Mohon tunggu...
Dionisius Barai Putra
Dionisius Barai Putra Mohon Tunggu... Penulis - mahasiswa STFT Widya Sasana

olahraga

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop Pilihan

Indonesia Perlu Solusi

10 September 2022   13:00 Diperbarui: 10 September 2022   13:06 74 6 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
 Aktivitas di SPBU(foto: kompas.com)

                                                                                                         

"Dari 70 persen subsidi justru dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu yaitu pemilik mobil-mobil pribadi," kata Jokowi dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (3/9/2022). Mendengar perkataan Jokowi yang seperti ini apa yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam menanggulangi persentase sebesar ini. Sebuah presentasi yang sangat tinggi, di mana para pemilik kendaraan pribadi seperti mobil yang mendominasi presentase ini. Lalu beliau juga menegaskan bahwa persentase yang tinggi ini menjadi salah satu kenaikan BBM sekarang. Maka sekarang apa yang harus dilakukan dalam mengatasi sebuah permasalahan seperti ini.

Kenaikan BBM yang menjadi perbincangan hangat, sekaligus menjadi trending topik dalam perbincangan di negara ini. Perbincangan tentang kenaikan BBM ini tampaknya sudah lama dan belum terselesaikan hingga sekarang. Tentunya pemerintah sudah melakukan berbagai cara dalam mengatasi sebuah permasalahan seperti ini, sehingga mereka terus mengusahakannya dengan baik dan aman. Namun apa dampak positif yang diterima masyarakat kelas bawah, apakah mereka sudah merasakan belas kasihan dari pemerintah atau sebaliknya. Tentunya hal menjadi tanggung jawab orang-orang yang mengetahui hal seperti ini.

Selain itu, kenaikan BBM tidak hanya berdampak bagi masyarakat kelas bawah, tetapi juga masyarakat yang lain. Di mana setiap orang juga merasakan hal yang sama. Namun ada sebagian orang yang tidak terikat akan kenaikan BBM ini. Artinya mereka tetap berjalan sesuai dengan hidup mereka, tanpa ada suatu keterkaitan yang mendasar dengan kenaikan BBM ini. Bukan berarti mereka tidak peduli sama sekali dengan hal seperti ini, tetapi lebih pada sebuah keyakinan untuk mampu berjalan dalam kehidupan yang selayaknya.

Kita tahu bahwa kenaikan BBM ini sudah lama terjadi dan sekarang pun belum terselesaikan. Mungkin ada sebuah permasalahan yang sangat mendalam, sehingga BBM pun menjadi naik dan menjadi permasalahan yang terlihat jelas. Hal ini dikarenakan dunia ini tengah mengalami lonjakan harga minyak, sehingga hal itu berdampak bagi kehidupan kita di dalam negri ini. Melonjaknya harga minyak dipicu oleh tuntutan kebutuhan yang semakin besar. Inilah realitas yang harus kita hadapi bersama. Oleh karena itu hal semacam ini harus terus menerus kita gali akar permasalahannya, agar kita dapat menemukan solusi atas masalah yang kita hadapi saat ini. Tentu hal ini tidak mudah, tetapi semuanya akan terselesaikan, asalkan semua pihak bekerjasama dengan menekankan nilai-nilai kesatuan.

Untuk mengatasi permasalahan seperti ini kita tidak hanya mengharapkan satu pihak saja, tetapi dengan kesadaran bahwa kita semua punya tanggung jawab yang sama. Kita harus bergandengan tangan, agar semuanya ini dapat diatasi dengan baik. Meskipun ada banyak pendapat dan kritikan, tetapi tak ada kata selain kerjasama. Negara ini bukan untuk satu orang, tetapi untuk kita. Kita semua yang bersatu dalam kebhinekaan.

apakah kita harus berlutut, untuk berdoa atau mengulurkan tangan, supaya orang memberikan belas kasihan. Tentu hal ini dapat dilakukan, tetapi tanpa pergerakan semuanya tanpa arti sama sekali. Oleh karena itu semuanya memerlukan tindakan nyata. Segala sesuatu jangan hanya menjadi rumusan beku, tetapi hendaknya diaktualisasikan dengan tepat. Dengan demikian kita akan merasakan sebuah kebaikan dan kesejahteraan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Vox Pop Selengkapnya
Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan