Mohon tunggu...
I Ketut Suweca
I Ketut Suweca Mohon Tunggu... Dosen - Dosen - Pencinta Dunia Literasi

Kecintaannya pada dunia literasi membawanya suntuk berkiprah di bidang penulisan artikel dan buku. Baginya, hidup yang berguna adalah hidup dengan berbagi kebaikan, antara lain, melalui karya tulis.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Membangun Kegemaran Membaca Masyarakat, Apa yang Bisa Dilakukan?

1 April 2022   20:20 Diperbarui: 3 April 2022   05:51 1398
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi anak sedang membaca buku. Sumber: Freepik via Kompas.com

Para orangtua inilah yang menjadi teladan bagi putra-putrinya dalam hal membaca. Ia mesti menjadi contoh yang baik dalam hal ini. Dengan teladan yang baik itu, anak-anak pun akan ikut rajin membaca seperti orangtua mereka.

Perpustakaan mini di rumah (Sumber gambar: mademoisellemodeuse.com).  
Perpustakaan mini di rumah (Sumber gambar: mademoisellemodeuse.com).  

Kegemaran Membaca di Sekolah

Di samping di rumah, kegemaran membaca anak-anak pun harus didorong di sekolah secara intensif. Untuk ini, diperlukan perpustakaan sekolah.

Perpustakaan sekolah yang dikelola dengan baik akan menjadi sumber belajar anak-anak. Oleh karena itu, perhatian sekolah terhadap perpustakaannya sangatlah penting dan strategis.

Jangan lagi ada sebutan perpustakaan sebagai gudang ilmu. Konotasi "gudang" adalah sebagai tempat menyimban barang yang tidak dipakai, barang bekas, dan sejenisnya. Jadikan perpustakaan sebagai sumber belajar utama di sekolah.

Kepala sekolah dan para guru hendaknya menciptakan kondisi yang memberi keleluasaan dan dorongan kepada para siswa untuk membaca di perpustakaan.

Banyak sekolah yang mendorong para siswanya rajin membaca buku dengan menugaskan mereka membuat ringkasan buku.

Ringkasan buku itu kemudian dibacakan di depan kelas atau saat apel di halaman sekolah dan didengar oleh para guru dan siswa setempat. Ini merupakan kegiatan yang sangat baik dan patut diteruskan.

Perpustakaan sekolah mesti bisa memberikan suasana yang nyaman untuk membaca. Di samping itu, koleksi buku seyogianya ditambah atau dilengkapi secara bertahap dan berkelanjutan.

Petugas perpustakaan sekolah, tidak boleh lagi bersikap pasif dengan  menunggu hadirnya pemustaka. Mereka mesti melayani para pemustaka dengan sebaik-baiknya. Keramahan dan senyum menjadi penghiasnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun