Mohon tunggu...
Dwi PutriKusumawati
Dwi PutriKusumawati Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi Universitas Airlangga Fakultas Sains dan Teknologi Prodi Fisika

saya adalah pribadi yang lebih senang menuliskan pengalaman pribadi lalu menyambungkan dengan aturan-aturan yang sudah ada untuk dapat dituangkan dalam tulisan

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

COORANG: Pengentasan Masalah GTM dan Stunting pada Bayi Usia 7-12 Bulan dengan Cookies Berbahan Dasar Kerang Hijau

24 Juni 2022   19:35 Diperbarui: 25 Juni 2022   04:50 559
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gerakan Tutup Mulut (GTM) atau dapat juga disebut sebagai cara bayi dalam menolak atau menghindari makanan yang diberikan oleh orang tua atau pengasuhnya kepadanya. Gerakan Tutup Mulut pada bayi disebabkan oleh banyak faktor. 

Unit Kerja Koordinasi Nutrisi dan Penyakit Metabolik mengklasifikasikan penyebab masalah makan tersebut ke dalam 6 jenis, yakni: 

(1) anoreksia infantil, atau penolakan makanan oleh anak secara menyolok, kehilangan nafsu makan yang khas dan gangguan pertumbuhan 

(2) sensory food aversions, atau anak menolak jenis makanan tertentu 

(3) posttraumatic feeding disorder, atau gangguan makan pasca trauma 

(4) feeding disorder associated with a concurrent medical condition, atau gangguan makan akibat kondisi medis 

(5) parental misperception, atau kesalahan persepsi orang tua dalam pemberian makan pada anak dan 

(6) inappropriate feeding practice atau praktik pemberian makan pada anak yang tidak sepantasnya. 

Diantara 6 faktor tersebut, kesalahan dalam praktik pemberian makanan merupakan faktor yang paling banyak ditemui sebanyak 83%. Penelitian yang dilakukan oleh Kadarhadi (2012) menyebutkan bahwa dari 41responden, 92% anak mengalami penolakan makanan disebabkan oleh perilaku pemberian makanan yang salah.

Sedangkan stunting (pendek atau penurunan tingkat pertumbuhan) pada manusia utamanya disebabkan oleh kekurangan gizi. Lebih jauh lagi, kekurangan gizi ini terjadi karena dampak kekurangan gizi kronis selama 1.000 hari pertama kehidupan bayi. 

Dimana dalam hal ini disebabkan oleh rusaknya mukosa usus oleh bakteri fecal yang mengakibatkan terjadinya gangguan absorbsi zat gizi. Kurang gizi sebagai penyebab langsung, khususnya pada balita berdampak jangka pendek meningkatnya morbiditas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun