Mohon tunggu...
Dian Anggriani
Dian Anggriani Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Resensi Novel Merry Riana: Mimpi Seribu Dolar Karya Alberthiene Endah

28 Oktober 2015   11:10 Diperbarui: 4 April 2017   17:38 34951
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Saya membuat resolusi ketika ulang tahun ke-20. Saya harus mempunyai kebebasan financial sebelum usia 30 th. Dengan kata lain, harus menjadi orang sukses The lowest point in my life membuat saya ingin mewujudkan mimpi tersebut” ujar Merry.

Karena tak memiliki latar belakang pengalaman bisnis, Merry mengikuti berbagai seminar dan ikut serta dalam organisasi kemahasiswaan yang berhubungan dengan dunia bisnis. Kemudian ia mencoba berbagai peluang bisnis. Percobaan yang dilakukan yaitu dengan bisnis pembuatan skripsi, MLM, mencoba bermain saham yang semuanya berakhir kegagalan. Merry pun mencoba untuk bisnis lainnya dan mengalami kerugian yang besar pula. Merry pun pernah terjatuh meski setelah terjatuh ia bangkit lagi dan mencoba peluang bisnis yang lainnya. Merry pun membulatkan tekad bahwa ia bekerja 14 jam dalam sehari. Dan akhirnya ia pun sukses sebagai Financial Consultant yang menjual produk-produk keuangan dan perbankan seperti asuransi, kartu kredit, deposito, tabungan dll. Dalam waktu enam bulan Merry dapat melunasi hutangnya kepada Universitas sebesar $ 40.000 dolar Singapura. Hingga tahun 2003, Merry dianugrahi Penghargaan Penasihat Baru Teratas. Ditahun 2004 ia pun meraih prestasi cemerlang yang membuatnya dipromosikan menjadi manajer dan masih banyak penghargaan lainnya. Merry lalu memulai bisnisnya sendiri setelah diangkat menjadi manajer. Ia mendirikan MRO (Merry Riana Organization). Akhirnya Merry Riana pun menghasilkan $ 1.000.000 dolar Singapura pada usia 26 tahun. Saat ini Merry Riana aktif sebagai pembicara di berbagai seminar, perusahaan, sekolah, media masa di Singapura, juga sebagai Enterpreneur dan Motivator dibeberapa Negara di Asia Tenggara dan Indonesia tentunya. Saat ini Merry Riana sudah menikah dengan Alva Christoper pada tahun 2004. Alva adalah kakak tingkat sekaligus teman Merry di Nanyang Techological University. Dari pernikahan itu Merry dan Alva dikaruniai seorang putrid yang bernama Alvernia Mary Liu.

Keunggulan dan Kelemahan Buku

Kelebihan dari buku ini adalah terdapat kata-kata yang menginspirasi dan memotivasi pembaca untuk terus semangat dalam menggapai cita-cita yang diinginkan. Selain itu bahasa yang digunakann mudah dimengerti. Sedangkan kekurangan buku ini adalah halamannya yang cukub tebal, ada beberapa judul yang cerita di dalamnya hampir sama dan membuat pembaca bosan karena intinya sama saja.

Rumusan Kerangka Buku

Buku ini dapat dikategorikan tebal, namun dalam buku ini berisi tentang berbagai bab yang ceritanya berkelanjutan. Bab pertama “Tantangan Mengejutkan”, bab kedua “Dihadang Kesulitan”, bab ketiga “ Perjuangan-Perjuangan Awal”, bab keempat “Merealisasikan Resolusi”, bab kelima “Keputusan Ekstrem”, bab keenam “Pertemuan dengan Anthony Robbins”, bab ketujuh “Memburu Peluang”, bab kedelapan “Pintu Pun Terbuka”, bab kesembilan “1001 Penolakan”, bab kesepuluh “Jawaban Indah Itu Ada!”, bab kesebelas “Meraih 1 Juta Dolar”, bab keduabelas “Jurus-Jurus Sukses”, bab ketigabelas “Bahagia untuk Indonesiaku”.

Tinjauan Bahasa

Bahasa yang digunakan dalam buku ini sederhana dan mudah dipahami berbagai kalangan. Walaupun ada beberapa bahasa yang terlalu tinggi untuk dipahami oleh masyarakat kalangan umum biasa atau mahasiswa. Tetapi setelah membaca buku ini akan mengetahui jalan ceritanya secara langsung dikarenakan banaga yang digunakan sederhana dan mudah dipahami tidak bertele-tele.

Penutup

Sasaran yang dituju dalam buku ini adalah mahasiswa, masyarakat umum dan orang yang sedang merintis bisnis atau sedang mencari pekerjaan. Karena buku ini sangat memotivasi kita (pembaca) agar jangan menyerah, selalu berusaha dan optimis untuk melakukan sesuatu apa yang kita inginkan. Jatuh bangun dalam melaksanakan keinginan, cita-cita, kesuksesan itu hal biasa. Karena dengan kegagalan kita akan terus mencoba, memperbaiki kesalahan atau kekurangan apa yang kita miliki selama ini agar menjadi lebih baik dan kompeten.

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun