotografer: Wilson Tena)
Cara Konvensional Memanen Padi (sumber: Dokumentasi pribadi Fotografer: Wilson Tena)

Sering kali banyak petani yang mengeluhkan kondisi tubuh yang lelah akibat kerja di sawah atau ladang. Ini karena penggunaan teknologi tradisional seperti menggunakan cangkul untuk mengolah lahan pertanian. Sehingga menguras tenaga tenaga lebih banyak. 

Petani milenial harus melek teknologi. Sebagai contoh para petani milenial harus menguasai pasar digital. 

Pemasaran produk pertanian dapat dilakukan melalui media sosial atau melalui platform pasar digital. Tidak lagi harus ke pasar tradisional, petani dapat memasarkan langsung dari rumah. Memang belum semua, namun prioritas pemasaran di masa depan pasti akan melalui digitalisasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun