Mohon tunggu...
Ahmad Rusdiana
Ahmad Rusdiana Mohon Tunggu... Penulis - Praktisi Pendidikan, Peneliti, Pengabdian Kepada Masyarakat-Pendiri Pembina Yayasan Pendidikan Al-Misbah Cipadung Bandung- Pendiri Pembina Yayasan Tresna Bhakti Cinyasag-Panawangan-Ciamis Jawa Barat
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Membaca dan Menulis Dengan Moto Belajar dan Mengabdi

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Implementasi Kurikulum Merdeka: Pembentukan Generasi Emas 2045

18 Mei 2024   06:49 Diperbarui: 18 Mei 2024   06:56 150
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: PPM Kulon Progo, tersedia di https://pemberdayaan.kulonprogo.go.id/mewujudkan-generasi-emas-2045

Implementasi Kurikulum Merdeka: Pembentukan Generasi Emas 2045

Oleh: Ahmad Rusdiana

Filosofi Kurikulum Merdeka didasarkan pada prinsip-prinsip inklusivitas, kreativitas, adaptabilitas, dan relevansi. Filosofi ini bertujuan untuk mengembangkan potensi setiap individu dan memperkuat karakter siswa guna mempersiapkan mereka dengan keterampilan yang diperlukan dalam persaingan global. Dengan memahami filosofi ini, kita dapat melihat bagaimana Kurikulum Merdeka menjadi pondasi yang kuat bagi pembentukan Generasi Emas.

Pertama: Poin Kunci Kurikulum Merdeka: Pendidikan Karakter; Salah satu aspek utama dari Kurikulum Merdeka adalah penekanan pada pendidikan karakter. Generasi Emas Indonesia tidak hanya diharapkan memiliki pengetahuan yang luas dan keterampilan yang memadai, tetapi juga karakter yang unggul. Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka difokuskan pada empat pilar utama:

Pembentukan Moralitas, a) Mengajarkan nilai-nilai etika dan moral kepada siswa. b) Mendorong perilaku yang sesuai dengan norma-norma sosial dan kebaikan universal. c) Mengintegrasikan pendidikan moral dalam semua aspek pembelajaran dan kehidupan sehari-hari siswa.

Kepemimpinan; a) Mengembangkan keterampilan kepemimpinan melalui berbagai aktivitas dan proyek. b) Mendorong siswa untuk mengambil inisiatif dan bertanggung jawab dalam berbagai situasi. c) Mengajarkan pentingnya kolaborasi, komunikasi efektif, dan pengambilan keputusan yang bijak.

Kreativitas; a) Memberi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan ide-ide kreatif mereka. b) Menggunakan metode pembelajaran yang inovatif dan beragam untuk memacu imajinasi siswa. c) Mendorong eksplorasi dan eksperimen dalam proses belajar mengajar.

Ketangguhan Mental; a) Mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dan kesulitan dengan sikap yang positif. b) Melatih kemampuan untuk mengatasi stres dan tekanan dalam berbagai situasi. c) Mengajarkan pentingnya ketekunan, keberanian, dan optimisme dalam mencapai tujuan.

Kedua: Tujuan Akhir: Individu yang Bertanggung Jawab dan Berintegritas; Dengan menekankan pada empat pilar tersebut, Kurikulum Merdeka bertujuan untuk membentuk individu yang: 1) Bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan mereka. 2) Memiliki integritas tinggi dalam kehidupan pribadi dan profesional. 3) Siap menghadapi berbagai tantangan baik secara individu, dalam masyarakat, maupun di dunia kerja.

Ketiga: Persiapan untuk Masa Depan; Melalui pendekatan yang komprehensif ini, Kurikulum Merdeka berusaha mempersiapkan siswa untuk menjadi anggota masyarakat yang berkontribusi secara positif dan siap beradaptasi dengan perubahan global. Generasi Emas Indonesia, dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang unggul, diharapkan mampu berkompetisi dan berkolaborasi dalam skala global, membawa bangsa menuju masa depan yang lebih cerah dan berdaya saing.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun