Dimas Saputra
Dimas Saputra Penulis

Journalist & Freelance Writer

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Mengupas 14 Janji Kampanye Partai Demokrat

28 November 2018   13:14 Diperbarui: 28 November 2018   13:19 464 0 0
Mengupas 14 Janji Kampanye Partai Demokrat
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ani Yudhoyono saat berfoto bersama para kader Partai Demokrat usai memberikan pidato penutupan pembekalan kepada calon legislatif DPR RI Partai Demokrat di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (11/11/2018). (Tribunnews/Jeprima)

Partai Demokrat menjadi partai politik yang paling aktif menjumpai rakyat jelang Pemilu 2019 ini. Baru pada awal tahun lalu ketua umum partai tersebut, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar tour de Java dengan mengunjungi konstituen di lima provinsi, kini Presiden RI ke-6 itu sudah turun lagi ke Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Tidak hanya SBY, Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bahkan lebih aktif lagi. Bersama timnya, mantan kandidat Pilkada DKI Jakarta ini bergerilya ke seluruh penjuru Nusantara.

Berdasarkan penurutan AHY kala itu, tujuannya menemui rakyat guna menyerap aspirasi dan mendengar berbagai persoalan yang mereka hadapi. Dengan begitu, nantinya bisa diperjuangkan oleh Partai Demokrat. Sesuai taglinenya, Demokrat peduli, mendengar aspirasi dan memberikan solusi.

Kini aspirasi telah diserap, persoalan telah dipetakan, dan Demokrat telah menemukan solusi untuk setiap persoalan. Konkrit dari solusi itu adalah 14 program strategis yang akan dijalankan jika partai ini nantinya menang di Pemilu 2019.

Seperti apa janji kampanye Demokrat tersebut, mari kita coba kupas satu persatu;

1. Menciptakan lebih banyak lapangan kerja, termasuk untuk milenial dan perempuan, serta batasi tenaga kerja asing (TKA).

Persoalan minimnya lapangan kerja dan diperparah oleh serbuan TKA asal Tiongkok, sempat membuat resah rakyat sejak beberapa tahun belakangan. Problem inilah yang hendak diatasi Demokrat. Agar rakyat Indonesia kembali menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Dulu, saat menjabat presiden, SBY berhasil menurunkan angka pengangguran dari 9,9% menjadi 5,7%. Kemiskinan juga turun dari 16,7% menjadi 10,96% (6% atau setara 8,6 juta orang yang keluar dari jerat kemiskinan).

2. Kelola keuangan dan tingkatkan pelayanan BPJS, dengan mengutamakan golongan kurang mampu.

Ini merupakan salah satu masalah pelik bangsa kita saat ini. Pemerintah dinilai kurang mampu menata keuangan sehingga roda ekonomi berjalan melambat. Imbasnya, pelayanan BPJS dikurangi. Ini tentu sangat merugikan rakyat.

Demokrat ingin memperbaiki ini. Sepuluh tahun memimpin negeri, SBY mampu membuat pertumbuhan ekonomi mencapai rata-rata angka 6%. Jauh lebih tinggi dibanding pemerintah saat ini yang selalu stagnan di angka 5%.

3. Berikan subsidi listrik bagi golongan kurang mampu, dan sediakan secara cukup BBM Premium.

Dulu SBY sering dikritik karena memberikan banyak subsidi untuk membantu golongan tidak mampu. Sekarang sebagian subsidi itu dicabut pemerintah. Hasilnya seperti yang diduga, rakyat menjerit lantaran hidup mereka kian sulit.

4. Pertahankan subsidi pupuk untuk petani.

Sebagai negara agraris, pemerintah tentu wajib mewujudkan kedaulatan petani. Salah satunya dengan memberi subsidi demi meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Sayang, beberapa waktu lalu tersiar kabar subsidi pupuk bakal dihentikan. Ini membuat petani gundah gulana. Beban hidup mereka akan kian bertambah berat. Karenanya Demokrat berjanji akan mempertahankan subsidi ini.

5. Stop impor pangan ketika musim panen.

Selain masalah subsidi, kebijakan impor pangan saat musim panen juga membuat petani sengsara. Ini harus dihentikan. Pemerintah sudah sepatutnya lebih berpihak kepada petani, bukan kepada importir besar yang meraup keuntungan di atas penderitaan rakyat kecil.

6. Tingkatkan gaji pegawai, termasuk guru, TNI & Polri dan Pensiunan, agar miliki daya beli yang baik.

Dalam empat tahun pemerintahan Joko Widodo, tidak pernah sekalipun gaji pegawai negeri sipil dan TNI/Polri mengalami kenaikan. Beda dengan era SBY dulu, tiap tahun gaji naik, mulai dari 6% hingga 20% di setiap tahunnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3