Mohon tunggu...
Ign Joko Dwiatmoko
Ign Joko Dwiatmoko Mohon Tunggu... Guru - Yakini Saja Apa Kata Hatimu

Jagad kata

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Nia Ramadhani, Ardi Bakrie, dan Bom Komentar Penghakiman di Media Sosial

10 Juli 2021   09:07 Diperbarui: 10 Juli 2021   09:20 241 8 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sosok Nia dan Ardi Bakrie yang ditangkap karena mengkonsumsi Sabu - sabu (kompas.com)

Setiap ada persoalan dengan kaum selebritis, jetset, "worang kaya" ledakan komentar menghias media sosial. Di setiap artikel dan pemberitaan apapun tentang sepak terjang seleb tersebut selalu menjadi pusat perhatian. Demikian juga ketika Nia Ramadhani dan suaminya Ardi Bakrie ketahuan menggunakan Narkoba jenis sabu - sabu saat ditangkap polisi.

Mereka menjadi bulan- bulanan komentar dengan mengkait- kaitkan kelakuannya dengan keluarganya, masalah kekayaannya, mental orang- orang tajir, bagaimana tanggapan media khususnya media milik mereka yang kok malu - malu memberitakan tertangkapnya bos besar mereka karena kasus "memalukan"

Benarkah karena mengkonsumsi narkoba khususnya sabu- sabu yang membuat semangat berlipat- lipat gembira terus seakan tanpa rasa capek sebab pengaruh obat yang membuat mereka dirangsang otaknya dengan amphetamine yang mendorong penggunanya kuat menghadapi tekanan demi tekanan pekerjaan.

Ternyata orang kaya juga sering cemas, sering tertekan dan sering mengalami ancaman kejiwaan. Dan kebanyakan untuk menjaga stamina dan menjaga kebugaran larinya malah ke obat- obat "mahal" yang berefek nagih. Ada pil koplo, narkotika, opium, amphetamine, nyimeng dan masih banyak obat yang dikelompokan dalam narkoba.

Sudah biasa sebetulnya para pesohor menggunakan obat perangsang, pemicu stamina sebab tekanan besar memang selalu datang. Para seleb yang dituntut terlihat prima sedangkan persoalan pekerjaan dan rumah tangganya meskipun terlihat sempurna dengan fasilitas mewah namun pasti ada beban berat yang harus selalu ditanggung. Salah satunya karena apapun kegiatannya selalu ada media yang menyorotinya. Pastinya mereka akan terlihat sempurna dan terlihat ideal di mata publik, sekali terpeleset maka media akan mengulitinya terutama ketika terlibat dalam persoalan penggunaan obat obatan terlarang, selingkuh atau main api, masalah gonjang ganjing perusahaan, korupsi.

Nia Ramadani yang masuk jajaran seleb paling tajir pastinya tidak lepas dari sorotan media dan komentar warga atau netizen yang galak dan terkadang komentarnya mengerikan bahkan mungkin lebih menakutkan daripada vonis hakim sendiri. Dengan sendirinya vonis masyarakat lebih mengerikan sebab akan terkuliti dosa - dosa yang selama ini tersembunyi. Dari judul artikel yang bombastis para netizen itu bisa menambahkan dosa- dosa seleb tersebut menjadi beberapa paragraf padahal isi artikelnya sebenarnya biasa hanya memberitakan hal- hal normatif tetapi oleh netizen menjadi lebih drama.

Itulah mengapa setelah terkena kasus, Nia Ramadhani mematikan kolom komentar karena komentar netizen pasti akan jauh lebih meneror daripada pada vonis hakim yang kadang bisa ditebak ketika yang dihadapi orang kaya dan seleb. Kemungkinan mereka pastinya hanya mendapat hadiah untuk rehabilitasi, setelah itu menjalani beberapa sidang dan kasusnya menguap entah ke mana? Tahu - tahu mereka bebas.

Sketsa luapan emosi masa melihat kelakuan para petingginya atau para seleb seperti bom, meletus dan melebar ke mana - mana. Media sosial kadang menjadi media provokasi bagi warga yang gampang geram oleh sebuah peristiwa. Meskipun dulu Indonesia terkenal dengan sopan santun dan adat ketimurannya yang kental seiring dengan pergerakan waktu, digitalisme media, pengguna Handphone yang mengalami peningkatan signifikan maka saringan adat sopan santun, etika berbicara dan berkomentar di media sosial yang mengalami degradasi membuat Indonesia saat ini dikenal dengan komentar yang pedas kadang malah membuat emosi.

Dari negara yang ramah menjadi negara dengan komentar netizen yang kurang ajar dan kurang sopan. Nia Ramadhani, Anji dan sejumlah selebriti merasakan benar tekanan yang besar bagaimana mendapat penghakiman dari para netizen yang sering terkesan julid, suka membuka aib dan memojokkan.

Semoga saya sebagai orang yang suka menulis, tidak terbawa oleh arus besar masyarakat yang lebih senang menghakimi tetapi kadang lupa untuk introspeksi diri. Benar yang di katakan oleh Marshanda menyikapi kasus Nia Ramadani sahabatnya. 

 You were always there for me during my hard times. I Know you are being given this occurrence because God knows you CAN go through this, you can be ok, and be stronger for your self, your family , and your friends who care about you.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Media Selengkapnya
Lihat Media Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan