Media

"Best Practice" Pasca USBN SD Bakalan Bantul, Tumbuhkan Keterampilan dan Maksimalkan Potensi Lulusan

15 Mei 2018   22:55 Diperbarui: 18 Mei 2018   09:29 645 0 0
"Best Practice" Pasca USBN SD Bakalan Bantul, Tumbuhkan Keterampilan dan Maksimalkan Potensi Lulusan
Siswa dibimbing guru belajar TIK/dokpri


BEST PRACTICE PASCA USBN SD BAKALAN BANTUL: TUMBUHKAN KETERAMPILAN DAN MAKSIMALKAN POTENSI LULUSAN

Setelah siswa kelas VI selesai mengikuti tes USBN siswa tidak mempunyai kegiatan pembelajaran intrakurikuler maupun ekstrakurikuler di sekolah. Sekolah biasanya meliburkan siswa kelas VI, hal tersebut sering menjadikan penyebab persolan karena siswa hanya menggunakan waktunya untuk bermain -- main bahkan menyebabkan kecelakaan. Saat siswa tidak bersekolah mereka cenderung bebas dan ingin mencoba hal -- hal yang baru tanpa pengarahan dari orang tua. 

Siswa hanya meniru teman, seperti belajar naik sepeda motor dengan diajari oleh teman sebaya. Tentunya hal ini akan menimbulkan persoalan, siswa ingin mencoba hal baru namun belum tepat pada waktunya dan belum terarahkan oleh pembimbing yang mumpuni. Maka oleh karena itu perlu adanya pemanfaatan waktu pasca UASBN dengan melaksanakan kegiatan positif di sekolah.

Pemanfaatan waktu pasca UASBN di SD Bakalan pada tahun pelajaran 2017/ 2018 akan dilaksanakan dengan serangkaian kegiatan keterampilan dasar bagi kelas VI. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dasar siswa dalam kehidupan sehari -- hari dan menyiapkan siswa lebih mandiri dalam menyiapkan keperluan pribadinya. 

Kegiatan pelatihan keterampilan dasar ini antara lain adalah kegiatan keterampilan dasar Teknologi dan Infomasi Komputer (TIK), kegiatan perawatan pakaian meliputi menyetrika dan menjahit, dan kegiatan keterampilan memasak. Setiap kegiatan dipandu oleh dua orang guru pemandu, namun  untuk kegiatan memasak pada setiap kelompok ada satu orang guru pembimbing.

Pada kegiatan TIK siswa dibimbing membuat tampilan presentasi dengan aplikasi Libre Office Presentation. Kegiatan ini membekali siswa dalam kemampuan mengetik dan presentasi. Pada akhir kegaitan ini siswa mempresentasikan hasil karyanya yang berisi identitas diri. Setelah siswa mempresentasikan hasil karya kemudian memberikan kesempatan pada teman yang lain untuk memberikan pendapat yang berupa kritik dan saran untuk perbaikan. Pada kegiatan ini siswa terlihat sangat percaya diri walaupun hasilnya masih perlu banyak perbaikan namun siswa sangat percaya diri dan bangga dengan hasil usaha mereka. Pada akhir kegiatan ini guru memberikan evaluasi dan kesimpulan.

Siswa belajar menyeterika baju dengan berbagai jenis kain/dokpri
Siswa belajar menyeterika baju dengan berbagai jenis kain/dokpri

Pada kegiatan menyetrika siswa mendapat penjelasan tentang cara perawatan kain mulai dari saat mencuci, menjemur, menyrika, melipat dan menyimpan pakaian dalam almari.  Setelah siswa  mendapat penjelasan jenis kain tersebut dilanjutkan dengan pejelasan cara menyetrika. Sebelum kegiatan ini dimulai beberapa siswa menjelasakan pengalamannya saat menyetrika di rumah. 

Setelah itu siswa belajar menyetrika mulai dari celana panjang yang mereka bawa. Siswa yang belum pernah menyetrika merasa masih canggung dan ragu -- ragu saat praktik menyetrika. Namun setelah itu mereka merasa tertantang setelah melihat temanya yang sudah terbiasa menyetrika

Siswa belajar menjahit/dokpri
Siswa belajar menjahit/dokpri

Saat kegiatan menjahit siswa mendapat pengetahuan dasar tentang pola dasar jahitan.Siswa mempraktikkan beberapa jenis tusuk jahit dasar dan bereksplorasi, setelah itu siswa mempraktikkan cara memasang kancing baju. Ada beberapa siswa yang membawa baju seragam sekolah yang kancing bajunya terlepas, hal ini mereka lakukan karena memang ingin memasang kancing baju sendiri. Pada kegiatan ini siswa menyimpulkan bahwa mereka sudah bisa menjahit dan memasang kancing baju, kegiatan menjahit bukan saja kegiatan ibu -- ibu namun menjahit wajib dikuasai semua orang agar mandiri, kegiatan menjahit membuat hati tenang, kegiatan menjahit perlu konsentrasi.

Siswa belajar memasak dengan cara bekerja sama dalam kelompok/dokpri
Siswa belajar memasak dengan cara bekerja sama dalam kelompok/dokpri

Saat memasak selain melatih kamandirian siswa dalam mempersiapkan kebutuhan sehari-hari, siswa juga belajar bekerja sama dalam kelompok. Siswa sangat antusias menmgikuti kegiatan ini karena siswa diberi kebebasan untuk berkreasi. Salah satu siswa mengemukakan bahwa kegiatan ini telah membuatnya semakin percaya diri dan dapat menyakinkan pada orang tuanya untuk belajar memasak sendiri. 

Siswa sering dilaramg orang tua untuk memasak atau menyetrika karena orang tua kuatir jika anak tersengat panas, terkena jarum jahit, atau terlukai pisau. Hal tersebut justru membuat siswa tidak mampu mandiri. Dengan adanya kegiatan ini orang tuanya menjadi yakin bahwa siswa dapat mandiri.

Pada akhir kegiatan ini siswa menyimpulkan bahwa kegiatan memasak adalah kegiatan yang menyenangkan, siswa dapat berkreasi memasak, siswa dapat menyiapkan masakan sendiri, kerja sama diperlukan dalam sebuah tim untuk memperoleh hasil yang baik.