Mohon tunggu...
DONY PURNOMO
DONY PURNOMO Mohon Tunggu... Pengajar dan Penulis

Aktivitas sehari-hari sebagai pengajar, Sebagai pemilik Bisnis SPIRIT KAOS dan suka menuliskan buah fikiran dalam coretan-coretan sederhana. kunjungi pula tulisan saya yang lain di http://pinterdw.blogspot.com/

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Menulis dari Nol? Siapa Takut!

20 Juli 2019   15:36 Diperbarui: 20 Juli 2019   15:42 0 3 0 Mohon Tunggu...
Menulis dari Nol? Siapa Takut!
Foto: Ilustrasi Menulis (Sumber: naviri.org)

Menjadi penulis adalah proses panjang yang tak mudah. Apalagi seperti saya yang belajar menulis dari nol secara otodidak. Tak pernah mengenyam pendidikan atau pelatihan khusus mengenai penulisan konten. Paling dulu waktu sekolah dan  kuliah pernah mendapatkan materi tentang bahasa Indonesia.Itupun sebatas teori dan sedikit prakteknya.

Dalam perjalanannya menjadi seorang penulis yang belajar dari nol bukanlah perkara mudah, banyak sekali kendala dan tantangan yang harus dihadapi. Namun, untuk menghadapi tantangan itu ada sedikit trik yang dapat dilakukan yaitu,

1. Pokoknya menulis

Menulis bukan sulapan yang dengan mudah dapat menjadi tulisan yang Bagus. Semua butuh proses panjang yang kadang menjenuhkan dan membosankan. Saat sedang mengalami fase ini maka tulis saja apa yang akan kamu tuliskan. Jangan berpikir tulisan itu benar atau salah. Karena tujuan utamanya adalah membiasakan menulis. Apakah boleh dipublikasikan? Boleh. Jika sudah melalui proses editing karena publikasi karya konsekuensinya adalah harga diri penulis.

2. Menulis sambil belajar

Menulis adalah keterampilan, sehingga teori tak mutlak dibutuhkan. Karena teori penulisan yang seabrek kadang membuat malas untuk mempelajarinya. Agar bisa cepat terampil menulis belajarnya sambil jalan saja. Kemudian bagaimana agar tahu kesalahannya? Cobalah tulisan itu didiskusikan kepada orang yang sudah paham tentang penulisan. 

3. Jangan takut dikritik

Dalam penulisan kadang terjadi perbedaan sudut pandang sehingga ketika terjadi perbedaan itu maka jelaskanlah dengan baik dan benar. Jika dikritik mengenai tata bahasa maka terimalah itu sebagai masukan untuk penulisan berikutnya. Wajarlah menulis ada kesalahan karena penulis juga manusia tempatnya salah dan lupa.

4. Buat prasasti karya

Sebuah peradaban akan dikenang ketika peradaban itu meninggalkan jejak. Semakin banyak jejaknya akan semakin banyak kenangannya. Begitu pula denga menulis semakin banyak karya yang dihasilkan maka akan semakin banyak dikenal dan jejaknya akan tetap dimanfaatkan orang lain. Jika memungkinkan usahakan dapat membuat sebuah buku. Diera digital ini buku tak harus dalam bentuk cetak tetapi dapat melalui buku digital.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2