Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Buruh - Orang Biasa

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Artikel Utama

Saling Mengharapkan, Batu Sandungan dalam Mengerjakan Tugas Kelompok

10 Mei 2020   12:13 Diperbarui: 10 Mei 2020   15:13 601 54 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Saling Mengharapkan, Batu Sandungan dalam Mengerjakan Tugas Kelompok
Salah satu persoalan dalam kerja kelompok adalah mentalitas saling mengharapkan.| Sumber: Shutterstock via Kompas.com

Seorang guru biasanya memberikan pelbagai macam tugas kepada peserta didik. Tugas-tugas itu bisa diselesaikan dalam kategori pribadi maupun dalam bentuk tugas kelompok.

Tugas pribadi tidak terlalu bermasalah. Mau atau tidak, seorang siswa harus mengerjakannya. Toh, tugas itu bukan untuk orang lain, tetapi untuk kepentingan diri sendiri.

Tugas kelompok berada pada level gampang dan susah. Ini menjadi gampang jika setiap anggota kelompok mempunyai semangat dan karakter untuk bekerja bersama dalam satu kelompok. Paling tidak, kelompok itu didominasi oleh karakter individu yang mau dan rela bekerja bersama.

Menjadi susah, saat sebuah kelompok terdiri dari individu-individu yang tidak berminat pada kerja kelompok. Lebih suka bekerja sendiri dan ada anggota yang cenderung memonopoli alur diskusi di dalam kelompok.

Selain itu, salah satu persoalan dalam kerja kelompok adalah mentalitas saling mengharapkan. Setiap individu mempunyai pikiran kalau ada anggota lain yang bekerja dan menyelesaikan pekerjaan demi kelompok. Persoalannya, ketika hal itu dipikirkan oleh semua anggota kelompok. Jadinya, pekerjaan tidak terselesaikan.

Sejatinya, intensi di balik pemberian tugas kelompok adalah membangun kerja sama. Kerja sama setiap anggota kelompok melahirkan sebuah hasil. Hasil kerja ini bukanlah produk satu orang, tetapi hasil konsensus bersama dari kelompok. 

Namanya konsensus, setiap anggota kelompok menerima itu dan mengakuinya sebagai hasil kerja bersama.

Mentalitas saling mengharapkan ini juga kadang terjadi pada kehidupan sosial yang lebih luas. Ini terjadi saat anggota masyarakat cenderung saling mengharapkan dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan yang diperuntukkan untuk sebuah kelompok.

Tidak sedikit orang yang tidak terlibat dalam kerja bersama karena berharap kalau ada orang lain yang akan mengerjakannya.

Misalnya, kerja bakti di lingkungan. Ada orang yang tidak pergi dan terlibat kerja bakti tersebut karena berpikir bahwa pasti banyak orang yang pergi dan terlibat kerja bakti tersebut. Apalagi kalau kerja bakti untuk wilayah lingkungan yang luas.

ilustrasi Kerja Bersama sebagai sebuah kelompok. Sumber foto: medium.com
ilustrasi Kerja Bersama sebagai sebuah kelompok. Sumber foto: medium.com
Persoalannya, ketika 5 sampai 10 orang yang berpikir demikian. Kerja kelompok yang seyogiannya terselesaikan dalam jangka waktu singkat menjadi lama dan itu hanya membebankan orang-orang yang hadir dalam kerja bakti tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x