Mohon tunggu...
Ayu Diahastuti
Ayu Diahastuti Mohon Tunggu... Lainnya - an ordinary people

ordinary people

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mistisisme dalam Bingkai Neurosains

23 September 2022   20:11 Diperbarui: 24 September 2022   08:08 224 43 14
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi artificial neural network | via sciencephoto.com

Kapan terakhir kali kita mendengar atau melihat segala sesuatu yang dikaitkan dengan ritual-ritual mistis? Kemarin, beberapa hari yang lalu? Atau baru saja ini?

Mistisisme. Menurut KBBI, yang disebut dengan mistisisme merupakan paham yang memberikan ajaran mengenai hal-hal yang tidak terjangkau oleh akal manusia. 

Karena ada kata akal, ini jadi sangat menarik. Do you know why? Mari kita melihat mistisisme dari kaca pandang mekanisme otak kita. Bagaimana seseorang mudah percaya pada segala yang berbau mistis? Apa yang terjadi saat otak kita mencerna hal-hal mistis?

Well, sebelumnya, saya akan memberikan diskalimer. Bahwa apa yang saya tuliskan ini tidak mempunyai tendensi apa pun atas keyakinan mana pun. Mari kita belajar bersama cara pandang sains pada mistisisme.

Bila Anda berkeberatan untuk meneruskan membaca, ya monggo saja. Silakan berhenti sampai di sini saja. Karena apa yang akan saya bawa ini memang bukan sebuah common sense. 

Anda ingin meneruskan? Kemon markinjuuut...

Mari kita mejelajah pada masa pra sejarah. Ini menarik bahwa pada masa pemburu pengumpul, ternyata telah dikenal bagaimana mistisisme telah mengisi kehidupan para pemburu pengumpul.

Pada masa teknologi api ditemukan, beberapa aktifitas para pemburu pengumpul menjadi lebih efisien. Para ahli dan peneliti berpendapat bahwa pada waktu itu diperkirakan para pemburu pengumpul mulai mengembangkan kemampuan berbahasa mereka.

Beberapa ahli bahkan meneliti lebih jauh mengenai hal ini. Pada masa Neanderthal, misalnya. Mereka sudah mengenal ritual-ritual yang dilakukan sebagai reaksi empati dalam satu kelompok.

Misteri Alam Semesta? Apa Itu?

"Demi apapun! Owh jangan fisika dong. Berat....beraaat."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan