Mohon tunggu...
Mangatas SM Manalu
Mangatas SM Manalu Mohon Tunggu... Dokter Spesialis Penyakit Dalam -

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Mayapada Lebak Bulus, Jakarta Selatan & Klinik AIC, Kuningan City Mall - Jakarta. Instagram: https://www.instagram.com/mangatasm/ Twitter: https://twitter.com/#!/Komangatas3. Facebook: https://www.facebook.com/mangatasm

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

"Saya Alergi Obat yang Namanya Ada 'GIN' dan 'LIN'-nya"

6 Februari 2018   10:10 Diperbarui: 6 Februari 2018   18:13 10354
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(Tabel 4: Perbedaan Alergi dengan Efek Samping dan Intolransi obat, masing-masing pada 3 jenis obat: Enalapril, Codeine, Nortryptilinne' sumber: https://www.racgp.org.au/afp/2013/januaryfebruary/adverse-drug-reactions/ )

2. Nama dan penggolongan jenis obat tidak bisa disamakan hanya berdasarkan persamaan bunyi lisan, atau persamaan huruf tulisannya saja. Contohnya, obat B*T*GIN ("obat ginjal") tidak sama dengan golongan Antalgin (obat anti radang, pereda nyeri). Contoh lain ialah: TeofiLIN (obat yang melebarkan saluran nafas, mengurangi sesak), berbeda dengan AmoksiLIN atau AmpisiLIN (antibiotik)

3. SEMUA OBAT, apakah itu obat herbal, tradisional, jamu, obat Tiongkok, obat India (Ayurvedha); semua yang disebut dengan FITO FARMAKA, maupun obat FARMASI; PASTI TERBUAT DARI BAHAN KIMIAWI!

SEMUA YANG DAPAT DIRASAKAN PANCA INDERA KITA DI ALAM SEMESTA INI TERDIRI DARI BAHAN KIMIAWI!

Perusahaan farmasi TIDAK MENCIPTAKAN SESUATU UNSUR KIMIA YANG BARU, tetapi hanya menggabung-gabungkan beberapa bahan di alam, yang terdiri dari zat-zat kimiawi, sama saja dengan orang yang meramu jamu dari berbagai bahan alam (yang juga merupakan bahan kimiawi)!

Pengawet?! Ya memang ada beberapa jenis obat farmasi yang diberi pengawet, PENGAWETNYA TELAH DITELITI SELAMA PULUHAN TAHUN dan dinyatakan aman. Sama seperti obat herbal atau jamu, baik yang berbentuk tablet, atau serbuk, atau sirup, atau tablet, yang beredar di pasaran. Obat-obat herbal tersebut ternyata awet dan bisa tahan sampai lebih dari 2 tahun (kemungkinan memakai pengawet juga kan?!)

SEMUA "OBAT" (baik obat farmasi maupun tradisional) BERPOTENSI MEMILIKI EFEK SAMPING YANG TIDAK DIINGINKAN atau YANG TAK TERDUGA. Semuanya BISA MENIMBULKAN KERACUNAN (tergantung dosis, fungsi organ tubuh kita, cara mengemas obat, waktu kadaluwarsa obat, dan sebagainya)

HERBAL TIDAK MENIMBULKAN KERACUNAN KARENA DARI ALAM?! SILAHKAN MINUM SARI DAUN KECUBUNG.....Pasti teler...

Lha...ganja kan dari alam?! Bisa membuat keracunan kan?!

4. Dikotomi atau pemisahan bahwa obat A adalah obat herbal dan obat B ialah obat farmasi, seringkali tidak begitu tepat.

Obat farmasi juga berasal dari ramuan tumbuh-tumbuhan. Contohnya: antibiotik, Penisilin, dibuat dari jamur Penicillinum notatum. Obat malaria seperti Kina atau Artemisin, dibuat dari tumbuh-tumbuhan. Obat yang memperbaiki fungsi hati, misalnya HP Pr*, berisi Fructus schizandrae, dibuat dari bekatul (kulit ari padi).

Sebaliknya beberapa obat herbal, dikemas dalam kapsul gelatin, yang dibuat dengan memakai teknologi farmasi modern. Perhatikan isi di dalam botol beberapa jenis obat herbal yang berbentuk kapsul, ditemukan adanya kantong serbuk putih yang terbuat dari silika (silica gel) untuk menjaga agar kapsul herbal itu tidak lembab, supaya bisa bertahan lama. Adanya silica gel sebenarnya merupakan bagian dari metode pengawetan dengan teknologi farmasi modern. Jadi sebenarnya pada obat herbal yang beredar di pasaran, tetap digunakan teknologi farmasi modern.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun