Dizzman
Dizzman pegawai negeri

Pengembara yang mengabdi pada negara. Sambil tour of duty tetap menyempatkan diri bertualang. Dari Sabang sampai Merauke, 34 Provinsi sudah terjelajahi. 10 Negara ASEAN pun sudah diarungi. Next trip ......

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Pilihan

Pembangunan dan Peremajaan Bandara, Bukti Keberhasilan SBY Membangun Negeri

14 September 2018   20:22 Diperbarui: 15 September 2018   07:53 369 6 3
Pembangunan dan Peremajaan Bandara, Bukti Keberhasilan SBY Membangun Negeri
Bandara Internasional Lombok Jadi Polemik (Dokpri)

Suasana politik negeri ini memang sedang mulai panas suhunya. Informasi yang belum jelas kebenarannya silih berganti bersliweran dan ditanggapi serius oleh para politisi, termasuk informasi perubahan nama bandara Lombok dari Bandara Internasional Lombok Praya menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.

SBY sempat tersinggung ketika mendengar informasi bahwa prasasti yang ditandatanganinya bakal dicopot dan diganti dengan nama baru (Sumber berita di sini). TGB yang masih menjabat sebagai gubernur NTB yang membawahi bandara di wilayahnya langsung merespon ungkapan SBY tersebut agar tidak terlalu sensi menanggapi berita hoax seputar pencopotan prasasti tersebut (Sumber berita di sini).

Beliau tetap menghargai SBY sebagai kepala negara yang meresmikan operasionalisasi bandara tersebut, dan presiden Jokowi yang mengubah nama bandara untuk menghormati pahlawan nasional yang berasal dari NTB.

* * * *

Di tengah kepungan bangunan mangkrak di era kepemimpinannya, pembangunan dan peremajaan bandara ibarat oase di tengah padang gersang. Pembangunan dan peremajaan bandara adalah prestasi tersendiri SBY yang sulit ditandingi pemimpin lainnya di era reformasi sekarang ini, sehingga beliau harus mempertahankan eksistensi dan harga dirinya agar tidak diusik atau diakui orang lain yang meneruskan pembangunannya.

Wajarlah kalau beliau kemudian 'marah' dan sensi terhadap informasi yang menyatakan akan dibongkarnya prasasti pembangunan bandara Lombok Praya berkaitan dengan perubahan nama bandara menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. 

Bandara Kualanamu Medan (Dokpri)
Bandara Kualanamu Medan (Dokpri)
Berdasarkan penelusuran saya, paling tidak ada tiga bandara besar yang dibangun atau diresmikan oleh beliau, yaitu Bandara Lombok Praya, Bandara Kualanamu Medan, dan Bandara Minangkabau Padang. Bandara Minangkabau proses pembangunannya dimulai pada era Presiden Megawati tahun 2002 dan selesai serta diresmikan tahun 2005 oleh Presiden SBY. Bandara ini menggantikan peran bandara Tabing yang sekarang dikhususkan untuk keperluan militer.

Bandara Internasional Lombok (Dokpri)
Bandara Internasional Lombok (Dokpri)
Bandara Lombok Praya boleh dikatakan merupakan keberhasilan SBY karena mulai dari perencanaan tahun 2005 yang ditawarkan dalam 'Indonesian Infrastructure Summit' di depan para investor internasional, dilanjutkan dengan pembangunan bandara tahun 2008-2011 hingga diresmikan pada tahun 2011. Bandara ini menggantikan Selaparang yang berada di tengah kota Mataram dan sudah tidak sanggup lagi menampung peningkatan jumlah penumpang khususnya wisatawan yang datang ke Lombok.

Bandar Udara Minangkabau (Dokpri)
Bandar Udara Minangkabau (Dokpri)
Sementara itu bandara Kualanamu sebenarnya sudah direncanakan sejak zaman orde baru dan sudah dibebaskan lahannya sejak lama namun terkatung-katung hingga tahun 2006, lalu mulai dikerjakan oleh PT. Angkasa Pura II selaku pengelola bandara.

Namun demikian pembangunannya juga sempat terhenti sebelum dilanjutkan tahun 2010 dan diresmikan tahun 2013 oleh presiden SBY untuk menggantikan bandara Polonia yang sudah tidak mampu lagi menampung jumlah penumpang yang semakin meningkat setiap tahunnya.

Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (Dokpri)
Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (Dokpri)
Di samping itu, belasan bandara tua juga diremajakan pada era pemerintahan SBY, seperti Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Bandara Sultan Thaha Jambi, Bandara Adi Sumarmo Solo, Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, Bandara Abdurrahman Saleh Malang, Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya, Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, dan revitalisasi Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh pasca tsunami.

* * * *

Bandara Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan (Dokpri)
Bandara Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan (Dokpri)
Jadi boleh dibilang, peninggalan paling berhasil di era SBY adalah pembangunan baru dan peremajaan bandara. Pembangunan bandara dipandang sangat penting untuk menghubungkan kota-kota di Indonesia yang terpisahkan oleh pulau-pulau besar dan memerlukan sarana transportasi yang cepat dan aman.

Kita tidak bisa lagi mengandalkan transportasi laut untuk menghubungkan antar pulau karena memakan waktu lama dan tidak efisien untuk penumpang. Jasa terbesar SBY adalah menghubungkan kota-kota di Indonesia dengan cepat dan murah melalui pembangunan bandara sebagai hub agar kendala transportasi antar wilayah dapat teratasi dengan baik.

Setiap pemimpin ada kelebihan dan kekurangannya. Tak eloklah bila kita hanya memandang kekurangannya tanpa melihat kelebihannya. Inilah mungkin sebuah kebanggaan bagi SBY yang patut diapresiasi di tengah ramainya kasus korupsi yang terjadi pada masanya.