Mohon tunggu...
Djulianto Susantio
Djulianto Susantio Mohon Tunggu... Freelancer - Arkeolog mandiri, senang menulis arkeologi, museum, sejarah, astrologi, palmistri, olahraga, numismatik, dan filateli.

Arkeotainmen, museotainmen, astrotainmen, dan sportainmen. Memiliki blog pribadi https://hurahura.wordpress.com (tentang arkeologi) dan https://museumku.wordpress.com (tentang museum)

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Kekuatan Penyembuhan Berasal dari Pikiran

21 Mei 2017   10:42 Diperbarui: 21 Mei 2017   18:14 3565
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ponari saat mencelupkan batu ajaibnya (Foto: Tribun Bali)

Pada 2009 pernah ada berita menarik. Seorang dukun cilik mampu menyembuhkan pasien hanya dengan mencelupkan sepotong batu ke dalam air. Benarkah sepotong batu mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan penyakit? Logiskah penyakit berat berangsur hilang hanya melalui batu tersebut? Dari segi medis, tentu saja hal demikian dianggap irrasional. Mana mungkin suatu penyakit akan sembuh seketika, apalagi yang tergolong berat. Paling tidak, perlu ada proses sedikit demi sedikit, itu pun belum tentu sembuh total.

Ponari, demikian nama dukun cilik dari Jombang yang dianggap mempunyai kekuatan sakti itu. Ketika itu ia baru duduk di kelas IV SD. Pasiennya yang semula bisa dihitung jari, lambat laun berjumlah ribuan dalam sehari. Mereka tidak hanya berdatangan dari sekitar Jawa Timur, tetapi juga dari luar pulau Jawa.

Saking ramainya pasien Ponari, mereka harus rela antre selama berjam-jam. Bahkan karena berdesak-desakan tidak teratur, tercatat empat pasien meninggal di tempat kejadian. Praktek Ponari pun kemudian untuk sementara “dibekukan” oleh pihak berwenang.

Namun sudah dasarnya “tergila-gila” pada kehebatan dukun cilik itu, air sumur di rumah Ponari pun tak luput menjadi rebutan warga. Begitu pula tanah di pekarangan rumah orang tua Ponari, meskipun Ponari sendiri kemudian diungsikan karena sekolahnya terganggu.

Berita kehebatan Ponari, tidak dimungkiri, terangkat karena peran media cetak dan media elektronik. Banyak orang yang diwawancarai rata-rata merasakan kesembuhan yang cepat berkat Ponari. “Saya tadinya menderita asam urat. Setelah berkali-kali ke dokter, ndak kunjung sembuh. Setiap kali berobat butuh biaya Rp 100.000, mana saya orang ndak punya. Begitu saya minum dan mandi dengan air yang sudah dicelupkan batu Ponari, asam urat saya sembuh,” begitu kata seorang ibu dari Jember sebagaimana terlihat di tayangan televisi dengan mimik lugu dan serius.

Ironisnya, sebagaimana berita Trans TV 19 Februari 2009 lalu, air dari sumur Ponari itu tidak layak minum.  Dengan kasat mata saja terlihat berwarna dan keruh, kalau langsung diminum bisa menyebabkan diare.  Jadi harus dimasak terlebih dulu. Demikian hasil uji laboratorium Balai Besar Laboratorium Kimia Surabaya.

Berpikir positif

Apakah Ponari sakti ataukah batunya benar-benar bertuah? Memang sulit dijabarkan secara ilmiah. Namun yang jelas cerita-cerita tentang mukjizat sudah terdapat dalam Injil. Misalnya orang lumpuh dapat berjalan dan orang buta dapat melihat.

Sebenarnya, apa yang dilakukan Ponari tidak ubahnya dengan acara-acara “Doa Kesembuhan” yang sering kali diselenggarakan di Senayan, Jakarta. Kita mungkin terperangah melihat orang-orang tua renta yang datang dengan kursi roda ataupun tongkat penyangga, tetapi saat pulang sudah bisa berjalan kaki, meskipun masih tertatih-tatih. Itulah yang dipercaya sebagai kekuatan doa, yang menurut para pendeta berkat “kuasa Ilahi”.

Banyak literatur mengungkapkan bahwa kunci kesembuhan seseorang adalah percaya, berpikir positif, dan kekuatan pikiran. Kekuatan pikiran berawal dari suatu gagasan mendasar bahwa kita mengendalikan pikiran kita dan bersamanya kita bisa menangani kesehatan dan penyembuhan diri kita sendiri.

Selama berabad-abad orang percaya kepada dan mempraktekkan kekuatan penyembuhan dari pikiran. Namun dengan adanya pesona ilmu pengetahuan modern, banyak keterampilan alami ini tidak dipandang sebelah mata lagi dan kemudian dilupakan. Fenomena seperti itu banyak diteliti di dunia Barat, antara lain oleh Dr. Joan Borysenko, pendiri “Mind and Body Clinic”. Dia mengatakan, “Kita sedang memasuki suatu tahap baru. Dengan iman, kepercayaan, dan imajinasi sesungguhnya kita bisa membuka misteri-misteri penyembuhan” (Sembuhkan Diri Anda dengan Pikiran Anda, 2003).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun