Mohon tunggu...
Dias Ashari
Dias Ashari Mohon Tunggu... Penulis - Wanita yang bermimpi GILA, itu akuuu..

Mantan Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

(Novel) Racikan Tinta Calon Apoteker - Episode 2

30 Oktober 2020   08:52 Diperbarui: 30 Oktober 2020   09:07 144
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Novel. Sumber ilustrasi: PEXELS/Fotografierende

EPISODE DUA

" Finza, ayo bangun nak.... Segera siapkan untuk keperluan MPLS dan ayo sholat subuh dulu", terdengar suara ibu memanggil dari luar kamar. Kubuka mata perlahan yang masih mengantuk ini, sambil melihat jam ternyata masih pukul 04:30. Lantas dalam hati berpikir, " ah sebentar lagi , lima belas menit lagi, masih ngantuk ini", ucapku dalam hati sambil kembali menarik selimut, menghindar dari udara pagi yang dingin. Setelah tiga puluh menit berlalu, terdengarlah suaru ibu kembali, kali ini terasa sangat dekat. " Icaaaaa........ Ibu kira kamu sudah bangun, ternyata masih di kasur, tau gak ini sudah jam 05:00 pagi kamu belum apa-apa, bagaimana kalau terlambat ke sekolah" teriak ibu yang kesal. Akupun kaget dan langsung terbangun dan berbegas segera ke kamar mandi.

Satu jam sudah aku berdiri di depan kaca, tapi belum lekas selesai juga. Berulang kali aku membuka dan memakai kerudung. Bahannya yang cukup tebal dan kaku membuat aku kesulitan dan selalu merasa tidak rapih. Kembali ibu mengingatkanku agar segera berangkat ke sekolah karena jam sudah menunjukan pukul 06:00. Akupun segera menggunakan atribut khas MPLS, memakai topi seperti pesulap, memakai tas dari kresek , tali sepatu dari rapia, papan nama dari kardus dan satu lagi membawa balon gas. Aku segera berangkat dengan berjalan kaki menuju MTs. Dijalan banyak yang memperhatikan penampilanku. Ah sungguh malu rasanya, andai Ayah memiliki motor, pasti aku tidak  akan semalu ini, ucapku dalam hati.

Akhirnya aku sampai di sekolah, di depan gerbang sudah banyak mentor yang menunggu para siswa baru yang datang terlambat. Aku mendapat hukuman dari kakak mentor untuk melakukan sit-up sebanyak sepuluh kali. Kemudian aku diantar salah satu mentor menuju kelas untuk menyimpan barang bawaan. Setelah itu aku langsung berbegas menuju lapangan, karena akan segera dimulai dengan upacara pembukaan siswa baru. Aku berlari menuju barisan yang kosong kemudian mengikuti upacara dengan khidmat sampai selesai. Setelah itu kami dipersilahkan untuk duduk ditanah menggunakan korsi goyang karena sebentar lagi akan diadakan demo untuk organisasi siswa.

Satu persatu perwakilan organisasi menunjukan bakatnya. Dimulai dengan organisasi drum band yang sangat piawai sekali memainkan alat musik. Kemudian organisasi paskibra yang dengan gagahnya menampilkan koreografi baris berbaris di tambah ketua Pembina yang dengan lantangnya memberi komando. Tim pramuka tidak kalah keren dengan paskibra. Lalu IRMA yang mengalunkan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang menyentuh hati. Kemudian kesigapan  anak PMR yang mendemontrasikan cara penanganan pada pasien yang sakit dan terluka. Semuanya sungguh membuat takjub hingga semua siswa baru tak berhenti memberikan tepuk  tangan yang meriah.

Setelah demo organisasi selesai, kami segera memasuki ruang aula untuk mendapat penjelasan mengenai pengenalan sekolah. Acara dimulai dengan sambutan kepala sekolah, bidang kesiswaan serta para wali kelas. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi. Jujur saja aku mengantuk saat mendengarkan pemaparan para guru. Beberapa kali aku menutup mulutku yang terus menguap. Namun tak lama kemudian acara pengenalan sudah selesai, kami dipersilahkan istirahat dulu karena selanjutnya akan ada kegiatan pengenalan dengan sesama siswa.

Akupun berbegas menuju barisan siswa yang mengantri mengambil air wudhu. Saat aku mengambil pulpen yang jatuh dari saku, tak sengaja sikutku mengenai mata seorang perempuan di belakangku yang sedang membuka ikatan tali sepatunya.

" aw, aw" terdengar suara rintahan dari wanita itu.

" Maaf yah saya tidak sengaja, kamu baik-baik saja kan" tanyaku sedikit khawatir.

" Aku baik-baik saja, cuman sedikit ngilu, hehe" kata perempuan berkacamata itu sambil tersenyum.

" Maaf yah aku tidak sengaja, kenalin nama aku Finza, kamu siapa" tanyaku dengan malu-malu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun