Mohon tunggu...
Dio pelawi
Dio pelawi Mohon Tunggu...

Selanjutnya

Tutup

Teknologi Pilihan

Teknologi Perusak Bisnis

15 Desember 2018   23:17 Diperbarui: 15 Desember 2018   23:31 0 1 2 Mohon Tunggu...
Teknologi Perusak Bisnis
bracketsmackdown.com

Perkembangan teknologi kerap kali memberikan begitu banyak dampak negatif yang seharusnya tidak dapat dipandang sebelah mata. Namun, kemudahan-kemudahan yang diterima pengguna membuat setiap resiko tersebut seakan hilang begitu saja.

Kini, dampak negatif tersebut mulai memberikan keresahan di dunia perdagangan. Maraknya bisnis e-Commerce telah menjadikan banyak pedagang kecil mulai dirugikan. Tidak sedikit pedagang yang harus kehilangan pelanggannya karena lebih memilih melakukan belanja online.

Memang  tidak dapat dipungkiri bahwa bisnis e-Commerce cukup membantu pelanggan dalam melakukakan transaksi jual beli. Apalagi bisnis ini dapat dilakukan dimana saja, dengan waktu yang relatif singkat dan jumlah refrensi barang yang sangat banyak.  

Bagi beberapa orang bisnis ini mungkin sangatlah bermanfaat . Namun, bagi beberapa kalangan lainnya  bisnis e-Commerce ini merupakan malapetaka. Bagaimana tidak, bila diliat dari segi modal bisnis e-Commerce biasanya membutuhkan modal yang lebih sedikit dibanding pedagang toko. Pebisnis online ini tidak membutuhkan biaya tambahan seperti biaya sewa toko, cukai dan sebagainya.

 Keresahan-keresahan ini pun akhirnya menyita perhatian beberapa pebisnis kelas besar Indonesia, salah satunya adalah Chairul Tanjung. CNN Indonesia mengabarkan pendapat orang yang dijuliki Anak Singkong ini saat melakukan diskusi ekonomi yang diselenggarakan oleh INDEF, pada Selasa tanggal empat bulan april kemarin.

Pemimpin CT Corp sekaligus  mantan Menko Perekonomian Inonesia ini berpendapat bahwa bisnis e-Commerce dapat merusak pemasukan pedagang-pedagang kecil. Para pedagang kecil yang tidak dapat bersaing tentu saja akan sangat dirugikan bahkan, tidak menutup  kemungkinan bagi mereka untuk harus gulung tikar.

Hal ini tentu saja  dapat menyebabkan bertambahnya pengangguran. Dengan bertambahnya pengangguran maka tentu saja akan semakin meningkatkan ketimpangan antara masyarakat kelas menengah atas dan kelas menengah bawah. Sehingga dapat dipastikan hal tersebut membuat masyarakat menengah atas semakin sejahtera dan yang miskin semakin melarat.

Tak terlepas dari kehidupan sosial, bisnis e-Commerce ini telah banyak menngubah tata cara kehidupan masyarakat luas. Bisnis ini kini telah melahirkan generasi yang malas dan sangat tergantung terhadap teknologi maupun media sosial. Hal ini  tentu saja akan merusak jati diri bangsa menjadi lebih santai dan instan.

Oleh karena itu, Pemerintah dirasa harus turun tangan dan mulai memperketat peraturan bisnis e-Commerce. Terkhusus masalah pajak yang dianggap terlalu ringan atau bahkan banyak dari pebisnis online ini yang terhindar dari pajak.

Begitu pula dengan masyarakat umum yang harus lebih peka terhadap dampak negatif dari perkembangan teknologi  dan mulai membekali diri dengan ide atau jiwa mandiri yang tidak terlalu bersandar pada  teknologi.