Mohon tunggu...
Dizzman
Dizzman Mohon Tunggu... Freelancer - Public Policy and Infrastructure Analyst

"Uang tak dibawa mati, jadi bawalah jalan-jalan" -- Dizzman Penulis Buku - Manusia Bandara email: dizzman@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Di Balik Layar Jokowi dan Tukang Cukur "Asgar"

21 Januari 2019   13:35 Diperbarui: 21 Januari 2019   15:07 517
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Panggung Acara Tanpa Tenda (Dokpri)
Panggung Acara Tanpa Tenda (Dokpri)
Panggungpun disiapkan terbuka tanpa tenda membuat kami was-was karena sekarang sedang musim hujan. Saya sedikit khawatir beliau tidak jadi meresmikan karena padatnya jadwal di Garut, termasuk untuk cukur rambut di Situ Bagendit yang direncanakan menjadi destinasi wisata ungulan Kabupaten Garut. 

Awalnya lokasi cukur direncanakan di lokasi perumahan, namun karena tempatnya kurang memadai sehingga dipindah ke Situ Bagendit sekaligus peninjauan terhadap rencana pembangunan situ tersebut. Menjelang H-1 kami kembali ke Garut untuk mencek persiapan terakhir sebelum kedatangan presiden.

Warga Antusias Menanti di Tenda Tanpa Kain Merah Putih (Dokpri)
Warga Antusias Menanti di Tenda Tanpa Kain Merah Putih (Dokpri)
Semua berlangsung seperti autopilot karena tidak ada komandan yang jelas. Sekretariat presiden (Setpres) hanya mengatur jadwal kegiatan presiden, sementara di lokasi masing-masing kementerian harus menyiapkan sendiri acaranya. 

Beberapa kali terjadi kesalahan seperti ukuran backdrop yang tidak sesuai sehingga harus dicetak lagi, sementara untuk mencetak backdrop harus di Bandung karena di Garut tidak ada mesin cetak besar. Kami sempat was-was juga karena hingga H-1 backdrop belum juga sampai. 

Akhirnya menjelang sholat jumat barang tersebut datang sehingga bisa langsung disiapkan setelah jumatan. Lalu tenda pengunjung dipangkas sepertiga karena presiden tidak duduk namun langsung peletakan batu pertama. Panel petunjukpun juga disesuaikan kembali ukurannya dengan standar yang ditetapkan Setpres.

Rombongan Presiden Tiba di Lokasi (Dokpri)
Rombongan Presiden Tiba di Lokasi (Dokpri)
Pagi harinya kami kembali mengecek lokasi, namun suasana sudah ramai warga yang mengantri hendak masuk ke lokasi. Pengawasan berlangsung ketat dan paspampres berjaga dimana-mana. Kamipun tak luput dari pemeriksaan, dan setiap orang harus mengenakan tanda pengenal khusus yang dicap stempel aparat keamanan setempat untuk clearance. 

Kami sempat panik karena pak dirjen menanyakan data terakhir, padahal semua data tersebut ada di kantor. Beruntung sebagian ada di web sehingga bisa di-download segera, namun masalah sempat timbul karena koneksi internet kembang kempis akibat banyaknya orang di satu tempat yang awalnya sepi sehingga bandwidth-nya mendadak naik. Keringat dingin baru kering setelah semua data berhasil di unduh selama hampir setengah jam.

Masyarakat Berdatangan, Aparat Bersiaga (Dokpri)
Masyarakat Berdatangan, Aparat Bersiaga (Dokpri)
Untunglah presiden datang sesuai jadwal setelah bercukur rambut di Situ Bagendit. Begitu keluar mobil, presiden langsung dipandu menuju panel petunjuk yang menjelaskan rencana pembangunan perumahan para tukang cukur tersebut. Tak sampai lima menit, presiden beranjak menuju panggung tempat peletakan batu pertama dan memberikan sambutan setelah Kang Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat menyampaikan pidato pembukaan. Setelah itu beliau mengambil batu dan meletakkan di pondasi rumah yang telah disiapkan di belakang panggung, diikuti gubernur, bupati, dan pimpinan paguyuban persaudaraan tukang cukur.

Pidato Presiden (Dokpri)
Pidato Presiden (Dokpri)
Acara berlanjut dengan meninjau rumah contoh dan tampak presiden puas dengan hasil kerja pengembang menyiapkan rumah tersebut. Setelah dua menit konpres, presiden kembali ke mobil dengan pengawalan ketat karena banyaknya warga yang meminta selfie. 

Dengan ramah presiden berusaha untuk melayani permintaan warga, sementara paspampres berusaha membuka jalan agar presiden bisa menuju mobilnya saking penuhnya warga yang hendak berebut selfie. 

Saya sendiri tak sempat berfoto dengan beliau karena sesaknya warga yang berebut foto, apalagi hampir semua warga memiliki hape yang berkamera sehingga banyak orang berebut untuk foto bersama beliau.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun