Mohon tunggu...
Edrida Pulungan
Edrida Pulungan Mohon Tunggu... Analis Kebijakan - penulis, penikmat travelling dan public speaker

Penulis lifestyle, film, sastra, ekonomi kreatif Perempuan ,Pemuda, Lingkungan dan Hubungan Luar Negeri Pendiri Lentera Pustaka Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Sedetik yang Berharga di Tengah Tokoh Dunia dan Negara dalam Paris Peace Forum 2019

9 Desember 2019   12:31 Diperbarui: 9 Desember 2019   16:42 284
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar 6 : Berphoto bersama wakil dubes UInesco, Bapak Rosa bersama deegasi staf Kemendikbud di kantor Unesco, Paris, disela-sela sidang tahunan Unesco Paris doc. Edrida Pulungan

Beberapa tokoh dunia yang diberikan kesempatan memberikan buku dalam perpustakaan perdamaian adalah Kanselir Jerman, Angela Markel,Sekjen PBB, Antonio Guttares, dan Vladimir Putin, Presiden Rusia

Gambar 6 : Berphoto bersama wakil dubes UInesco, Bapak Rosa bersama deegasi staf Kemendikbud di kantor Unesco, Paris, disela-sela sidang tahunan Unesco Paris doc. Edrida Pulungan
Gambar 6 : Berphoto bersama wakil dubes UInesco, Bapak Rosa bersama deegasi staf Kemendikbud di kantor Unesco, Paris, disela-sela sidang tahunan Unesco Paris doc. Edrida Pulungan
Saya ikut dalam beberapa forum diskusi yang terkait dengan kebudayaan, perdamaian, kepemudaan dan serta pemberdayaan perempuan di berbagai negara.

Beberapa prsentasi yang menarik tentang kebudayaan adalah dari UNESCO yang ingin memelihara budaya masayarakat Mosul. 

Saya jadi terpikir untuk membuat tulisan -tulisan tentang peninggalan Unesco di Indonesia yang terdiri dari 12, meskipun saya sudah menuliskan berbagai puisi terkait warisan budaya bangsa serta candi dan museum dalam buku antologi puisi "Di balik batu-batu candi "yang di launching pada hari museum nasional.

Saya juga memperkenalkan dan mempromsikan Jakarta sebagai kota yang memiliki destinasi budaya, aman dan damai untuk dikunjungi, saya juga serta memberikan fliyer dan tourism book Jakarta yang selalu saya bawa, dan juga memperkenalkan boneka penari ondel-ondel DKI yang memiliki baju warna-warni Jakarta kepada berbagai delegasi negara seperti Belgia, Kanada, Brazilia, Paris, Mali dan negara--negara lainnya.

Gambar 7 : Saya mempromosikan Jakarta dengan mempromosikan boneka penari tradisional ondel-ondel kepada delegasi kepada Belgia, di Paris Peace Forum tanggal 13 Nov 2019
Gambar 7 : Saya mempromosikan Jakarta dengan mempromosikan boneka penari tradisional ondel-ondel kepada delegasi kepada Belgia, di Paris Peace Forum tanggal 13 Nov 2019
Bahkan delegasi dari Prancis yang bergerak di bidang budaya, hiburan, pariwisata berminat untuk membuat cacara tentang budaya dan berniat akan mengadakan program kunjungan ke Jakarta bernama Mrs. Vivianne. 

Begitu juga seorang delegasi dari Uni Eropa yang akan mengunjungi Jakarta dalam program Erasmus Peace Project.

Dalam obrolan kami ini ia mengatakan bahwa Jakarta adalah kota yang megapolitan yang menarik untuk di kunjungi karena menurut percakapan saya dengan Marteen (Delegasi Belgia dari Diplomatic Magazine) dia sangat salut dengan keragaman Jakarta dimana menyaksikan masjid istiqlal dengan katedral berdampingan.

Saya juga sempat berkunjung ke Kantor UNESCO dan bertemu dengan Wakil Dubes Republik Indonesia untuk UNESCO Paris, yakni Bapak Surya Rosa Putra dan Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd selaku Executive Chairman Komisi Nasional Untuk UNESCO Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan menyampaikan bahwa Indonesia harus tetap bangga dengan budaya dan mempromosikan bahasa Indonesia. 

Bapak Wakil Dubes juga menerima buku karya saya yang berjudul " Jejak Damai Di Tanah Barus" sebagai karya tentang potret harmoni masyarakat di Tapanuli Tengah di mana masyarakat yang Beragama Islam dan Kristen hidup rukun bahkan sejahtera karena daerahnya memiliki kapur barus yang dibutuhkan oleh negra-negara eropa kala itu sebagai bahan pengawet dan kegunaan untuk alat komsetika lainnya

Gambar 8 : Kenangan tak terlupakan diundang pada Paris Peace Forum 11- 13 November 2019 sebagai penulis dan sastrawan terkait karya tulisan tema budaya, pendidikan dan perdamaian dan terekam dalam official youtube Paris Peace forum pada menit ke 1.18 " doc. Edrida Pulungan video " One Best Minute Paris Peace Forum" yang ditampilkan di layar selama 1 detik dihadapan 7000 delegasi dunia dan bisa diakses di youtube.com. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun