Mohon tunggu...
Dismas Kwirinus
Dismas Kwirinus Mohon Tunggu... Penulis - -Laetus sum laudari me abs te, a laudato viro-

Tumbuh sebagai seorang anak petani yang sederhana, aku mulai menggantungkan mimpi untuk bisa membaca buku sebanyak mungkin. Dari hobi membaca inilah, lalu tumbuh kegemaran menulis.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Unik "Upacara Padi" pada Suku Dayak Kantu'

18 Januari 2021   10:09 Diperbarui: 18 Januari 2021   10:31 1008
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto: Seorang Penatua Adat sedang mengadakan ritual pada saat pesta gawai suku Dayak. (sumber: lifemosaic.net/borndeo.com).

Bangsa Indonesia kaya akan keberagaman upacara adat dan keagamaan.

Kekayaan dan kekhasan bangsa Indonesia terpancar dalam keanekaragaman suku dan budaya. Setiap suku di Indonesia memiliki adat tradisi dan upacara keagamaan yang menarik untuk dipelajari. Memang dibutuhkan keberanian untuk mempelajari secara benar makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan.

Dalam artikel saya kali ini, saya akan mengajak sidang pembaca untuk mengenal dan memahami upacara Adat dan Keagamaan pada suku Dayak. Kepercayaan orang Dayak terhadap roh leluhur, roh nenek moyang dan Realitas Tertinggi yang menempati alam sekeliling mereka, terwujud dalam upacara-upacara adat dan keagamaan. Dalam upacara-upacara itu terkandung norma-norma, hukum dan peraturan-peraturan.

Orang Dayak memiliki banyak upacara adat dan keagamaan, baik yang dilakukan secara perseorangan maupun yang melibatkan seluruh anggota keluarga, seluruh masyarakat kampung atau bahkan peristiwa-peristiwa penting sepanjang lingkungan hidup, seperti upacara menyambut kelahiran bayi dan memandikan bayi untuk pertama kali, memotong rambut bayi, mengangkat anak, upacara perkawinan, upacara adat pertanian/berladang dan juga upacara kematian.

Selain itu, ada upacara yang menyangkut peristiwa-peristiwa pertanian ladang. Di kalangan suku Dayak Kantu' disebut upacara padi.

Suku Dayak Kantu' adalah rumpun suku Dayak yang sebagian besar tersebar di Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Sintang dan ada beberapa tersebar di Kabupaten Sekadau. Mereka hidup dengan menghandalkan hasil ladang atau dari pertanian. Hal unik dari suku Kantu adalah upacara padi yang diselenggarakan setiap tahun.

Upacara padi mempunyai serentetan ritus atau upacara, yaitu: upacara nesak tanah (menjelang dan selesai menanam padi); upacara newuko (menyambut padi baru); kemudian yang terakhir upacara yang disebut dengan mela. Masing-masing upacara mempunyai tujuannya.

Upacara nesak tanah yang juga masih mempunyai serentetan ritual, bertujuan minta izin kepada Puyang Gana/tuan tanah untuk membuka ladang baru. Upacara menjelang menanam padi, bertujan minta izin dan sekaligus mohon agar dewa tanah minggir, sehingga tidak kena tusuk kayu penunggul sewaktu orang menanam padi.

Upacara selesai menanam padi biasanya dengan pemotongan kepala ayam. Ayam yang dipotong kepalanya itu dibiarkan menggelepar-gelepar (terkapar tak berdaya) di atas tanah. Jika ayam itu tahan lama menggelepar, berarti padi yang ditanam itu akan tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Dengan demikian, lama atau tidaknya ayam itu menggelepar menjadi tanda berhasil tidaknya penanaman padi.

Foto: Ritual suku Dayak dalam membuka ladang. (Sumber: kalimantanreview.com).
Foto: Ritual suku Dayak dalam membuka ladang. (Sumber: kalimantanreview.com).
Upacara newuko, tujuannya bersyukur kepada dewa padi dan dewa tanah. Dan yang terakhir upacara mela, bertujuan minta maaf kepada dewa serta makhluk-makhluk halus lainnya yang mungkin telah teinjak atau teluka selama mereka satu tahun mengerjakan ladang.

Foto: Seorang Penatua Adat sedang mengadakan ritual pada saat pesta gawai suku Dayak. (sumber: lifemosaic.net/borndeo.com).
Foto: Seorang Penatua Adat sedang mengadakan ritual pada saat pesta gawai suku Dayak. (sumber: lifemosaic.net/borndeo.com).
Upacara padi dipimpin oleh Kepala Adat atau Temenggung Adat. Dalam rentetan upacara padi itu ada yang dilengkapi dengan prosesi tari-tarian, bunyi-bunyian dari gong, juga saji-sajian serta alat perlengkapan lain sesuai dengan keperluan upacara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun