Diana Santi
Diana Santi karyawan swasta

Menulis adalah Refreshing

Selanjutnya

Tutup

Catatan Pilihan

Aroma Rokok Menang Telak!

25 September 2014   00:39 Diperbarui: 17 Juni 2015   23:39 512 1 7

Berlaksa -laksa artikel tentang rokok tak kuasa  menghentikan asapnya mengepul sepanjang waktu, sepanjang jalan dan sepanjang usia bumi ini. Pembahasan soal akibat rokok bagi kesehatan adalah hal yang membosankan karena sebenarnya semua orang sudah paham (dan tetap merokok). Kali ini saya akan mengambil sisi lain yakni tentang aroma rokok.

Sekarang, mari kita lihat kondisi di lapangan pertandingan, apakah rokok menjuarai kompetisi ?

Kenapa sih orang suka merokok?  itu pertanyaan yang muncul dibenak saya tiap kali ketemu dengan orang yang sedang merokok didekat saya. Tentu saja karena saya tidak merokok jadi terheran heran dengan hobi merokok itu. Keheranan saya itu berawal dari hal yang sangat sederhana. Tiap kali berdekatan dengan perokok, selain terkena asap rokok yang nyebelin, saya juga selalu kecipratan bau badan yang (sangat) tak  sedap dan menyengat. Mau pakai parfum sebotol pun akan kalah telak dengan racikan bau badan plus asap rokok yang nempel bagai perangko ditubuh perokok. Menurut teman saya sih ada merk rokok tertentu yang bisa mengeluarkan asap beraroma (ngeri ngeri) sedap tapi sejauh ini saya belum pernah ketemu dengan yang jenis ini. Mungkin memang sangat langka ya. Bukan hanya menebar aroma menyengat yang tak sedap, tapi berdekatan  dengan orang yang merokok  membuat kita  tertular aroma yang sama. Kalau gak percaya, coba deh. Jika naik bis kota disebelah kita ada orang yang merokok, bisa saya pastikan parfume apapun yang kita pakai seperti roboh terkena tonjokan dari aroma rokok itu. Begitu turun dari bis, aroma kita akan sama dengan tetangga yang merokok di bis itu. Saya sering  mengalaminya dan itu menjadi pengalaman yang paling menyebalkan. Arrggghhhh....! Aroma rokok menang telak atas parfume.

Kompetisi berikutnya :  Ayah saya perokok berat, namun pasca serangan stroke, beliau  berniat berhenti merokok demi menjaga kesehatannya. Sayangnya niat luhurnya itu sering tergilas oleh percik kerinduannya kepada rokok. Jadi Beliau merokok dengan cara bergerilya alias ngumpet-ngumpet. Mungkin beliau berpikir, kami gak akan tahu. Hahahaaaa... Beliau salah! Meskipun pakai strategi petak umpet, tanpa melihat pun kami bisa tahu dengan mudah kalau Beliau merokok. Deteksinya ya dari aroma tubuhnya yang sangat menyengat. Huh!   Satu lagi contoh, tiap kali salah seorang office boy kantor  lewat di sekitar saya, maka saya bisa menebak siapa orangnya tanpa melihat.  Dahsyat kan?! Aroma rokok menang telak  atas visual.




Orang yang mungkin kurang menyadari betapa aroma mereka begitu mempengaruhi orang lain disekitar mereka, itu sebabnya mereka terus merokok.  Nah, yang saya titik beratkan adalah aroma orang yang merokok itu membuat area sekitar kacau.  Di ruangan ber-AC, banyak orang tetap saja merokok.  Aneh kan? Akibatnya ruangan itu seperti mendapat "pengharum" ruangan khusus yang membuat sesak nafas orang yang ada diruangan itu. Aromanya khas. Khas tak sedap.  Di beberapa mall ber-AC di Jakarta , masih terendus dengan sangat jelas betapa lengketnya aroma rokok.   Kali ini, aroma rokok menang telak atas AC. Hahahaa...!


Nah, dari contoh-contoh sederhana itumungkin orang yang gemar merokok tetap tak peduli dan tetap merokok. Tapi bagi saya, kemenangan telak aroma rokok ini membuat saya semakin mendukung gerakan No Smoking. Saya bermimpi suatu hari nanti, dimulai dari lingkungan yang paling dekat akan terbebas dari pasungan kedahsyatan aroma rokok.  Amin