Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Buruh - Orang Biasa

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Sebab dari Akhir Pahit Generasi Emas Belgia dan Jerman yang Salah Kalkulasi

2 Desember 2022   05:38 Diperbarui: 2 Desember 2022   05:39 710
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2022. Foto: AFP/Franck Fife via Kompas.com

Akan tetapi, menjadi juara tak segampang membalikkan telapak tangan. Prestasi terbaik timnas Belgia tatkala masuk semifinal Piala Dunia 2018 di Rusia.

Kendati tak meraih sukses di level turnamen internasional baik piala dunia maupun piala ereopa, timnas Belgia selalu konsisten meraih kemenangan setiap kali bertanding. 

Pendek kata, Belgia tak boleh dipandang sebelah mata. Belgia yang berada di peringkat dua dunia menurut FIFA adalah salah satu saingan terkuat Eropa. 

Nasib tragis terjadi pada Belgia di Piala Dunia 2022 seolah membahasakan akhir dari generasi emas. Beberapa pemain sudah berada di atas 30 tahun dan kemungkinan besar tak ikut bermain pada empat tahun kemudian.

Menjadi tantangan bagi Belgia tatkala tak ada regenerasi. Ketika tak terjadi regenerasi, generasi emas timnas Belgia pun seolah menjadi kenangan yang akan diingat dalam sepak bola Belgia.

Sebenarnya, trsingkirnya generasi emas Belgia ini juga dicorengi oleh rumor tak sedap dari ruang ganti. Relasi di ruang ganti tak begitu harmonis dan hal itu menyebar media. 

De Bruyne bahkan menjadi bahan kritikan rekan setimnya. Pemain penting Manchester City ini kabarnya berselisih dengan Vertongen dan Eden Hazard. 

Belum lagi relasi antara Kevin de Bruyne dan Thibaut Curtois tak berbicara satu sama lain lantaran masalah pribadi yang melibatkan kedua belah pihak. 

Ya, ketika situasi ruang ganti sudah hambar, performa di atas lapangan pun ikut berdampak. 

Belgia boleh saja mempunyai  sekumpulan pemain berbakat, namun kekuatan para pemain itu tak berdaya lantaran tak ada ikatan yang kuat dalam mengikat para pemain untuk bermain pada tujuan yang sama.

Akhir tragis perjalanan Belgia di piala dunia 2022 tak hanya disebabkan oleh turunnya performa para pemain, tetapi juga relasi di antara pemain sendiri. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun