Mohon tunggu...
Dyah NurainiSulistiyorini
Dyah NurainiSulistiyorini Mohon Tunggu... Mahasiswa UKSW

Love to Write But Not a Writer and Love to Sing But Not a Singer.

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Petani Milenial: Pengangguranpun Jadi Inspirasi

21 September 2019   08:20 Diperbarui: 23 September 2019   05:34 266 7 7 Mohon Tunggu...
Petani Milenial: Pengangguranpun Jadi Inspirasi
Foto Pak Apriadi bersama pohon anggurnya 

Apa yang terpikirkan pertama kali ketika mendengar kata pertanian? Sawah yang luas di bawah teriknya matahari? Atau Petani dengan pakaian kotor ditemani kerbaunya? Saya yakin tidak jauh-jauh dari pekerjaan bercocok tanam di sawah, kotor, panas, dan jauh dari kata keren bagi generasi kita. Parahnya lagi, semua orang berbondong-bondong menjauhi bidang pertanian karena dianggap tidak mampu menjamin masa depan. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa sumber makanan manusia merupakan hasil dari pertanian.

Salah satu kisah inspiratif dari seorang pengangguran ini juga dapat membuka pikiran kita tentang pertanian.  Menghapus semua prasangka buruk kita terhadap pertanian. Menginspirasi kita untuk memajukan sektor pertanian di Indonesia, yang memiliki julukan negara agraris.

Tapi, tunggu! Bagaimana bisa seorang pengangguran dapat menjadi inspirasi kita untuk belajar dan membuka diri terhadap pertanian?  Eiiitsss... tunggu dulu, hilangkan semua prasangka buruk tentang pengangguran.

Pengangguran yang saya maksud bukanlah seseorang yang hidup di dunia ini tanpa berbuat apa-apa dan tidak memiliki pekerjaan. Melainkan, suatu singkatan dari, "Pengusaha Anggur Pinggiran". Pengusaha ini sangatlah istimewa, beda dari pengusaha yang lain. Bahkan, bukan merupakan lulusan dari fakultas pertanian di universitas ternama, melainkan hanya lulusan STM. Namun, sungguh fantastis penghasilannya.

Pak Apriadi namanya. Beliau tinggal di Kota Salatiga. Pada awal bulan Agustus 2019 saya  mengunjungi beliau hanya untuk sekadar sharing tentang pertanian dan bisnis yang beliau jalankan.  Saya sangat penasaran begitu mendengar julukan unik yang beliau buat dan menjadi ingin tahu anggur jenis apa yang beliau jual. Kita semua pasti tau jika di pinggiran jalan banyak sekali penjual-penjual anggur, tetapi dengan penghasilan sebesar itu pasti bukan anggur yang biasa kita temui. Saya diajak melihat-lihat bibit anggur Pak Apriadi. Yang paling murah seharga Rp. 150.000,00. Bahkan ada yang mencapai puluhan juta rupiah untuk satu bibitnya tergantung jenis bibit anggurnya. Penghasilan perbulan Pak Apriadipun tak main-main, mencapai Rp. 58.000.000,00. Fantastis sekali, bukan? 

"Anggur yang dijual di pinggiran itu sudah tidak fresh dan banyak diberi pengawet. Pantas harganya murah."(Minggu, 4/8/2019).

Menurut keterangan Pak Apriadi, anggur yang biasa dijual di pinggiran dengan harga Rp. 18.000,00/kg itu sudah tidak fresh dan diberi pengawet. Artinya, semakin bahaya bagi tubuh kita jika terlalu banyak mengkonsumsinya. Lalu di mana kita mendapat anggur yang segar tanpa pengawet?

" untuk mendapat anggur yang fresh dirasa masih susah. tapi di tempat saya, tinggal datang ke kebun, lihat-lihat, timbag, harganya Rp. 70.000 per kg."

Menakjubkan, bukan? Anggur yang selama ini memang lebih mahal dari buah yang lain, ternyata malah lebih mahal untuk kondisi fresh nya.  

Berawal dari lulusan STM, lalu menanam anggur di pekarangan rumah di Demak. lalu bermodal sosial media, mampu merubah nasib Pak Apri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x