Dimas Anggoro Saputro
Dimas Anggoro Saputro Mahasiswa

Ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh. Aku adalah orang sebagaimana Anda mengenal saya. Orang bodoh yang tak kunjung pandai.

Selanjutnya

Tutup

Wisata Artikel Utama

Kalikuning Adventure Park, Tempat Kemah Kekinian

11 Januari 2018   17:17 Diperbarui: 12 Januari 2018   08:40 683 3 1
Kalikuning Adventure Park, Tempat Kemah Kekinian
Kalikuning Adventure Park (dok.pri)

Mengutip kalimat dari sebuah film di tahun 80-an, "Merpati tak pernah ingkar janji". Kalimat tersebut rupanya menjadi inspirasi bagi Bapak Surono, Ketua Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi ESDM ketika Gunung Merapi meletus pada tanggal 26 Oktober 2010, "Merapi tak pernah ingkar janji".

Kalimat singkat, penuh makna tersebut memiliki penafsiran yang luas. Jika ditafsirkan ke dalam kejadian alam, siklus Gunung Merapi meletus telah tercatat di dalam sejarah erupsinya. Mulai dari siklus singkat, menengah, bahkan tidur panjang Gunung Merapi selama kurang lebih 30 tahun.

Jika ditafsirkan ke dalam konteks anugerah Tuhan akan bentang alamnya yang elok, Gunung Merapi memang tak pernah ingkar janji dalam menyajikan keelokkannya. Mulai dari panorama Gunung Merapi yang selalu epik diabadikan di dalam jepretan kamera maupun dinikmati dengan mata telanjang, kekayaan sumber daya alamnya, hingga kekayaan hayati serta menjadi tempat bermukim aneka ragam hayati.

***

Kalikuning Adventure Park

Keelokkan Gunung Merapi menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Gunung Merapi pun dimasukan ke dalam daftar destinasi wisata alam yang kudu dikunjungi. Ya, wisata Gunung Merapi memang sungguh luar biasa, seolah-olah tidak ada habisnya.

Erupsi tahun 2010 yang lalu menjadikan Gunung Merapi memiliki destinasi wisata baru. Destinasi tersebut dikenal dengan istilah Lava Tour. Berwisata offroad menggunakan jeep menyaksikan peninggalan erupsi Gunung Merapi di tahun 2010. Sejak tahun 2010 hingga kini, masyarakat sekitar Gunung Merapi terus berbenah diri, baik dari segi kehidupan maupun perekonomian.

Kalikuning (dok.pri)
Kalikuning (dok.pri)

Kini, Gunung Merapi memiliki destinasi wisata baru, lagi. Tak hanya sekadar menelanjangi keindahannya saja, unsur pendidikan dan melestarikan alam dimasukan ke dalamnya untuk menjaga agar alam tetap seimbang dan Gunung Merapi tetap lestari.

Pada tanggal 06 Januari 2018, berlokasi di Pangukrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman terukir sejarah dibukanya Camping Family Kalikuning Adventure Park. Surat Perjanjian Kerjasama ditanda tangani oleh perwakilan dua institusi yang terdiri dari institusi Balai Taman Nasional Gunung Merapi dan masyarakat setempat yang tergabung dalam kelompok pengelola yang diberi nama Kalikuning Park.

Camping Family Kalikuning Adventure Park yang berdiri di Zona Pemanfaatan Ruang Publik Balai Taman Nasional Gunung Merapi menjadi salah satu langkah nyata Balai Taman Nasional Gunung Merapi dalam menggandeng masyarakat menjadi mitra. Harapannya, masyarakat memiliki rasa memiliki Taman Nasional Gunung Merapi sehingga dapat turut menjaga dan melestarikannya.

Alternatif untuk camping

Berbagai fasilitas Camping Family dibangun di zona pemanfaatan ruang publik tersebut oleh Balai Taman Nasional Gunung Merapi, antara lain tenda family, pendapa, toilet, mushola, lahan parkir dan spot foto. Seluruh aset tersebut dipercayakan untuk dikelola oleh masyarakat setempat yang tergabung dalam kelompok Kalikuning Park. Di samping itu, masyarakat juga disediakan tempat untuk membuka usaha warung dan persewaan perlengkapan kemah.

Camping Family Kalikuning Adventure Park dapat menjadi alternatif wisata alam bagi wisatawan yang ingin berkemah tetapi tidak ingin repot membawa perlengkapan kemah. Lima tenda family yang tersedia bisa menjadi pilihan kemah kekinian. Tenda berbentuk segitiga yang menyerupai rumah mini tersebut terbuat dari rangka besi dengan atap, dinding dan alas terbuat dari papan plafon yang dicat menyerupai kayu. Tenda family tersebut memiliki kapasitas 4 orang. Tersedia juga tenda dome bagi yang ingin totalitas dalam berkemah. Tak perlu khawatir akan perlengkapan kemah lainnya. Kalikuning Adventure Park menyediakan semua perlengkapan kemah, mulai dari sleeping bag, matras, kompor portable, dan sebagainya.

Jembatan Plunyon (dok.pri)
Jembatan Plunyon (dok.pri)

Lalu bagaimana untuk masalah harga? Untuk masalah harga, Kalikuning Adventure Park telah meyediakannya dalam bentuk paket. Tentu saja bentuk paket lebih hemat. Tersedia tiga pilihan paket Camping Family, yaitu paket Standar, paket Deluxe dan paket Premium. Paket tersebut dibandrol dengan harga mulai Rp 600.000,- sampai dengan Rp 1.300.000,-. Tersedia juga harga satuan, jika harga paket dirasa terlalu hemat.

Kalikuning Adventure Park juga menyediakan camping ground. Camping ground tersebut dapat menjadi alternatif bagi Anda yang ingin berkemah di Gunung Merapi dengan membawa perlengkapan kemah sendiri tetapi tidak ingin mendaki. Untuk tiket berkemah dibandrol dengan harga Rp 20.000,- per orang. Camping ground tersebut dapat menampung puluhan tenda.

Trekking pendek ajang edukasi mengasikkan

Selain berkemah, kita juga dapat menikmati perjalanan menyusuri Kalikuning, yang lebih dikenal dengan istilah trekking. Jalur trekking pendek yang ditawarkan sepanjang kurang lebih 2500 meter dapat kita nikmati sambil belajar flora dan fauna yang ada di Taman Nasional Gunung Merapi. Pemandu akan memandu sepanjang perjalanan trekking pendek menyusuri Kalikuning.

Trekking pendek (dok.pri)
Trekking pendek (dok.pri)

Di Taman Nasional Gunung Merapi ternyata tidak bisa sembarangan menanam pohon. Bukankah menanam pohon itu baik untuk penghijauan ya? Iya, benar. Tetapi tidak bisa sembarangan dalam menanamnya di Taman Nasional. Tanaman yang ditanam di Taman Nasional Gunung Merapi adalah tanaman 'asli Merapi' atau yang sering disebut 'tahan erupsi'. Apa saja tanaman tersebut? Penasaran? Ayo ke Taman Nasional!

Tak hanya flora saja, kita juga dapat mempelajari fauna selama trekking. Fauna endemik Gunung Merapi yang dapat kita amati salah satunya adalah Aplonis Panayensis, yang sering dikenal dengan nama Perling Mata Merah. Setelah memasuki pintu masuk Kalikuning, Plunyon berjajar batang pohon yang telah mati, batang pohon tersebut dijadikan rumah bagi si Perling Mata Merah. Tempat tersebut menjadi salah satu spot pengamatan burung. Balai Taman Nasional Gunung Merapi menyediakan teropong dan monokuler sebagai alat untuk mengamati burung di spot tersebut. Tak hanya si Perling Mata Merah saja, jika Anda beruntung Anda akan menemui fauna endemik lainnya selama trekking, bahkan Anda bisa menemui si Elang Jawa---burung langka endemik Gunung Merapi.

Berjalan menyusuri Kalikuning, melewati jembatan Plunyon hingga bertemu sebuah dam yang berdetak. Suara detakan tersebut berasal dari pompa hidram yang terpasang di bawah dam. Suara hentakan katup pompa menjadikannya seolah-olah berdetak bak suara jantung. Pompa hidram tersebut adalah teknologi tepat guna yang digunakan untuk menaikkan air hingga ke atas bukit---camping ground.

Pompa hidram adalah pompa air yang bekerja menggunakan hentakan hidrolik air. Pompa tersebut dirancang oleh penemu berwarganeraan Perancis bernama Josephem Montgolfierem pada abad ke-18. Prinsip kerja pompa tersebut adalah menggunakan energi kinetik dari air yang mengalir. Menurut para ahli, pompa tersebut mampu menaikkan air dari tempat rendah ke tempat lebih tinggi dengan perbandingan 1:5. Artinya, air yang masuk ke dalam badan pompa dengan ketinggian sumber air 1 meter, maka pompa tersebut mampu menaikkan air pada ketinggian 5 meter dari posisi pompa dipasang.

Pompa hidram (dok.pri)
Pompa hidram (dok.pri)

Di Kalikuning sendiri, pompa hidram yang terpasang kira-kira menaikkan air hingga ketinggian 30 meter. Sumber air berada pada ketinggian kurang lebih 3-4 meter dialirkan melalui pipa menuju pompa hidram. Pompa tersebut tidak membutuhkan energi listrik untuk menggerakkannya. Alam telah menyediakan potensi untuk dimanfaatkan dengan bijak oleh manusia.

Berjalan beberapa meter ke depan, kesegaran air Umbul Temanten telah menyambut. Umbul Temanten merupakan sepasang mata air yang terdiri dari Umbul Wadon dan Umbul Lanang. Kedua mata air ini sangat berperan penting dalam kehidupan masyarakat Jogja, yaitu dalam memasok air bersih. Dari mata air inilah pasokan air bersih ke beberapa penjuru Jogja dialirkan.

Penamaan mata air tersebut berdasarkan karakteristiknya masing-masing umbul. Umbul Wadon dengan karakteristiknya adalah mata airnya menggenang. Umbul Lanang dengan karakteristiknya adalah mata air yang memancar keluar. Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, jika seorang laki-laki maupun perempuan susah mendapatkan jodoh kemudian melakukan ritual di Umbul Temanten ini, maka akan segera mendapatkan jodoh.

Trekking pendek ditutup dengan menanam tanaman pohon Kemenyan di sekitar area Umbul Temanten. Monumen tersebut menjadi pengingat di masa mendatang jika singgah kembali di Umbul Temanten. Hal tersebut juga merupakan salah satu program dari Balai Taman Nasional Gunung Merapi dalam melakukan penghijauan dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

Penanaman pohon Kemenyan (dok. Totok)
Penanaman pohon Kemenyan (dok. Totok)

Tangga berkelok telah menanti di depan, siap mengantarkan menuju camping ground Kalikuning Adventure Park. Jika dirasa fisik masih mampu, perjalanan bisa dilanjutkan menuju Watu Kemloso. Pilih mana?

Berwisata tak hanya untuk beronani dan pamer di media sosial. Ingat, bahwa kita sebagai pelaku wisata juga bertanggung jawab untuk menjaganya. Mencari tempat yang indah, membuat tempat yang indah bahkan nyaman, itu mudah. Menjaganya agar tetap indah dan nyaman, itu bukan hal yang mudah. Jagalah alam sekitarmu seperti kamu menjaga dirimu sendiri.

Salam lestari,

Dimas