Mohon tunggu...
Edrida Pulungan
Edrida Pulungan Mohon Tunggu... Analis Kebijakan - penulis, penikmat travelling dan public speaker

Penulis lifestyle, film, sastra, ekonomi kreatif Perempuan ,Pemuda, Lingkungan dan Hubungan Luar Negeri Pendiri Lentera Pustaka Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Anugerah Rekor MURI untuk Edrida Pulungan Sang Perempuan Pecinta Puisi

19 Maret 2022   21:40 Diperbarui: 19 Maret 2022   21:48 563
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Wahai pantai yang mencintai senja

yang masih merindu ombak yang  pergi

Lihatlah perempuan pemimpi  pecinta puisi ini

Masih tak percaya menerima anugerah rekor MURI

Saya adalah perempuan pecinta puisi. Entah mengapa puisi yang penuh misteri, klasik bahkan metaforik  bagi saya menjadi menarik. Kadang-kadang saya mencoba menulis berbagai puisi sebagai refleksi perjalanan dan renungan-renungan kecil dalam memorial kehidupan bahkan hal-hal misteri, gagasan dan impian yang tidak selesai saya pikirkan di kepala saya, maka akan saya ramu menjadi puisi. Namun  entah mengapa sebagai seorang pembelajar yang masih minim pengetahuan dan pengalaman saya merasa puisi itu adalah kehidupan saya sendiri. Saya harus meneruskan menulis bait demi baitnya agar menjadi tuntas. Padahal puisi tak perlu sempurna cukup menjadi dirinya namun bisa mengirimkan pesan dan memnggugah hati setiap insan

Berawal dari sebuah inspirasi  dari mempromosikan perdamaian melalui karya sastra dan budaya yang saya kirimkan sebagai proposal dalam perhelatan Forum Perdamaian Paris ( Paris Peace Forum) 2019 yang menampung gagasan multilateral dari berbagai belahan dunia membuat saya yang masih kurang jam terbang mencoba menawarkan gagasan dan cara pandang. Hingga ide saya diterima dan mendapat undangan untuk menghadiri forum tersebut dan bertemu banyak tokoh dunia seperti Sekjen PBB  (Antoni Gutteres),Ursula Gertrud von der Leyen (Presiden Komisi Eropa) , Emmanuel Macron ( Presiden Prancis) dan tokoh- tokoh dunia lainnya

Hingga  pada satu kesempatan saya berada dalam whats up grup sesama penulis yang diantaranya Pak Jaya dan pernah menjadi narasumber webinar satu pena dalam buku antologi " Kemanusian dimasa Wabah Corona".   saya senang dan bahagia sekali dan akhirnya  saat pagi hari yang istimewa saya memberanikan diri menelpon beliau dan ternyata diangkat. Saya makin kaget dengan sosok produktif dan multi talenta ini. Saya berbincang santai dengan Pak Jaya Suprana sosok perekat bangsa yang tulisannya sudah saya baca sejak SMP. Pak Jaya memang sosok cerdas dan bicara dengan beliau seolah ringan tapi sangat filosofios. Kmai berbicara tentang tema kebangsaan, toleransi serta seni budaya. Pak Jaya juga sangat lihai bermain recital piano, impian saya kelak bisa baca puisi diiringi piano beliau.

Saya merenungkan pembicaraan kami yang terasa singkat padahal hampir sejam lebih, hingga saya bercerita saya suka menulis puisi puisi bertema kebangsaaaan, sosial budaya dan perdamaian. Seperti seorang anak yang kehilangan sosok panutan dan mentor saya bercerita sedikit tentang pengalaman mempromosikan sastra dan budaya di forum perdamaian di Prancis tahun 2019 yang setahun sudah berlalu dan buku saya dipajang di Globe Peace libarary Paris dengan 57 kontributor tokoh dunia lainny. Memang Etalase perpustakaan tersebut dipersembahkan untuk Presiden dan tokoh dunia yang menyerahkan buku mewakili negaranya.  Saya beruntung buku saya yang berjudul " The Paece Message of The Earth " ( Pesan Damai Bumi) menjadi koleksi perpustakaan tersebut setelah dikurasi secara internal oleh tim Panitia Paris Peacxe Forum" bahkan meraka meminta dimana saya inginkan buku itu diletakkan, hingga saya minta diletakkan di sebelah kanan berdekatan dengan buku Ketua Komisi Uni Eropa ,Ursula Gertrud von der Leyen, Sosok perempuan inspiratif, Presiden Komisi Eropa yang pernah jadi Menteri Pertahanan Jerman  ke delapan Tahun 2013

Akhirnya saya menerima undangan yang masuk ke email saya pada tanggal  1 Juli 2021 dengan isi sebagai berikut "

Jakarta, 1 Juli 2021

SURAT KETERANGAN

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun