Mohon tunggu...
Dina N. A Muaz
Dina N. A Muaz Mohon Tunggu... Guru - Menulis adalah candu walau terkadang terhalang typo.

Pecinta hujan namun tidak suka kehujanan Seseorang yang sedang belajar merangkai aksara dan mengabadikannya di media

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Kado untuk Ibu yang Masih Kami Perjuangkan

7 Januari 2022   20:00 Diperbarui: 7 Januari 2022   21:36 178 14 5
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana Adalah Platform Blog. Konten Ini Menjadi Tanggung Jawab Bloger Dan Tidak Mewakili Pandangan Redaksi Kompas.
Lihat foto
https://www.shutterstock.com/search/baby+gift+box

Hal yang paling beruntung di dunia ini di lahirkan dari ibu yang sempurna, tiada cela untuknya. Kebaikannya tak tergantikan sekalipun oleh seisi dunia. 

Jika harus merangkai kata pujian untuk ibuku rasanya ribuan kata tak akan habis untuknya. Beliau adalah sosok yang sempurna. Interprestasi nyata dari kalimat "cantik paras dan hatinya", sebuah wujud nyata dari seorang bidadari. Ribuan kasih sayang tercurah dari dirinya sejak aku dalam kandungan sampai umurku lebih dari seperempat abad. Rasanya sebakul berlian belum lunas membalas kebaikan dari sesook makluk yang hati dan perkataanya lembut selembut kain sutera.

Bagiku hari ibu setiap hari, setiap doa untuknya terukir dari mulutku yang tak terlepas dosa. Aku sadar seca finasial aku belum bisa menaikan haji ibuku walau niat itu ada dan juga belum bisa membelikan barang-barang tersier untuknya. Banyak kado yang ingin ku berikan untuknya tapi masih menunggu restu dari Allah untuk dapat mewujudkannya. Salah satu kado yang masih kuperjuangkan adalah kado cucu untuk ibuku. Ibuku tak pernah meminta apalagi memaksa karena ibuku tau keaadaan yang aku dan suami jalani, beliau adalah sosok yang menguatkan hatiku. Beliau selalu memupuk rasa sabarku dalam penantian.

Salah satu tujuan pernikahan bagi sebagian orang adalah memperoleh keturunan yang sholeh dan sholehah. Namun setiap pasangan suami istri diberikan ujian oleh Allah berbeda-beda. Salah satu ujian yang kerap diterima pasangan suami istri adalah ujian kesabaran dalam menanti sang buah hati.  Usaha tentunya sudah di lakukan dari jalur tradisional sampai ke jalur medis namun jika Allah belum merestui manusia bisa apa. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya dipilih Allah sebagai pejuang garis dua. Ntah berapa banyak kurma muda yang dimakan, berapa litar air zuriat dan berapa banyak madu kesuburan.

Banyak faktor penyebab kenapa sepasang suami istri belum memproleh keturunan. Baik disebabkan oleh sang istri, suami, suami dan istri maupun factor X yang tidak bisa dijelaskan secara akal manusia.  Faktor penyebab dari pihak suami dikarenakan :

  • Gangguan Tiroid
  • Hiperprolaktinemia
  • Hipogonadtropik hipopituitarisme
  • Kelainan genetik
  • Masalah pada sperma  (Azoospermia,oligospermia, motilitas sperma dan lain sebagainya)
  •  Dan lain-lain

Fakor Penyebab dari pihak istri :

  • Gangguan ovulasi
  • Penyumbatan tuba falopi
  • Gangguan lendir serviks
  • PCOS
  • Dan lain-lain

 Banyak kisah nyata para pasangan suami istri yang berhasil mendapatkan buah hati walaupun mempunyai masalah infertilitas. Tentunya karena mukzizat dari Sang maha kuasa. Adapula setelah diperiksa sehat-sehat saja namun belum juga diberi Allah anak. Berkaca pada kisah Nabi Zakaria tidak ada yang tidak mungkin jika Allah berkehendak.

Cucu adalah sebuah kado yang tidak sederhana yang kami perjuangkan dengan penuh air mata, ketabahan, jiwa yang kuat dan materi yang tidak sedikit. Sebuah idaman tentunya mendapatkan cucu dari anak pertama. Anak pertama memang terkadang pundaknya harus lebih kuat karena beban banyak tersangkut di sana.  Ya Suamiku anak pertama tentunya besar harapan dapat kado cucu darinya. Apalagi sepupu-sepupunya yang baru menikah dengan mudahnya berbadan dua.

Sebuah kado yang kami persiapkan dan belum tersampaikan berharap kado ini bisa kami serahkan di tahun 2022. Keyakinan penuh kado terindah itu hadir di Tahun 2022. Semoga Allah merestui keinginan dan niat kami ini. Memang tidak mudah menjadi orang tua namun insyallah kami sudah siap. Jiwa kami sudah kuat terbiasa berjuang. Perjuangan kami bukan di mulai dari kehadiran sang buah hati namun di mulai sebelum kehadiran sang buah hati.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan