Mohon tunggu...
Dorma Jadi Haulian Situmorang
Dorma Jadi Haulian Situmorang Mohon Tunggu... Lainnya - Halo dunia :)

Halo apa kabar? :)

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Manfaat Uang Jajan; Menyelamatkan Kehidupan

15 Agustus 2021   13:32 Diperbarui: 15 Agustus 2021   13:40 823
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sejak kita kanak-kanak, kita sudah dikenalkan tentang uang jajan. Orangtua akan rajin memberi kita uang jajan, karena mereka tahu dan sadar bahwa sejak dini termasuk saat batita, kita sudah punya rasa untuk mengambil/memiliki sesuatu yang tidak ada di rumah kita. Ada hasrat menginginkan sesuatu, dan semua itu hanya bisa dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli.

Uang jajan punya peranan sangat penting sepanjang hidup kita, bahkan saat kita sudah memasuki masa sekolah, uang jajan adalah kunci utama yang membawa semangat kita untuk melanjutkan kegiatan belajar-mengajar selama disekolah. Uang jajan membuat kita punya kemampuan untuk membeli apa saja, tapi juga punya kemampuan berhenti belanja sesuai batasan uang jajan.

Uang jajan memiliki kebaikan yang bagus untuk kita, dengan jumlah uang jajan yang kita terima dari orangtua, kita bisa memperkirakan dan belajar memetakan uang jajan yang kita terima. Sebagian dipakai untuk berbelanja, sebagian bisa dipakai untuk ditabung, dan sebagian lagi bisa dipakai untuk belajar berjualan dengan modal yang sangat sedikit.

Apakah uang jajan akan berhenti kita terima saat kita bekerja?

Tidak. Uang jajan pasti akan selalu ada menyertai kehidupan kita bahkan saat kita sudah bekerja dan menikah. Uang jajan pasti akan berubah nominalnya seiring waktu dan sesuai perubahan keadaan kita, tidak peduli apakah kita hanya kuli bangunan atau pun kita sudah menjadi seorang direktur utama disebuah perusahaan ternama.

Lalu bagaimana dengan uang jajan setelah menikah? Apakah kita masih harus menerima uang jajan? Tidak cukupkah kita hanya memakai gaji yang kita terima? Bukankah kita sudah terlalu tua jika masih menerima uang jajan? Lalu siapa yang akan memberi kita uang jajan? Tidak mungkin saya meminta dari orangtua. 

Dalam kasus yang sering terjadi, salah satu keretakan rumahtangga datangnya dari faktor ekonomi.

Faktor ekonomi itu bermacam-macam bentuknya, kurangnya pemasukan dari pengeluaran, atau perputaran uang yang tidak jelas, sumber-sumber uang yang masih dipertanyakan, atau menjadi sumber kecurigaan setiap hari karna tidak tahu kemana saja habisnya uang-uang/gaji yang diterima setiap bulan.

Uang bisa menjadi batu sandungan untuk setiap orang yang tidak bisa mengatur keuangannya.

Dengan membuat manajemen keuangan yang baik dan sederhana, berapa pun pendapatan yang diterima pasti ada yang bisa ditabung untuk masa depan. 

Lalu apa kaitannnya dengan uang jajan?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun