Mohon tunggu...
EDROL
EDROL Mohon Tunggu... Administrasi - Petualang Kehidupan Yang Suka Menulis dan Motret

Penulis Lepas, Fotografer Amatir, Petualang Alam Bebas, Enjiner Mesin, Praktisi Asuransi. Cita-cita: #Papi Inspiratif# web:https://edrolnapitupulu.com/

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Tersenyum Bersama Tambang untuk Kehidupan

19 Oktober 2016   08:53 Diperbarui: 19 Oktober 2016   09:45 486
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi perhitungan jejak air dan distribusi air negara tambang

Mineral Logam. Jumlah potensinya yakni Emas: 6.600 ton, Perak: 838.000 Ton, Tembaga: 149 Juta Ton,    Nikel:650 Juta Ton  , Timah: 500 Ribu Ton, Bauksit (Bijih Alumunium): 1.740 Juta Ton.

Batubara.Jumlah potensinya: 65,4 Miliar Tonper tahun 2015.

Cadangan

Minyak Bumi: 4 juta barrel atau 1 juta barrel per hari. Kebutuhan bahan bakar minyak nasional sekitar 1,2 juta barrel per hari.

Gas Bumi :lebih dari 104 Trilyun Standar Kaki Kubik/TSCF. Kebutuhan gas alam nasional sekitar 5.747 Juta Standar Kaki Kubik Per Hari/ MMSFCD (Million Standard Cubic Per Day) di tahun 2015 atau setara dengan 992,000BOE (Barrel of Oil Equivalent) per hari.

Panas Bumi, cadangan menghasilkan listrik sebesar 5.500 MW.

Mineral Logam. Jumlah Cadangannya yakni Emas: 2.500 ton, Perak: 19.448 Ton– Kebutuhan produksi per tahun sekitar 278,78 kilogram, Tembaga: 64,83 Juta Ton, Nikel: 400 Juta Ton, Timah: 50 Ribu Ton, Bauksit (Bijih Alumunium) : sebesar 571 Juta Ton dengan produksi mencapai 40,6 Juta Ton pada tahun 2011 berupa bijih dan konsentrat.

Batubara.Cadangan sebesar 12 MilliarTon. Produksimencapai 205 Juta Tonpada tahun 2015, menurun drastis dari tahun sebelumnya mencapai 458 Juta Ton.

Melihat angka-angka kekayaan alam dan produksinya yang luar biasa telah menempatkan Indonesia sebagai negara yang kaya sumber daya alam tambangnya, peringkat ke-6 di dunia menurut USGS – lembaga survey Geologi Amerika Serikat. Berdasarkan berbagai catatan di media, Indonesia menduduki peringkat ke-3 untuk ekspor batubara, peringkat ke-2 untuk produksi timah, peringkat ke-2 untuk produksi tembaga, peringkat ke-6 untuk produksi emas dalam ukuran kelas dunia. Namun herannya, Indonesia mendapat peringkat rendah dalam hal iklim investasi untuk usaha pertambangan khususnya.

Kekayaan sumber daya alam tambang non-migas Indonesia ini adalah pengaruh dari kondisi tektonik dan geologi yang luar biasa yakni berada dalam lempeng benua dan jajaran gunung berapi (ring of fire). Proses pembentukan mineral yang bernilai ekonomis (mineral bijih) sebagian besar dipengaruhi oleh kondisi dan proses yang berada di bawah gunung berapi  yang dikenal dengan hydrothermal, yakni terbentuknya larutan magma yang bersifat cair (aqueos) yang akhirnya mengendap dan kaya akan mineral logam yang relatif ringan berbentuk kristal.

Proses Hydrotermal (Sumber ilustrasi: Sumber: https://geotrekindonesia.files.wordpress.com/2013/06/cibuni-7.jpg)
Proses Hydrotermal (Sumber ilustrasi: Sumber: https://geotrekindonesia.files.wordpress.com/2013/06/cibuni-7.jpg)
Kamu bisa membayangkan betapa besarnya kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini akan bahan bakar minyak sehingga pemerintah harus impor minyak bumi bahkan mengusahakan ladang minyak baru di luar Indonesia. Potensi gas bumi Indonesia yang luar biasa besar nantinya akan perlahan menggantikan kebutuhan minyak bumi namun masih diperlukan pembenahan seperti biaya pengelolahan dan penjualan gas yang cenderung mahal dan pembangunan infrastruktur yang belum memadai.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun