Eddy Mesakh
Eddy Mesakh wiraswasta

Eddy Mesakh. Warga negara Republik Indonesia. Itu sa! Dapat ditemui di http://www.eddymesakh.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Inggris Layak Kuasai Eropa!

11 Mei 2019   06:37 Diperbarui: 12 Mei 2019   09:39 1106 8 4
Inggris Layak Kuasai Eropa!
Piala Liga Europa dan Liga Champions (Sumber: uefa.com)

LIGA Inggris menunjukkan keperkasaannya. Empat klub dari kasta teratas liga sepakbola Ratu Elisabeth itu menguasai final Liga Champions maupun Liga Eropa. Liverpool vs Tottenham akan beradu di final Liga Champions, sementara Liga Eropa mempertemukan Arsenal vs Chelsea. All English Final!

Liverpool membalikan ketinggalan 0-3 untuk memastikan tiket final Liga Campions setelah ungul agregat 4-3 atas Barcelona. Kemudian disusul Tottenham yang juga mampu membalikan ketinggalan 0-1, bahkan ketinggalan 0-2 dari Ajax di babak I, sebelum akhirnya unggul 3-2 pada babak kedua di Amsterdam ArenA. Kedua tim sesame Inggris akan bertarung di Wanda Metropolitano, kandang Atletico Madrid ,pada Sabtu 1 Juni 2019 nanti.

Di Liga Eropa, The Gunners Arsenal lebih dulu menjejakkan kaki di final setelah unggul dua leg atas wakil Spanyol, Valencia, dengan agregat 7-3. The Blues Chelsea menyusul setelah menang adu penalti atas wakil Jerman, Eintracht Frankfurt. Sebelumnya kedua tim bermain imbang (1-1 dan 2-2). Final Liga Eropa akan berlangsung di Baku Olympic Stadium, Azerbaijan, Rabu 29 Mei 2019.

Penggemar Liga Premier Inggis boleh mengklaim bahwa liga tersebut merupakan gambaran kekuatan dan kualitas liga-liga elite di Eropa. Ketatnya persaingan klub-klub di liga-liga top Eropa, tampak jelas bahwa Liga Premier Inggris lah paling ketat. Ada the big six alias enam tim bersaing ketat di posisi 1-6, yakni Manchester City, Liverpool, Chelsea, Tottenham Hotspur, Arsenal, dan Manchester United.

Pertarungan tim-tim ini pun sangat ketat. Dengan selisih hanya satu poin, City dan The Reds berterung ketat memperebutkan posisi puncak hingga pertandingan terakhir. Sementara posisi tiga sampai enam, pun bertarung ketat memperebutkan zona Liga Champions.

Hanya MU yang dipastikan sudah terlempar dari zona Champions, karena meski memenangkan pertandingan pekan 38 (vs Cardiff City), mereka tetap defisit satu angka dari Tottenham di peringkat empat. Demikian pula Arsenal. Kendati secara hitungan di atas kertas, masih memungkinkan naik ke posisi empat, namun dengan defisit 8 gol dari Tottenham, tampaknya agak mustahil meraihnya.

Paling kompetitif 

Persaingan di Liga Inggris pun terbilang selalu ketat dan paling kompetitif. Tak ada jaminan tim-tim elite yang bertengger di posisi enam besar bisa dengan mudah mengalahkan tim-tim di bawahnya. Misalnya Wolverhampton, Everton, Leicester, Newcastle, dan lainnya.

Wolverhampton, misalnya. Tim berjuluk The Wolve, yang kini berada di posisi tujuh klasemen, mampu menumbangkan tim-tim elite seperti Tottenham, Arsenal, Chelsea, dan Manchester United. Mereka juga mampu mengimbangi Manchester City. 

Wolves pula yang akan ikut menentukan apakah Liverpool mampu meraih poin maksimal untuk menjaga asa menjuarai Liga Premier musim ini pada pertandingan penutup, pekan ke 38. Pada pertemuan pertama musim ini, tim besutan Nuno Espirito Santo ini takluk 0-2 dari pasukan Juergen Klopp.

Jika pertarungan Liga Premier begitu ketat, lain halnya dengan LaLiga Spanyol, Seri A Italia, dan Ligue 1 Prancis. Liga Italia dan Spanyol sudah ada pemenangnya, yakni Juventus dan Barcelona. 

Juventus berselisih 16 poin dari Napoli di posisi kedua. Sementara Barcelona terpaut 9 poin dari Atletico Madrid di posisi kedua. Di Prancis, Paris Saint-Germain unggul 16 poin dari Lille di posisi kedua.

Sumber: Daily Express
Sumber: Daily Express
Liga-liga elite Eropa yang cukup ketat adalah dan Eradivisie Belanda dan Bundesliga Jerman. Di Jerman, FC Bayern Mnchen (74) bersaing ketat dengan Borussia Dortmund (70). Sementara Eradivisie, Ajax Amsterdam dan PSV Eindhoven sama-sama mengemas 80 poin hingga pekan ke-32.

Ketatnya persaingan Liga Premier Inggris menjadi kekuatan liga tersebut dibanding liga-liga top Eropa lainnya. Belum lagi jadwal pertandingan yang lebih padat, mengingat ada 24 tim bertarung di liga tersebut. Liga-liga lainnya masing-masing hanya diikuti oleh 18 dan 20 klub; Jerman (18), Belanda (18), Spanyol (20), Prancis (20), dan Italia (20).

Di satu sisi, banyaknya pertandingan per musim menguras energi dan potensi cedera para pemain lebih besar. Tapi di sisi lain, hal ini membuat para pemain Liga Premier Inggris menjadi sangat kompetitif serta memiliki spirit bertanding lebih tinggi. Inggris bukan hanya the big four atau sekarang the big six.

Semua tim saling bertarung ketat. Bahkan tim seperti Leicester City bisa tiba-tiba menyodok dan menjuarai Liga Inggris musim 2015/2016. Sementara secara tradisional, pemegang gelar itu menjadi langganan Manchester United, Chelsea, Arsenal, serta Liverpool pada masa-masa silam dan Manchester City belakangan ini.

Dalam 15 tahun terakhir, atau sejak musim 2003/2004, ada lima klub yang bergantian menjadi juara, yakni Manchester United (5), Chelsea (5), Manchester City (3), Arsenal (1), dan Leicester City (1).

"Liga Inggris merupakan liga yang kompetitif. Tak ada jaminan tim-tim elite yang bertengger di posisi enam besar bisa dengan mudah mengalahkan tim-tim di bawahnya."

Sementara di Spanyol, orang hanya membicarakan Barcelona dan Real Madrid, dengan sesekali disodok Atletico Madrid dan Valencia. Bahkan dalam 15 tahun terakhir, persaingan Liga Spanyol hanya menjadi arena balapan bagi Barcelona dan Real Madrid, kecuali musim 2013-2014, dimana Atletico Madrid keluar sebagai juara.

Di Italia, dalam rentang waktu yang sama, hanya ada tiga klub langganan juara, yakni Juventus, Inter Milan, dan AC Milan. Dalam delapan musim terakhir lebih parah lagi, karena delapan gelar beruntun menjadi milik Juventus.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2